Contoh “Simpel” Toleransi di Kota Tua Jakarta

Sudah dari zaman nenek moyang, urusan kepercayaan adalah masalah sensitif yang “menghantui” seluruh dunia. Sebut saja beberapa ratus tahun lalu ada kejadian “Perang Salib” yang berlangsung hingga beberapa babak (ada yang mengatakan 7 episode Perang Salib, namun ada juga yang menyatakan 8). Akhir-akhir ini pun khususnya di Indonesia, masih banyak yang mempermasalahan urusan kepercayaan ataupun terkait SARA.

Padahal, jika kita berpikir dengan menggunakan “akal sehat”, keberagaman SARA adalah keunikan kita sebagai manusia. Jadi, ngaps sih permasalin tentang SARA itu? Tulisan tentang ngapain kita permasalahan urusan SARA sudah sering saya tulis dalam blog pribadi saya ini. Tapi, saya tidak pernah lelah untuk menyuarakan “Yukkk, perkuat rasa Toleransi kita terhadap orang lain.”

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Kebetulan, tanggal 9 November 2014 yang lalu, saya sempat mengunjungi daerah Kota Tua Jakarta. Saya bermaksud untuk hunting foto di Museum Fatahillah dan sekitarnya. Saya kurang beruntung karena museum tersebut sedang direnovasi. Tapi, ternyata, di daerah Kotu (Sebutan untuk kawasan Kota Tua Jakarta) sedang berlangsung sebuah festival budaya. Ada berbagai acara yang berlangsung di situ, seperti pagelaran seni budaya Betawi, beragam makanan khas Jakarta, serta berbagai booth yang bisa kita gunakan untuk bernarsisan.

Booth yang ada di festival tersebut di buat menurut tema tertentu dan kita juga bisa berfoto bersama “brand ambassador” dari masing-masing booth. Misal, booth yang bertemakan budaya Betawi maka “brand ambassador” menggunakan baju khas Betawi. Ada juga yang membuat booth dengan tema Eropa dengan “brand ambassador” yang menyerupai Cowok dan Nonik Belanda (Asyeeem,,,Nonik Belandanya cakep coy!).

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Salah satu booth bertemakan budaya Tionghoa dengan “brand ambassador” yang menggunakan baju khas Tionghoa dan ada vampir-nya juga…ooo men…Nah, ada satu momen yang berhasil saya tangkap melalui Canon SLR 550D saya. Berikut gambarnya:

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Apa yang bisa teman-teman tangkap dari moment tersebut?

Yes! Isu SARA tidak berlaku disini. Semua orang bercampur menjadi satu dan, yaaa, toleransi pun begitu terasa. Tidak ada jarak antara kamu budaya A dan aku budaya B. Aku agama C, kamu agama D. No! Itulah keindahan Indonesia sebenarnya. Kita adalah satu, meski berbeda-beda. Itulah semangat Bhinneka Tunggal Ika, bukan?

Dari sini, saya bisa ambil kesimpulan bahwa pembuat konflik terkait SARA adalah oknum tertentu. Oknum inilah yang harus dibasmi (bahasa kasarnya demikian) dari bumi ibu pertiwi sehingga semangat yang dibawa Burung Garuda tersebut tetap melekat di kita.

Teman, keberagaman itu sangatlah indah. Suku, Ras, Agama, dan Budaya adalah sesuatu yang menawan. Yuk, kita makin menghargai sesama apapun SARA mereka. Bhinneka Tunggal Ika hendaklah selalu melekat di hati dan di perbuatan kita…

 

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Warmest regards,

Andhika Alexander Repi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s