Sumbing, Gunung Tersadis di Jawa

IMG_1659Semenjak tahun 2012, eforia pendakian gunung makin meningkat. Dulu, mendaki gunung hanya dilakuk
an oleh para kelompok pecinta alam sejati. Namun, sekarang, siapapun bisa sampai ke puncak, jeprat jepret sana sini, nulis alay-alay words di HVS (dan kebanyakan membuangnya di gunung), dan posting di medsos ‘makkk, ane uda di Puncak ini’ ‘babe, anakmu sampe Semeru’ ‘kapan kita kesini, Indonesia indah loh’… Ya, gak apa sih. Normal. Toh, menurut Abang Maslow, tiap manusia memiliki cara tersendiri untuk aktualisasi diri.

Nah, dalam artikel ini, (kebetulan saya juga suka per-alam-an termasuk ndaki dari taon 2007) saya ingin sharing tentang salah satu Gunung ter-sadis di Jawa waktu awal Maret, kemarin. Gunung Sumbing yang ditempu via Garung.

IMG_1459 copyGunung Sumbing merupakan tipe gunung startovolcano atau gunung kuncup (simpelnya, gunungnya tuh kayak yang kita sering gambar waktu kecil dulu) yang masih aktif. So, sewaktu-waktu bisa meletus. Gunung dengan tinggi maksimal 3371 mdpl ini didaulat menjadi Gunung kedua tertinggi di Jawa Tengah, Gunung ketiga tertinggi di Pulau Jawa, dan Gunung dengan Track tersadis di Jawa (menurut abang Alap-alap, teman sependakianku). Pendakian Gunung Sumbing bisa dilakukan melalui berbagai rute, termasuk dari Dsn Garung, Desa Butuh Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Ada dua jalur pendakian dari Garung ini, yaitu Jalur Baru dan Jalur Lama. Panjang rute pendakian Gunung Sumbing dari gapura dusun hingga puncak kurang lebih 7000 meter dengan lama tempuh sekitar 6 hingga 8 jam. Berikut akan saya coba deskripsikan bagaimana pendakian ke Puncak Gn. Sumbing.

IMG_1468 copyDari basecamp ke Pos 1, yaitu Malim bisa ditempuh dengan dua cara, yaitu jalan kaki dan ojek. Jarak tempuh dengan berjalan, yaitu sekitar 2 hingga 2.5 jam. Kamu akan melewati rumah penduduk, dan hamparan kebun milik warga. Jalannya variatif, ada yang landai, dan ada juga yang terjal dengan tingkat elevasi hingga 75 derajat. Saya sarankan untuk menghemat energi kamu naik ojek dengan biaya 25 ribu. Itu bisa menghemat tenaga dan waktu kamu hingga 1.5 jam.

IMG_1462 copyDari Pos 1 ke Pos 2 Genus bisa ditempuh dengan lama perjalan 2 jam maksimal pendakian normal (prinsip ndaki 8+2, artinya 8 menit jalan 2 menit istirahat). Kemarin kami menempuhnya dengan waktu 100 menitan (masih semangat). Bagaimana kondisi jalannya? Ahhh, mungkin inilah alasan mengapa Sumbing dikatakan gunung tersadis. Elevasinya sudah mencapai 80 derajat. Ini masih Pos 1 ke 2, brooo!!!

Pos 2 ke Pos 3 Sedelupak Roto ditempuh dengan lama perjalanan 2-2.5 jam maksimal. Aturannya sama kayak di atas ya. Kondisi jalan? Podo wae! Tapi, ada beberapa bonus juga sih, meskipun tidak sebanyak di Sumbing (nanti tak ceritani di artikel lainnya).

Dari Pos Sedelupak Roto, kami menuju ke Pestan (2437 mdpl) dengan jarak tempuh 2 jam. Cukup lama sih, itu karena cuapeeek pol brooo…

 

Pestan merupakan area camp sebelum nantinya summit attack ke Puncak. Dari Pestan kami bisa menikmati keindahan Gunung Sindoro dan hamparan area Jawa Tengah. Setelah tenda didirikan, kami pun segera memasak sarden dan nasi untuk mengembalikan energi yang hilang karena beratnya medan tempuh di Sumbing. Perut kenyang, tenggorokan segar, saatnya sleeping.

