Korelasi Antara Hubungan Politik Dengan Hubungan Asmara: Sebuah Studi Kasus “Ngaco”

Aku seneng ngikutin berita politik. Apalagi, sekarang lagi hot-hotnya pemilu. Hmm, saking banyaknya berita tentang politik, aku coba untuk analogikan politik itu kayak hubungan asmara.

Coba kita liat sama-sama…Kaitan Pemilu dengan Hubungan Asmara…

Pas tahun politik mulai datang…

“Jika saya menjadi dewan, maka saya akan menyejahterakan kalian.” Dan, para warga yang mendengarnya pun seakan bangga, dan berhasrat memiliki si caleg.

Itu sama aja kayak, “Dinda, kalo abang milikmu, maka abang akan membahagiakanmu setiap saat.” Dan, si Adinda pun tersipu malu, dan sangat menginginkan si Arjuna itu…

Sama aja! Si Caleg mulai membeberkan visi-misi dan janji-janjinya, sedangkan si pejuang cinta alias Arwana, ehh, Arjuna mulai PDKT melalui SSI-nya.

Pas kampanye dimulai…

“Saya harus mencari tim sukses untuk menguntungkan saya meraih kursi. Gampanglah, dengan duit yang banyak, pasti pada mau jadi tim sukses saya.” Kira-kira, itu adalah pemikiran si Caleg untuk “memuluskan” jalannya ke dewan.

Itu sama aja kayak, “Aku mau dapetin Adinda. Maka, aku harus PDKT juga ke teman-temannya. Kalo aku uda deket dengan teman-temannya, pasti mereka bisa bantu aku dapetin si Dinda. Gampanglah, aku bisa traktir mereka, atau ajak mereka jalan. Pasti mereka senang.”. Dan, si Arjuna pun mulai bangun komunikasi dengan teman-teman si Adinda itu.

Sama aja! Si Caleg mulai ngumpulin massa buat dukung dia, sedangkan si Arjuna mulai menghimpun teman-teman TO buat bantu PDKT sama di Adinda.

Pas kampanye dimulai…babak berikutnya…

“Kalian, kalo milih saya, hidup kalian akan makmur…bla bla bla…(omongan gombal pun dibeberkan…hmmm, sejauh ini sih dominansi orasi politik hanya dipenuhi bualan belaka. Setuju?)…*tapi, setelah itu, musik dangdut dan cewek seksi pun bertebaran di atas panggung itu…jeng jeng jeng*” Yang pernah ikut kampanye secara langsung harusnya tahu maksudku gimana…

Itu sama aja kayak, “Kalian kalo mau bantu aku PDKT sama Dinda, aku kasi apa aja deh yang kalian mau. *Sambil ditraktir makan dan ngajak karokean di Asu Seneng…Tau kan dimana Asu Seneng itu? Ha ha ha…”

Pas mau pencoblosan…

“Ayo, besok kita rapat di rumah Mr. X. Dia mau bikin serangan fajar. Lumayan, cuannya banyak.” *dan persiapan serangan fajar pun mulai di strategisasikan (bahasa Alaynya si Vicky).”…Serangan fajar? Tahulah maksudnya gimana. Gak usah terlalu frontallah kalo dalam blog. Tau sendiri nih negara bingungin banget aturan-aturan sama undang-undangnya. Zzzzz.

Itu sama aja kayak, “Besok aku udah mau nembak Dinda. Tolong bantuin ya. Nanti gampanglah, segala sesuatu aku urus. Kalo ada apa-apa kalian bilang aja sama aku. *sambil koordinasiin ke teman-teman TO ataupun gangnya.”

Setelah pencoblosan, kan ada dua kemungkinan, lolos jadi dewan atau lolos jadi pasien (kebanyakan yang gak lolos ke dewan, pergi ke psikolog or psikiater deh. Duh, syukur banget ya buat mereka yang jadi psikolog. Banyak job…hahahaha, just kidding…). Nah, selama itu, pasti ada yang namanya tenggak waktu, entah untuk dipake buat rekapitulasi hitung suara ataupun urusan administrasi pasca pencoblosan. Itu sama aja dalam hubungan kalo si TO bilang, “Aku jawab tapi gak sekarang ya…”

Misalnya, lolos jadi anggota dewan…

“Yeah! Hartaku sebentar lagi bertambah. Janji-janjiku dulu, mah? Wah, apa ya? Lupa tuh…” Aku sangat yakin kalo anggota dewan punya sifat untuk melayani, pemikiran tersebut tidak akan ada. Sayangnya, sudah rahasia umum yang jadi anggota dewan, bisa aja untuk perkaya diri. No offence, tapi coba liat berapa banyak yang seperti itu…Tentang janji-janji pas masa kampanye? Apaan ya janjinya??? Lupa tuh…

Itu sama aja kayak, “Yes! Adinda jadi milik aku. Hmm…Lalu???” Lupa deh tentang janji Happily Ever After pas zaman-zaman PDKT. Semoga sih gak begitu ya…hahaha…

Misalnya, tidak lolos jadi anggota dewan…

Untuk Arjuna, ada dua, sakit hati dan patah arang atau, cari TO lagi lah…

Untuk caleg, singkat padat jelas…Dominan ke RSJ, penyembuhan spiritual, atau yaaa, berbagai defence mechanism bermunculan…

Nah, masalahnya, kalo Arjuna mungkin okelah cari TO lagi, tapi, kalo caleg? Gak mungkin donk cari pemilu lagi…hahaha…udah habisin duit, buang malu dan sebagainya ehhh, malah gak jadi…nasib-nasib-nasib…Oh ya, Ada yang menarik, kasian, sakno, dan sebagainya. Ada beberapa calon presiden, yang awalnya (bahkan sebelum masa kampanye) udah sok-sokan tampil di TV, sampe ke raja musik (gak mau bilang aliran musik apa. Tapi pasti tahulah ya…), ehhh, malah potensi bakal gak bisa ikut pilpres atau bahkan “dikeluarkan” dari partainya karena partainya gak dapat cukup suara…itu, sadis…*Afgan nyanyi lagu…”Terlalu sadis caramu…” hahaha…

Sebenarnya, masih banyak analogi dalam dunia politik dengan hubungan asmara. Hanya saja, gak mungkin aku nulis itu semuanya disini. Kalo teman-teman ada yang bisa ngasi analogi lainnya, monggo…

Artikel ini sih hanya opini aja. Mungkin ada yang setuju, atau ada juga yang gak setuju. Ora po po. Atau, bahkan ada yang tersindir? Ha ha ha. Sorry ya, hanya memberikan pandangan aja kok…he he he…No Offence…

FYI, ini ada beberapa istilah yang aku pake di atas:

SSI – Speak-Speak Iblis, itu kayak modus ngomong gitu lah. Nge-gomballah bahasa kerennya

TO – Target Operation, dalam hal ini kita sepakat sebut sebagai Adinda.

 

Have a great day…

 

#PointOfView

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s