Pesawat Kepresidenan itu Gak Pro Wong Cilik? Gak Juga Ahh!

Pesawat Kepresidenan RI, Boeing 737-800 BBJ II
Pesawat Kepresidenan RI, Boeing 737-800 BBJ II

Dari kemarin, aku ngikutin berita tentang pesawat kepresidenan baru jenis Boeing Business Jet (BBJ II), yang setara dengan Boeing 737-800. Banyak orang yang bilang, sih, tuh pesawat Air Force One Indonesia. Ahhh! Kalo itu, aku gak setuju. Secara, AFO itu pake quartle engine, sedangkan pesawat kita itu ‘hanya’ double engine aja. He he he. Meski begitu, secara penampakan, pesawat tersebut keren emang, apalagi balutan warna biru dan putih plus ada lambang Garudanya juga.

Tampaknya, pesawat dengan harga lebih dari 5 milyar itu mengundang pro dan kontra. Ada yang mengatakan bahwa pesawat kepresidenan itu menunjukkan ‘taring’ Indonesia, tapi ada pula yang bilang, “ahh, mending duit itu dikasiin ke rakyat miskin aja.”

Aku pribadi lebih setuju dengan pro, Indonesia punya pesawat kepresidenan sendiri. FYI, selama ini, presiden ‘menumpang’ pesawat Garuda Indonesia saat melaksanakan tugas kepresidenannya. Nah, masalah yang timbul adalah presiden harus menyesuaikan jadwal penerbangan Garuda Indonesia, dan atau sebaliknya, si Garuda yang harus sesuaikan. Daripada ribet kayak gitu, mendingan kan presiden punya pesawat sendiri. gak repot-repot. Masa negara kepulauan terbesar di dunia nganterin presidennya kemana-kemana pake pesawat komersial? Iwhhh banget…^_^

Selain itu, dengan adanya pesawat kepresidenan, Indonesia mulai bisa tunjukkan lagi ‘jati diri’nya. Indonesia bisa lebih branding lagi ke dunia internasional, ini loh gw, Indonesia. Punya pesawat sendiri. he he he. Jika branding-branding seperti ini konsisten dilakukan, bukan tidak mungkin wajah Indonesia di dunia internasional lebih diperhitungkan. Dampak positifnya ke depan (meski tidak langsung dan cenderung lama), makin banyak orang yang kenal Indonesia dan akhirnya bisa meningkatkan kondisi ekonomi Indonesia. Misalnya, makin banyak turis datang ke Indonesia, makin banyak investor tanam modal di Indonesia, dan sebagainya. Nah, itu dampak tidak langsung dari seorang presiden Indonesia punya pesawat sendiri, gak joinan lagi sama pesawat komersil (meski pesawat pelat merah loh ya si Garuda itu) pada saat tugas kepresidenannya.

Pesawat Kepresidenan RI, Boeing 737-800 BBJ II
Pesawat Kepresidenan RI, Boeing 737-800 BBJ II

Kalo ada yang bilang, “ahh, Kandy gak pro ke kaum papa.” Bukan tidak pro. Aku juga seringkali rada gak seneng keputusan-keputusan pemerintah, kayak ‘pelesiran’ ke luar negeri dengan dalih studi banding, dan sebagainya. Tapi, kadang, ada juga keputusan pemerintah yang secara tidak langsung bisa membuat keuntungan tertentu (meski tidak langsung dan lama), ya contohnya dengan pengadaan pesawat kepresidenan ini nih. Nah, apakah pesawat kepresidenan gak pro wong cilik? Gak juga ahh…

Kita boleh protes ke pemerintah karena penggunaan anggaran yang lumayan gila-gilaan tanpa ada justifikasi dan manfaat praktis ke negara sendiri (ROI-nya gak jelaslah). Tapi, sebelum kita protes, ada baiknya dikritisi dulu setiap keputusan tersebut. Mungkin aja ada suatu keuntungan bayangan yang bisa negara dapatkan dari keputusan para teras tersebut.

Anyway, selamat datang pesawat kepresidenan ^_^, semoga suatu hari bisa foto sama nih pesawat. Amin!

#Point of View

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s