Struktur Kepribadian Freud

Google Image
Google Image

Sebenarnya, sudah banyak teori dan buku-buku tebal yang membahas tentang Sigmund Freud, Bapak Psikoanalisa dari akhir abad 19. Beragam teori dikemukakan oleh ilmuan yang berprinsip bahwa seks adalah dasar kekuatan manusia. Salah satunya adalah teori tentang struktur kepribadian.

Struktur kepribadian Freud secara sederhana terdiri dari 3 struktur, yaitu id, ego dan superego. Begini penjelasannya:

  1. Id

Freud percaya, id adalah energi utama manusia yang kemudian dikenal sebagai libido (libido tidak hanya terkait masalah seks loh ya meskipun Freud memang sangat menekankan peran seks sebagai kekuatan utama manusia juga). Id dikatakan terpenuhi ketika kita “selalu” memenuhi keinginan pribadi tanpa diolah secara mendalam dalam proses berpikir (Pleasure Principal). Id selalu bekerja berdasarkan prinsip kesenangan. Id gak mau ribet-ribet mikir. kalo id mau A, ya harus dituruti.

Jika id terpenuhi, si orang tersebut akan puas. Tapi, apabila id tidak terpenuhi, orang tersebut akan menjadi sangat tidak nyaman, bahkan bisa cemas. Id yang tidak bisa dipenuhi itu kemudian di tekan ke alam bawah sadar yang kemudian bisa terwujud dalam berbagai cara. Misalnya, sleep of tounge, mimpi, atau bentuk mekanisme yang lain.

Secara sederhana dari id begini, kita mau melakukan seks, ya nge-seks, kita mau nge-drugs ya nge-drugs, atau parahnya, jika kita kesal dengan seseorang, dan ingin membunuhnya, tanpa pikir panjang kita akan langsung membunuhnya.

*just joking, tapi perlu pertimbangan*, kasus pembunuhan Ade (alm) oleh mantan pacarnya itu bisa jadi karena si H dan S, tidak bisa mengontrol id-nya.

  1. Superego

Id pengennya dipuaskan. Tapi, kalo kita selalu nurutin kemauan id, dunia pasti kacau. Oleh sebab itu, syukurlah Tuhan menciptakan manusia secara sempurna menurut gambaranNya. Ia menciptakan superego.

Superego secara sederhana adalah filter terhadap id. Dalam superego berisi nilai-nilai, moral, budaya, pelajaran, dan segala sesuatu untuk mencegah agar id tidak melulu dipuaskan. Superego dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pola asuh, dan sebagainya. Intinya, superego bekerja atas dasar prinsip moral.

Jika superego dapat dipenuhi, paling tidak orang dapat berlaku sesuai aturan normatif dalam masyarakat. Tapi, apabila orang terlalu menekankan pada penggunaan superego, ia cenderung bisa menjadi orang yang sangat kaku dan idealistik terhadap norma dan hukum yang berlaku. Nah, sebaliknya, bila superego tidak terpenuhi, maka orang tersebut akan mengalami perasaan gak enak, sungkan, dan sebagainya hingga bisa jadi mencapai tahap rendah diri.

Dalam contoh kasus pembunuhan Ade (Alm), oleh mantan pacarnya si H dan S itu, sebenarnya bisa saja tidak terjadi, apabila id yang meronta-ronta didalam diri H dan S dapat difilter dengan superego. Aku yakin, sejahat dan sesadis apapun seorang pembunuh itu, pasti ada superego yang pernah tertanam dalam dirinya (paling tidak hal-hal yang normatif)

  1. Ego

Id dan superego bagaikan magnet yang saling tolak menolak. Id selalu pengennya dipuaskan. Di sisi lain ada si superego yang “melarang” agar tidak semua keinginan id terpenuhi. Di tengah id dan superego terdapat ego. Ego bekerja atas dasar prinsip realitas. Struktur ini yang kemudian disebut Freud sebagai “penentu kebijakan manusia”.

Ego adalah struktur kepribadian yang paling kasihan karena paling banyak mengalami masalah. Di sisi lain, ego adalah penentu keputusan apa yang akan dilakukan. Ya bagaimana tidak, si id seneng banget maksa supaya keinginannya terpenuhi. Sedangkan si superego “sok-sokan” larang id karena tidak sesuai dengan prinsip moral. Nah, hasilnya, ego banyak mengalami kecemasan.

Ketika ego sudah cemas, ia akan memunculkan suatu perlawanan yang disebut mekanisme pertahanan diri (defence mechanism – akan dijelaskan dalam artikel berikutnya). Defence inilah yang akan membantu ego untuk mengurangi kecemasannya. Tapi, jangan salah, ego yang sudah tidak terlalu cemas itu bukan tidak mungkin bakal muncul lagi dikemudian hari dalam bentuk manifestasi yang beragam.

Dalam kasus pembunuhan Ade, publik pernah ditunjukkan dengan foto senyum pada saat si pelaku pembunuhan, H dan S diperiksa polisi. Senyum yang ditunjukkan oleh H dan S itu mungkin saja adalah bentuk defence mechanism dari mereka.

 

Google Image
Google Image

#Psychology Zone#

Nb: Artikel dalam #Psychology Zone# boleh menjadi bahan acuan untuk mengerti dan memahami tentang teori-teori psikologi secara praktis. Tapi, sebagai penulis, saya sangat MELARANG artikel ini dijadikan landasan teori ketika Anda menulis suatu karya ilmiah. Artikel ini adalah opini refleksi (meski didasari kajian pustaka) yang tidak memenuhi kriteria landasarn teoritis suatu kajian karya ilmiah.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s