Selfie SUDAH Menjadi Gangguan Psikologi?!

Google Image
Google Image

Siapa sih yang gak tau tentang ‘selfie’? Itu tuh, narsisan sendiri pake kamera apa aja lalu di-posting ke sosial media. Nah, beberapa hari lalu, aku dapetin info burung bahwa ‘selfie’ termasuk gangguan mental, alias sakit psikologi…Nah, loh!

Apakah benar atau gak aku juga belum pernah menemukan penelitian ilmiah terkait hal itu. Tapi, pagi ini, aku sedang update info di berita online, lalu dapetin berita bahwa ‘selfie’ sudah dikategorikan sebagai mental disorders oleh American Psychiatric Association (APA). Coba deh buka di alamat ini… http://adobochronicles.com/2014/03/31/american-psychiatric-association-makes-it-official-selfie-a-mental-disorder/

Dalam rapat ‘Annual Board’ dengan para petinggi APA di Chicago, APA secara resmi udah secara resmi mengonfirmasi bahwa ‘selfie’ termasuk kategori gangguan. Gangguan ini dinamakan ‘SELFITIS’. Selfits dikategorikan sebagai gangguan obsesif kompulsif dengan memiliki keinginan untuk memotret dirinya sendiri lalu menampilkannya ke media sosial. Selfits dianggap sebagai ‘jalan keluar’ untuk menutupi rasa percaya diri dan self-esteem yang rendah serta kurang mampu membangun keintiman dengan orang lain.

Google Image
Google Image

APA juga uda membagi tingkatan dari Selfits, yaitu

  1. Borderline Selfits: Gak terlalu parah lah. Paling gak foto selfie minimal tiga kali sehari tapi gak posting di sosial media.
  2. Acute Selfits: Lumayan mulai lebay. Foto selfie minimal tiga kali sehari tapi, setiap kali dia foto, ehhh, di posting di sosial media.
  3. Chronic Selfits: Ini nih, yang kayaknya bisa jadi sangat gangguan. Hampir setiap jam dikatakan oleh APA foto selfie, lalu langsung di posting ke sosial media. Paling gak, enam kali sehari.

Menurut aku pribadi, sih, selama tidak menganggu aktivitas sehari-hari, ya gak masalah. Tapi, kalo sudah mengganggu, nah, perlu diadakan suatu terapi. APA menyatakan, ketika seseorang menjadi Selfits, salah satu terapi yang bisa mengatasi Selfits adalah dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Praktisnya, cara berpikirnya si Selfits yang kita ubah.

Apakah kamu juga Selfits? Hahaha…pisss

#Psychology Zone#

Nb: Artikel dalam #Psychology Zone# boleh menjadi bahan acuan untuk mengerti dan memahami tentang teori-teori psikologi secara praktis. Tapi, sebagai penulis, saya sangat MELARANG artikel ini dijadikan landasan teori ketika Anda menulis suatu karya ilmiah. Artikel ini adalah opini refleksi (meski didasari kajian pustaka) yang tidak memenuhi kriteria landasarn teoritis suatu kajian karya ilmiah.

 

 

 

 

One thought on “Selfie SUDAH Menjadi Gangguan Psikologi?!

  1. yup” asal tidak menggagu aktivitas sehari , akan menjadi sarana refreshing di mana penatnya perkerjaan kanto .
    kadang2 staff kantor kita juga sering selfie juga nih…
    hohohoho…🙂

    bro ijin sharing……
    yang ingin jelas lagi tentang selfie lebih jauh dan apa saja fenomena apa yang ada di dalam selfie yu visit website kita…. hohoh🙂

    http://introducing-the-selfie.tk

    atau kalian dapat cari di google dengan keyword : introducing selfie – new generation

    atau kalian dapat follow tiwitter kita di @narsis_selfie
    jangan lupa comment kalian di page say hello ya…
    terima kasih…🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s