5 Steps Re-Build Your Love Story

a-shor-love-story

“Pasanganmu adalah cerminanmu. Jika kamu mencintainya dengan sepenuh hati, Ia akan lebih mencintaimu, – Brad Pitt”

Jika kita membahas mengenai cinta, tidak akan pernah habisnya. Mengapa? Cinta saja tidak terdefinisikan meskipun sudah banyak literatur ilmiah yang membahas tentangnya. Bahkan, (Seinget saya), di psikologi sosial terdapat kajian ilmiah melalui penelitian mengenai cinta (teorinya Sternberg mengenai The Triangular Theory of Love).

Saya sendiri bukanlah orang yang ahli dalam percintaan. Meskipun berprofesi sebagai psikolog muda (belum resmi psikolog sih, kan masih pengerjaan praktek kerja dan tesis, he he he), saya pun tidak mengambil penjurusan tentang psikologi cinta (emang ada ya?). Saya sempat menjalin hubungan dengan seorang yang sudah sangat mengubah saya. Ya yang pasti ke arah yang lebih baik. Ia mengajari saya hidup santai, tidak terlalu strict dengan rutinitas dan formalitas. Serta, mengajari saya arti bersyukur dalam hidup ini. Dari dia pun, kami sangat menghargai ‘three magic words’, yaitu terima kasih, maaf, dan tolong. 3 tahun bukan waktu yang singkat, bukan pula waktu yang lama.

Sudah banyak kejadian yang kami alami. Harapannya adalah bisa berlangsung terus, akan tetapi kandas di jalan. Ya! Hubungan tersebut gagal. Namun, dari kegagalan tersebut saya belajar banyak hal. Saya juga mencoba membaca banyak literatur mengenai percintaan (udah kayak tesis aja ya pake nyari BAB II tentang kajian teoritis) tapi tidak ada suatu referensi pun yang menunjukkan dan menjelaskan hubungan kami tersebut.

Memang sih, saya sadar banyak yang bakal bilang, “kamu saja tidak berhasil dalam hal cinta, kok berani-beraninya menyarankan sesuatu ke orang lain?” well, jangan anggap ini sebagai saran, tapi sebagai sharing pembelajaran saja.

Tapi, saya ingin mengsharingkan, 5 langkah awal yang MUNGKIN saja bisa membuat suatu hubungan bisa bertahan lebih lama dan lebih awet. Harapannya, ini bisa dipraktekkan bagi kita semua yang membacanya. Artikel yang saya tulis ini didasarkan pada suatu artikel menarik dari seorang yang sempat gagal dalam hal percintaan juga. Gerald Rogers namanya. Bahkan, kegagalannya ini terjadi setelah menginjak usia 16 tahun pernikahan. Check this out…

PROTECT YOUR OWN HEART.

“Aku akan menjagamu dengan sepenuh hatiku!”

SALAH! BUKAN! Bukan itu yang pertama kali lakukan untuk pasanganmu. Tapi

“Aku akan menjaga hatiku untukmu!”

Ketika kamu komit untuk menjaga hatinya, demikian pula kamu harus lebih komit untuk menjaga hatimu terlebih dahulu.

Saya ingin mengutip kata-katanya Gerald Rogers, yaitu

“Love yourself fully, love the world openly, but there is a special place in your heart where no one must enter except for your wife. Keep that space always ready to receive her and invite her in, and refuse to let anyone or anything else enter there.”

FALL IN LOVE OVER AND OVER AND OVER AGAIN

Saya memutuskan untuk pindah kos ke daerah dekat rumahnya. Tak ayal disangka, tempat kos saya terletak di depan rumahnya. Sama seperti lagu dangdut “Pacar Lima Langkah”, mungkin itu yang bisa menggambarkan kehidupan kami selama. He he he.

