MADRID & MUENCHEN KEOK DI KAKI BARCA

 

Ceritanya begini…Sepulang dari Bandara, saya langsung menuju ke kos. Lamanya menunggu Damri di Bandara lebih capek daripada perjalanan di pesawat. Fiuhhh….

Sesampai di kos, saya segera beresin barang yang udah sangat menumpuk…

Tiba-tiba, saya dipanggil oleh teman-teman kos dan mengajak saya untuk main PES (game bola kaki). Apa daya, hasrat untuk main PES lebih besar ketimbang rasa capek dan kewajiban untuk beresin kamar.

Kami sepakat bermain mode cup (tournament) karena kami hanya bertiga saja. Seperti biasa, saya menggunakan club andalan Barcelona FC. Di game pertama, tersedia laga panas bertajuk “El Classico – Revenge Of Barcelona”. Ya, agak alay sih. sebenarnya, gak ada judul kayak gitu. Intinya, Barca VS Madrid. Jika ini adalah benar-benar pertandingan sungguhan, dan bukan game, pasti akan sangat seru.

Google Image
Google Image

Di awal babak pertama, tepatnya pada menit ke-3, saya mencetak Gol lewat sepakan Messi. Namun, di menit ke 20an dan 40an, rekan saya mampu mencetak Gol. Naasnya lagi, Daniel Alves harus terkena kartu merah pada menit ke-43 setelah meng-tackle Benzema karena mencoba menggiring bola sendirian ke depan gawang. Babak pertama selesai dengan kedudukan 2-1 untuk kemenangan Madrid.

Jalannya babak kedua pun semakin seru. Jual beli serangan terjadi. Ehhh, tiba-tiba, Christian Ronaldo berhasil mencetak Gol setelah menerima umpan dari…rrrr…saya lupa siapa yang mengumpannya.

Putus asa? Iya…tapi, ahhh, ini hanya permainan saja. Meskipun sudah tertinggal 3-1, saya mencoba untuk tetap menikmati permainan ini. Tak diayal, ternyata saya mampu mencetak Gol pada menit ke-73. Ahhh! Akhirnya! Tapi, gol tersebut tidak cukup untuk mengungguli Madrid.

Pertandingan pun memasuki masa injury time. Saya rasa, ya sudah, sepertinya kali ini saya harus kalah deh. Mari nikmati saja permainanya. Saya memberikan bola kepada Messi, kemudian ia menggiring bola dari sisi kanan atas langsung memberikan umpan kepada Sanchez, dan dengan menekan ‘O’ yang teratur di stick PS, ia mampu mencetak gol penyeimbang!!! 3-3 untuk kedudukan Barcelona VS Madrid! Akhirnya, wasit pun meniup peluit tanda pertandingan waktu normal sudah berakhir.

 

Ini hanya sebuah permainan. Ya, hanya game. Tapi, disini, saya menarik beberapa pelajaran yang sangat berharga. Salah satunya adalah tidak menyerah dan nikmatilah permainan tersebut.

Pasti, dalam pekerjaan atau aktivitas, kita mengalami kegagalan, atau berada dalam situasi yang sulit. Berbagai perasaan pun muncul, yaitu cemas, galau, takut, tidak PD, atau apapunlah yang kemudian kita sebut sebagai ke-down-an. Hal tersebut memang normal, karena kita manusia pasti memiliki rasa-rasa tersebut.

Namun, pertanyaannya, apakah kita hanya berhenti sampai disitu saja? Dan membiarkan keadaan negatif dan segala kegagalan di dalamnya mempengaruhi kita? TERGANTUNG orangnya…

Ada suatu teori tentang “Mendaki Gunung” yang sudah sering kita dengar. Di dunia ini, terdapat tiga tipe orang.

Tipe pertama, adalah QUITERS. Tipe ini adalah tipe yang paling menyedihkan. Kenapa? Ketika ia dirundung masalah, tekanan, dan cobaan, ia langsung keluar. Jika dianalogikan sebagai pendaki Gunung, ketika ia melihat Gunung yang didakinya memiliki ketinggian yang najubilah, maka ia langsung keluar dan tidak melanjutkan pendakian tersebut. Aplikasi pada pertandingan bola di atas, setelah ketinggalan 2 gol ditambah lagi hanya bermain dengan 10 pemain, jika saya adalah tipe QUITERS, maka saya akan langsung Walk-Out dan tidak melanjutkan pertandingan. “toh itu hanya game. tidak menghasilkan apa-apa.” Seringkali, tipe ini mencari pembenaran atas sikapnya ketika ia keluar. Sungguh, tipe QUITERS adalah tipe yang sangat menyedihkan!

