Semarang Undercover: Bon Lan Cong, Disinilah Lumpia Semarang Bermula

Setiap kota pasti memiliki ciri khas tersendiri. Entah itu wisata alamnya, wisata cagar budaya, ataupun wisata kuliner. Begitu pula dengan Semarang yang dikenal sebagai Kota Lumpia. Yes! Lumpia. Bahkan, makanan khas ini sudah begitu ter-branding di telinga kita semua jika mendengar kata “Lumpia” maka, pikiran kita akan langsung terasosiasikan dengan ibukota Jawa Tengah ini.

Sepertinya, saya tidak perlu menjelaskan apa definisi ‘Lumpia’ kali ya…udah kayak bikin laporan or tesis aja kudu pake definisi segala. Bagi yang belum tahu Lumpia, foto berikut yang saya ambil dari Google Image mungkin bisa sedikit membangun fantasi betapa lezatnya kue ini…Yummy!

lumpia-semarang-1

Pada artikel ini saya tidak membahas mengenai Lumpia dan bagaimana sejarahnya, tetapi mari kita melihat tentang “KULIT LUMPIA”

Bon Lan Cong, sumber kulit Lumpia Semarang.

Big Thanks to Bro Deo and Yohan yang udah ngasi kesempatan buat hunting bareng ke lokasi tempat pembuatan kulit Lumpia asli Semarang di daerah Pecinan.

Tempat pembuatan kulit Lumpia ini dikenal dengan nama BON LAN CONG (Is it true tentang cara penulisannya?). area Bon Lan Cong berada di daerah Kranggan Dalam dekat dengan wisata budaya Kolam Nyi Renggong (Baca: https://andhikaalexander.wordpress.com/2016/03/04/semarang-undercover-misteri-nyi-renggo-dari-kranggan-dalam/ )

IMG_0842 copy

Memang agak sulit untuk menemukan lokasi Bon Lan Cong tersebut. Patokannya yang simple. Kamu cukup pergi ke daerah Kranggan Dalam, kemudian tanya saja di warga sekitar dimana tempat pembuatan kulit lumpia. Kamu akan menemukan sebuah lorong sekitar 70-90 meter yang di sepanjang jalan tersebut bisa kita temui para “pengrajin” kulit lumpia Semarang.IMG_0838 copy

Kulit lumpia Semarang berbahan dasar terigu, sedikit air, dan garam yang kemudian diolah ke dalam panci panas. Simplenya, pembuatan kulit lumpia hampir sama kayak pembuatan Crepes. Pada tahu lah ya Crepes itu apa…zzz…IMG_0848 copy

Kulit lumpia Semarang setelah diproduksi akan didistribusikan ke outlet-outlet atau rekanan bisnis yang akan memproduksinya menjadi lumpia. Tetapi, di daerah situ ada pula yang sekalian memproduksi lumpia. Harga kulit lumpia bervariasi antara 10-15 ribu untuk sekitar 20 lembar kulit lumpia.IMG_0854 copy

Masih sedikit yang tahu tentang keberadaan area produksi kulit Lumpia ini. Akan tetapi, saya pikir jika area ini dikenal luas oleh masyarakat bahkan sampai ke telinga para penguasa Jateng, ada baiknya jika dikembangkan menjadi area wisata cultural heritage. Bukannya Semarang memiliki branding sebagai kota Lumpia???

Ayooo dinas pariwisata, kembangkan daerah ini. Promosikan Bon Lan Cong…Kami sebagai anak muda yang seneng travelling mah ‘sekarang’ hanya bisa sampai mengkampanyekan cultural heritage seperti ini lewat medsos…huhuhu…tapi, setidaknya, yuk mulai kembangkan cultural heritage khas daerah kita masing-masing…Monggooo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s