Monumen Pancasila Sakti: Saksi Bisu Kebiadaban PKI

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

 

Weekend kembali saya habiskan untuk mengunjungi tempat sejarah Indonesia di daerah Jakarta Timur. Kali ini, saya ingin melihat secara langsung saksi bisu secara kejadian G30S PKI di Lubang Buaya, tepatnya di Monumen Pancasila Sakti. Dari Jakarta Utara, saya menumpang busway dan menempuh waktu perjalanan kurang lebih 2 jam ke arah Shelter Pinang Ranti.

Sesampainya disana, saya disambut oleh pintu gerbang setinggi 5 meter. Di atas gerbang tersebut dipajang foto 7 pahlawan revolusi yang gugur dan “dimakamkan” di Lubang Buaya selama 3 hari tersebut. di sekeliling tembok tersebut dipahat juga beberapa kejadian terkait pemberontakan PKI.

Anda perlu menempuh perjalanan sejauh 10-15 menit dari gerbang utama hingga ke kawasan Monumen Pancasila Sakti tersebut. Sebelum masuk, Anda perlu membeli tiket seharga Rp2500,00 – Rp5000,00 per orangnya (lima ribu rupiah jika Anda ingin mendapatkan panduan kawasan tersebut dan sticker monumen Pancasila Sakti).

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Dari hasil observasi dan interview saya dengan beberapa guide serta penduduk di sekitar tempat tersebut, terdapat beberapa fakta mengenai Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya tersebut yang jarang diketahui oleh orang lain. Berikut fakta-faktanya.

  1. Jika Anda ingin mengikuti upacara bendera yang dipimpin langsung oleh presiden RI, datanglah ke monumen ini pada tanggal 1 Oktober. Presiden akan mengadakan upacara bendera dalam rangka hari Kesaktian Pancasila serta berziarah ke monumen tersebut.”
  2. Jika mengunjungi kawasan tersebut, ada 5 spot yang wajib dikunjungi, yaitu (1) Sumur maut atau dikenal dengan Lubang buaya; (2 Rumah penyiksaan); (3) Monumen Kesaktian Pancasila; (4) Pos penjagaan dan markas sementara PKI; (5) Dapur sementara PKI; (6) Truk pengangkut jenazah DI. Panjaitan; (7) Kendaraan dinas para jenderal; (8) Museum pengkhianatan PKI; dan (9) Panser pengangkut para jenazah pahlawan.
  3. Sumur Maut yang ada sekarang bukanlah bentuk yang sebenarnya. Sumur tersebut pada awalnya sumur biasa yang tidak dibeton. Agar supaya sumur tersebut bisa tetap dipelihara sampai sekarang, pemerintah membuatkan betonisasi pada sumur tersebut.

    Koleksi Pribadi
    Koleksi Pribadi
  4. Pahlawan yang gugur dan dimasukkan ke dalam sumur maut berjumlah 7 orang. Mereka adalah (1) Letjen Ahmad Yani; (2) Mayjen R. Soeprapto; (3) Mayjen S. Parman; (4) Mayjen Harjono M.T; (5) Lettu P.A. Tendean; (6) Brigjen D.I. Pandjaitan; dan (7) Brigjen Soetojo S. Namun, selain ketujuh orang tersebut, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Revolusi kepada 3 orang lainnya yang turut menjadi korban terkait peristiwa G30/S PKI tahun 1965. Ketiga orang lainnya adalah (1) Kol. Katamso. D; (3) Letkol Sugiyono M; (4) Brigadir Polisi K. S. Tubun.
  5. Ketujuh pahlawan dibunuh secara keji oleh para PKI. Empat orang diculik lalu disiksa di desa Lubang Buaya (tepatnya di rumah penyiksaan). Sedangkan, tiga pahlawan lainnya, yaitu Jend. Ahmad Yani; Brigjen DI. Panjaitan; dan Mayjen MT. Haryono ditembak mati di rumahnya masing-masing.

    Koleksi Pribadi
    Koleksi Pribadi
  6. Mayjen S. Parman disiksa terlebih dahulu oleh para PKI. Mereka memaksanya untuk menandatangani suatu surat perjanjian. Namun, beliau menolak bahkan menggebrak meja. Alhasil, meja tersebut rusak dan patah.

    Koleksi Pribadi
    Koleksi Pribadi
  7. Para wanita pendukung PKI yang menamakan diri Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) turut serta menganiyaya parah pahlawan, yaitu dengan cara memukul mereka dengna sandal.
  8. Setelah dibunuh, ketujuh pahlawan tersebut dimasukkan ke sumur tua yang kini dikenal sebagai Sumur Maut. Posisi ketika mereka dimasukkan ke sumur, yaitu kepala terlebih dahulu. Sumur Maut hanya satu-satunya di dunia, yaitu di Desa Lubang Buaya yang kini menjadi Monumen Pancasila Sakti tersebut.
  9. Monumen Pancasila Sakti menampilkan ketujuh pahlawan yang dibuang ke Sumur Maut dan diatasnya terdapat Pancasila yang sangat besar.
  10. Patung Jend. Ahmad Yani berada di tengah sambil menunjuk tangannya ke arah depan sambil membuka mulutnya. Maksudnya, ia menunjuk Sumur Maut tersebut sambil berkata, “…..DAN MAWAS DIRI AGAR PERISTIWA SEMATJAM INI TIDAK TERULANG LAGI”. Kalimat tersebut terdapat di bawah monumen itu dan tertanggal Djakarta, 1 Oktober 1965, dini hari.IMG_5123
  11. Burung Garuda sebagai lambang negara Republik Indonesia selalu mengarahkan kepalanya ke sebelah kanan. Artinya, ia menunjukkan pertanda yang baik. Sebelah kanan dianggap sebagai sesuatu yang baik.
  12. Para pahlawan diketemukan setelah beberapa hari terkubur, yaitu pada tanggal 3 Oktober 1965. Namun, karena sore hari, pengangkatan para jenazah dari sumur dilaksanakan pada tanggal 4 di bawah komando Pak Soeharto.
  13. Setelah diangkat, para jenazah tersebut dibawa ke RS. Gatot Subroto untuk divisum. Hasil visum dipamerkan di Ruang Pakaian dan Bekas Darah.
  14. Setelah divisium, jenazah para pahlawan kemudian dimakamkan di TMP Kalibata. Jenazah para pahlawan diangkut oleh panser-panser dan diiringi upacara kemiliteran.

    Koleksi Pribadi
    Koleksi Pribadi
  15. Pemberontakan PKI yang terkenal, yaitu pada kejadian G30S PKI tersebut. akan tetapi, jauh sebelum perisitiwa tersebut, sudah banyak pemberontakan, pembunuhan, hingga pembantaian para TKI terhadap warga. Kesemuanya tersebut bisa dilihat dalam museum Pengkhianatan PKI yang berada di kawasan Monumen Pancasila Sakti.

 

Kejadian G30SPKI dan beberapa kejadian lain yang ditampilkan di kawasan Monumen Pancasila Sakti merupakan hasil kebiadaban PKI. Jangan biarkan peristiwa semacam itu terulang kembali. Cukup sudah tetes darah dan air mata membasahi bumi pertiwi. Untuk itu, pelihara dan tingkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Demikian tulisan di salah satu duduk Museum Pengkhianatan PKI…

 

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi

Warmest Regards,

Andhika Alexander Repi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s