Pasca pindah kos tersebut, rekan-rekan banyak yang bertanya, apakah saya tidak bosan bertemu dengannya? Kan tiap hari ketemu…

Faktanya demikian, ya! Tiap hari ketemu. Dari pagi hingga malam (kecuali kuliah), pasti kami berdua bertemu. Anehnya, saya tidak merasa bosan sedikit pun. Meskipun kami seringkali beradu argumen, tapi, entah mengapa kata bosan tidak pernah terlintas di benak saya.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan “Fall in love over, and over, and over again”. Jujur, saya tidak mengerti apa artinya cinta. Tapi, statement itulah yang mungkin menguatkanku agar tidak bosan dengan keadaan seperti itu.

REMEMBER THE FIRST

Waktu ke Bali, saya sempat membeli kaos yang bertuliskan

“Ketika rasa cintamu kepada pasanganmu mulai hilang, ingatlah pertama kali kamu jatuh cinta kepadanya”

Dan, saya rasa ungkapan tersebut ada benarnya juga. Saya tidak mengerti apa artinya cinta. Cinta hanya definisikan sebagai suatu perasaan ingin bersama pasangan, memberikan waktu-perhatian-tenaga-materi hanya kepada pasangan, ya apapun itu. Dan saya rasa, perasaan tersebut bisa saja hilang, bukan? Ketika rasa tersebut mulai memudar, ingatlah pertama kali kita membangun rasa tersebut, entah melalui lagu, melalui foto, melalui bau parfum atau apapun. Susah, tapi efektif dalam usaha mempertahankan hubungan.

BE PRESENT

Sampai di satu titik, aku mendapat insight, kadang, cewek itu “hanya” perlu kehadiran kita kok. Nah, definisi operasional kehadiranitu bukan hanya kehadiran fisik loh ya. Berikan waktumu, fokusmu, perhatianmu, dan yang paling penting jiwamu (jangan terjemahkan secara literally loh ya! He he he).

Ketika bertemu dengan pasanganmu, kosongkan isi kepalamu. Sehingga, ketika kamu bertemu dengannya, kamu, ya, kamu sepenuhnya DENGANnya.

Jika psikolog memperlakukan klien konseling secara utuh, perlakukanlah pasanganmu 3 kali, bahkan 5 kali, bahkan 10 kali atau lebih dari klienmu.

BE SILLY

Suatu waktu, saya dan bebek sedang menuju ke suatu pusat perbelanjaan. Di tengah jalan, saya lupa joke apa yang saya katakan. Kami pun tertawa terbahak-bahak. Kami tertawa begitu lepas, begitu ceria, begitu indah. Setelah ‘masa diam’, ia mengatakan kepadaku, “sudah lama kita tidak pernah bercanda seperti ini.”.

Semakin kesini hubungan kami terasa kaku dan dingin. Kami tampaknya terlalu menseriusi hubungan ini. Kami membuat hubungan ini begitu ribet, kaku dan tidak lepas serta mengalir. Candaan yang biasa kami hadirkan pun seakan garing dan ya, apa adanya. Tidak ada candaan yang lepas ataupun kegilaan-kegilaan yang biasanya kita lakukan. Dari hal tersebut saya merefleksikan suatu hal. Gerald Rogers menterjemahkan dalam kalimat ini:

Don’t take yourself so damn seriously. Laugh. And make her laugh. Laughter makes everything else easier.”

Guyonan bikin kita lebih ceria, lebih hidup, dan lebih mengalir. Hidup tanpa candaan adalah bagaikan teh manis tanpa gula (namanya aja teh manis, masa gak pake gula?…atau namanya j-a-y-u-s).

Ada beberapa hal lagi yang sangat menarik dari kajian Rogers. Jika rekan-rekan ingin membacanya lebih lengkap, silahkan buka alamat berikut: http://www.vamshare.com/epic-marriage-advice-from-divorced-man/

Jika ada pengalaman serupa, monggo di share.

 

One thought on “5 Steps Re-Build Your Love Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s