Bapa Suci Sudah Menjadi Santo, Akhirnya…^_^

 

Google Image
Google Image

Gereja Katolik kembali ‘merestui’ dua orang spesial untuk menjadi Santo karena pernah rockin roll di dunia melalui berbagai aksinya. Mereka adalah Paus Santo Yohanes XXIII dan Paus Santo Yohanes Paulus II.

John XXIII
John XXIII

Paus Santo Yohanes XXIII sendiri dijadiin Santo karena dianggap memperbaharui Gereja Katolik dengan Konsili Vatikan yang kedua. Sedangkan, Paus Santo Yohames Paulus II lebih dikenal sebagai misioner sejati yang berkeliling dunia untuk mewartakan cinta kasih.

Sebenarnya, aku sendiri gak terlalu kenal bahkan dekat dengan sosok kedua ex­ Bapa Suci ini. Tapi, aku punya pengalaman spiritual sendiri yang pengen aku sharing khususnya tentang Om Carrol Woyjtila.

Carrol Woyjtila adalah nama asli dari Bapa Paus Santo Yohanes Paulus II. Waktu itu aku lagi tidur di kursi. Sudah malam sih, sekitar jam 2 apa 3 di subuh hari. Nah, aku tiba-tiba mimpi, aku didatangi seorang yang sudah tua, tapi masih sangat kelihatan berwibawa. Awalnya aku pikir yang datang ke mimpiku itu adalah almarhum engkongku. Tapi, pas aku liat dan perhatin kok beda ya. Kalo orang Jawa bilang, “howoe beda”. Aku awalnya gak tahu, kenapa kok sosok itu datang kepadaku. Lalu, sosok itu kayak ngangkat tangannya, aku ngeliat kayak ada cahaya gitu lah. Cuma gak ngerti juga sih.

Pasca itu, aku langsung bangun. Keringetan gitu badanku. Memang mimpi doang sih. Hanya saja aku gak tahu apa itu artinya, sampe besoknya aku bangun dan dengerin kabar bahwa Paus Yohanes Paulus kedua barusan meninggal dunia. Pas aku cek di berbagai berita, ternyata jam kematian Paus hampir sama dengan kejadian mimpi yang aku alami pas malam itu. Antara percaya atau tidak, aku merasa, ini bukan suatu kebetulan. Paus datang kunjungi aku di malam ia wafat. Terima kasih Bapa Suci bisa rasain pengalaman seperti itu.

John Paul II
John Paul II

Aku sangat beruntung dan keberuntunganku bukan sampai disitu saja. Gereja-gereja di seluruh dunia membuat misa requiem buat Bapa Suci. Dan, aku boleh berkesempatan untuk bertugas dalam misa tersebut sebagai misdinar. Misa requiem itu adalah salah satu misa yang sangat amat berharga buatku. Biasanya, aku hanya bisa melayan secara formal, bahasanya, “ya tugasku gini, ya aku kerjain ini.” Tanpa mikirin esensi dari misa. Pada saat melayan di misa requiem itu, aku benar-benar hanyut dalam misa tersebut. Benar-benar menghayati bahkan menikmati waktu per waktu saat misa berlangsung.

Sejak saat itu, aku sering menyebut nama doa Bapa Suci sebagai salah satu pelindungku. Aku memang bukan siapa-siapa. Tapi, aku merasa menjadi sangat spesial sudah bisa merasakan pengalaman spiritual seperti itu. Syukurlah Bapa Suci sudah menjadi Santo saat ini, sehingga berkatnya pun akan makin terpancar atas kita.

 

#PointofView #Refleksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s