Tipe kedua, adalah CAMPERS. Tipe ini ya, bisa dibilang, memiliki effort yang lebih dibandingkan tipe pertama tadi. Hanya saja, ya sama saja, keluar atau melarikan diri atau menyerah adalah goals dari tipe orang seperti ini. Mereka memang menunjukkan semangat untuk berjuang, tampaknya semangat sih. Tapi, ketika mereka melihat ada suatu ketidakmungkinan, pembenaran-pembenaran pun mulai mempengaruhi mereka (bagi orang psikologi, kita menyebutnya sebagai defence mechanism). Pendaki tipe ini adalah ia sudah mendaki gunung, namun, di tengah perjalanan ia merasa perjalanannya sia-sia karena puncak gunung tidak pernah terlihat. Ia pun memilih mengundurkan diri. Pada pertandingan, jika saya menjadi seorang CAMPERS, awalnya, saya akan tetap bertanding. Tidak masalah sudah ketinggalan 2 gol. Tapi, ketika Alves terkena kartu merah, pembenaran pun akan mulai bermunculan, “Wah! Ketinggalan 2 gol sih bisa terkejar. Toh masih babak pertama. Tapi, Alves kena kartu merah dan hanya bermain dengan 10 pemain? Impossible!” saya pun keluar. Itulah tipe CAMPERS. Most of us, adalah tipe ini. Kadang, saya pun menjadi tipe seperti ini. Namanya juga manusia (ini nih contoh pembenaran, he he he).

Tipe ketiga, adalah CLIMBERS. Tipe idaman semua orang namun hanya sedikit orang bertipe ini. Ia tidak mudah menyerah. Apapun yang terjadi, ia sudah punya tekad yang kuat untuk mencapai impiannya. Istilahnya, saat mendaki Gunung, meskipun ada badai batu sekalipun tidak akan mengurungkan niatnya untuk mencapai puncak gunung. Tipe ini memegang teguh impiannya disertai dengan kerja keras dan tekad yang kuat. Sulit menjadi tipe seperti ini. Tapi, semua orang pasti bisa menjadi seperti ini. Pada pertandingan tersebut, ‘tumben’ saya menjadi seorang CLIMBERS. Sampai di babak injury time, tidak ada kata menyerah dan terus bermain. Akhirnya, pada menit ke-92, Sanchez mampu menyamakan kedudukan.

Bagaimana caranya? Enjoy the game. Nikmatilah permainan tersebut. Urusan menang-kalah adalah urusan kedua. Yang pertama adalah “Saya ingin bermain game karena saya ingin refreshing.” Begitu juga dalam pekerjaan. Pasti pada bilang, “kan kerjaan berbeda dengan game”. Yuph! Betul! Pekerjaan dan game adalah sesuatu yang berbeda. Tapi, esensinya sama, yaitu baik pekerjaan ataupun game merupakan suatu aktivitas yang memiliki tujuan tertentu. Fokuslah pada tujuan dari aktivitas tersebut. Misal, jika Anda bekerja dengan tujuan untuk memiliki rumah, fokuslah pada tujuan tersebut. Jika semangat mulai menurun dan atau menghadapi masalah, tariklah diri sejenak dan mulailah fokus kembali ke tujuan. Sulit! Tapi, semua pasti bisa melakukannya. Kita memiliki kemampuan untuk fokus kembali pada tujuan. Gunakanlah hal tersebut. Jika kita sudah fokus kepada tujuan tersebut, YEP! Let’s enjoy the game, brothers! Budayakanlah hal tersebut, dan jadilah seorang CLIMBERS!

 

Google Image
Google Image

Anyway, “El Classico” tersebut berakhir dengan kemenangan Barcelona setelah memaksa Madrid bermain hingga adu jotos-jotosan. Barcelona pun melenggang ke Final dan menghadapi Bayern Muenchen. Pada babak final, Barcelona berhasil menang 2-1. Yep! Barcelona won Konami Cup!

2 thoughts on “MADRID & MUENCHEN KEOK DI KAKI BARCA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s