IMG_1660

Alarm membangunkan kami di pukul 02.00. Pas kami membuka tenda, ooo men!!! Keren banget! Tidak ada awan dan sangat jernih. God bless our trip, bro! Kami pun segera pack-up untuk summit attack.

IMG_2847 copyRute berikutnya sangat amat menyeramkan. Dari Pestan, kami menuju ke Pasar Watu dengan jarak tempuh 1 jam. Kemudian dilanjutkan ke Watu Kotak dengan lama perjalanan sekitar 1.5 jam. Dari watu kotak, kami langsung summit ke Puncak Kawah karena bermaksud turun ke Sagara Wedi. Toh, ketinggian Puncak Buntu dan Puncak Kawah hampir sama. Setelah menempuh perjalanan setengah jam, sampailah kami ke Puncak Sumbing!!! Oh ya, jangan tanya ya tingkat terjal dari Pestan ke Puncak. Rata-rata, tingkat elevasinya 80-85 derajat. Kadang, kita bukan ndaki, tapi climbing. So, enjoy the route!

Sesampai di puncak, kami menikmati minuman panas yang sudah tersimpan rapih di termos masing-masing. Inget! Kesehatan penting. Gunung dengan ketinggian di atas 3000 mdpl rawan menyebabkan hipotermia bagi kita. Jadi, selalu bawa yang anget-anget.IMG_1609 copy

IMG_1655 copyNarsis Gn. Sumbing (18)Setelah puas menikmati puncak, kami turun ke kawah Segara Wedi dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Di sana, terdapat makam yang konon penunggu Gunung Sumbing (aku lupa namanya siapa).

IMG_2825 copyIMG_1615 copyIMG_1647 copyOh ya! Bagi kalian yang tidak ingin cape, atau sudah kehabisan tenaga setelah summit, aku sarankan jangan turun ke kawah deh. Pas dari kawah ke Pestan, kamu kudu naik lagi ke puncak kawah tadi. Daaaannn itu berat banget kawan. Saya hampir putus asa waktu naik puncak kedua kalinya itu. Tenaga sudah habis, panas yang terik, dan kondisi air yang sudah menipis menambah rasa pesimis yang melandaku. Arrgghhh…Tapi, ya worthed sebanding dengan pengalaman, pembelajaran dan keindahan alam Sumbing sih memang.

IMG_1643 copyOke, kami pun turun ke Pestan sekitar jam 9an. Sampai di tenda sekitar jam setengah 11, kami pun langsung memasak, beristirahat sebentar, dan tepat jam 12 kami turun gunung. Ahhh, turun lebih cepat daripada ndaki, tapi lebih berat turun daripada naik. Licin, nahan berat badan dan beban, serta nahan sakitnya kaki membuat proses turun itu sangat berarti kawan-kawan. Akhirnya, kami sampai ke basecamp jam 1an. Tergolong cepat memang, karena kami mau menghindari hujan.

IMG_1634 copyYep! That’s it. Gunung Sumbing.

Tetap inget, dimanapun kalian berada, dan mengadakan travelling termasuk di Gunung: (1) take nothing but picture (2) leave nothing but foot print; (3) kill nothing but time.

Ndaki Gunung bukan sekadar gaya-gayaan atau adu kekuatan. Bukan pula sekadar life-style biar dibilang in or nge hitz. Pengetahuan akan medan, persiapan fisik dan mental, serta berbagai persiapan teknis lainnya harus kamu lakukan. Gunung sependek apapun tetaplah Gunung. Percaya atau tidak, alam lebih kuat daripada manusia. Dan Gunung pun demikian.

Cekidot juga video pendakianku di: https://web.facebook.com/andhika.alexander.9/videos/vb.1289863373/10206385012486043/?type=2&theater

See u on medsos!

Facebook: Andhika Alexander Repi

Instagram: galerinya_kandy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s