Divergent: Ketika Manusia Difaksikan Berdasarkan Kepribadiannya…

Peperangan besar udah terjadi di dunia ini. Pasca perang, masyarakat dibagi menjadi 5 faksi dengan tujuan untuk menjaga perdamaian. Tiap individu udah terlahir di faksi tertentu. Namun, pada saat remaja, mereka akan menjalani tes kepribadian sekaligus diberi kesempatan secara bebas untuk memilih satu diantara kelima faksi. Kelima faksi tersebut adalah:

Divergent - Google Image
Divergent – Google Image

CANDOR. Mereka ini ceplas-ceplos tapi jujur. Mereka tidak pernah berbohong. Gak heran profesi yang ditekuni oleh para faksi ini adalah hakim dan penegak keadilan.

ERUDITE. Kelompok orang pintar, para ilmuan dan akademisi yang otaknya tuh, beh gak tahu deh makannya apa. Seperti otaknya yang kayak speedy, mereka tentu saja bekerja di bidang penelitian, dan kebanyakan habisin waktunya untuk menemukan penemuan-penemuan baru.

AMITY. Faksi ini pencinta damai. Kayaknya sih, hidupnya itu happy-happy wae. Cenderung mereka berprofesi sebagai petani atau berladang.

ABNEGATION. Sang bijak dan mereka ini suka menolong. Tingkat empatinya sangat tinggi. Seharusnya sih begitu. Makanya, tidak heran mereka bekerja di bidang pengolahan pemerintahan. Sebutan kerennya, politikus-lah.

DAUNTLESS. Polisi dari dunia baru ini. Mereka ini kumpulan orang-orang yang berani, nomor satu dalam hal kekuatan fisik dan mental. Mereka bener-bener ditempa sehingga mampu menghadapi berbagai ancaman baik dari negara sendiri maupun dari luar.

Diluar kelima faksi tersebut, ada dua kelompok lagi yang biasanya “dijauhi” atau bahkan tidak dianggap keberadaannya. Kelompok pertama adalah Non-Faksi, mereka adalah kelompok yang tidak mendapatkan faksi satupun atau pada saat berada di dalam suatu faksi, mereka gagal dalam menjalani berbagai tesnya. Kelompok yang kedua adalah kelompok yang paling tidak disukai oleh para “penjaga utama” dunia ini, yaitu DIVERGENT. Divergent tidak jelas memiliki kepribadian apa, bahkan mereka bisa menjadi seorang yang sangat pemberani layaknya Dauntless tapi memiliki hati seorang Abnegation.

Nah, selanjutnya, si kaum Erudite ini ingin menguasai dunia, yang selama ini dikuasai oleh kaum Abnegation. Saking pintarnya, mereka pun menggunakan ‘jasa’ dari para Dauntless dengan mengkontaminasikan cairan tertentu ke dalam otak para Dauntless.

Divergent - Google Image
Divergent – Google Image

Itulah gambaran film teranyar di layar kaca, Divergent, adaptasi dari novel trilogi karangan Veronica Roth.

Film Divergent tentu saja hanyalah science fiction yang tidak mungkin terjadi di dunia real. Hanya saja, jika kita lebih cermati, tatanan masyarakat kita ini sudah terbagi menjadi faksi-faksi, dan hampir sama dengan film tersebut. Lihat saja para kaum Abnegation, yaitu orang-orang politikus yang memang kerjaannya memegang roda pemerintahan. Ataupun, para Erudite, yang didunia nyata adalah para akademisi, profesor, ahli laboratorium dan siapa saja yang bekerja di bidang kemajuan teknologi.

Sebenarnya, film ini sudah sangat menggambarkan kejadian real yang ada di dunia ini, meski memang tidak se ekstrim di film. Nah, pertanyaannya, apakah situasinya bakalan bisa sama seperti yang ada di film Divergent tersebut? kalo demikian, bagaimana tindak lanjut kita? dan, kelompok manakah Anda? Ha ha ha…Coba deh ditonton filmnya. Keren abis!

images

#Point Of View#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s