STOP TEORI! STOP PRAKTEK! JUST MAKE IT SOLVE…

There is some phrase in my college life says, “Practice is better than Theory”. The question is “which point of view do we see that matter? How to make it balance?

Pernyataan seperti ini memang sangat sering saya dengar. Bahkan, di beberapa kesempatan, terlibat adu argumen untuk membahas apa yang lebih baik dari apa. Tapi, ketika mulai membandingkan sesuatu, tampaknya kita akan mulai kehilangan esensi dari maksud hal tersebut. abstrak? Ya tentu! Mari kita jabarkan, apa itu praktek apa itu teori dengan menggunakan kata SEPAKAT.

Teori, menurut saya adalah kumpulan ‘omongan’ satu atau lebih yang telah dibuktikan dengan sejumlah penelitian ilmiah, dibakukan, hingga dibukukan. Bahkan, ada beberapa teori yang tak lekang oleh waktu.

Praktek, menurut saya adalah kumpulan ‘aksi’ nyata dari orang atau lebih dalam melakukan sesuatu.

Kita sering membandingkan, “Halah, praktek lebih baik dari teori. Kan lewat praktek kita bisa mengenal langsung apa yang kita kerjain.” Atau “Lah, kalo kita kuliah, teori donk penting. kan lewat teori itu kita bisa ada landasan supaya melakukan sesuatu.”

So, the problem is, dari sudut pandang mana kita melihat mana yang lebih penting darimana? Apakah dari seorang mahasiswa yang gemar praktek tapi tidak mengindahkan teori “Ohhh, kalo ada masalah A ya mungkin bisa dihadapi dengan solusi B. Kan kapan hari solusi B itu efektif? atau dari seorang mahasiswa kutu buku yang apa-apa harus berdasarkan buku Ohhh, masalah A menurut Mr.X harus diatasi dengan solusi B.”

Jika kita lihat, toh, sama saja praktek dan teori kita gunakan untuk making problem solving. Sehebat apapun pengalaman yang kita miliki sama hasilnya adalah 0 ketika kita tidak dapat menyelesaikan suatu masalah. Sama dengan sekuat apapun kita menelan isi buku, sama hasilnya adalah 0 juga ketika masalah yang kita tangani malah makin membulet.

Jadi, muncul pertanyaan, “Gimana donk menyeimbangkan itu?” saya percaya semua hal di dunia ini adalah seimbang dan dapat diseimbangkan. Tapi, cara untuk menuju keseimbangan itulah yang sangat sulit. Sama halnya kita ingin menyeimbangkan teori dan praktek. Sangat sulit.

Di kerjaan, saya disuruh membuat berbagai analisa terhadap pekerjaan dari para karyawan. tentu saja, saya menggunakan panduan dari berbagai sumber termasuk buku serta proses kerja yang saya lihat dan amati selama ini. Namun, ketika dihadapkan kepada bos, semuanya itu dimentahkan karena menurutnya tidak sesuai dengan keinginannya. Awalnya saya merasa, mungkin kinerja saya belum terlalu apik. Tapi, ternyata, sebelum saya, sudah banyak para konsultan berpengalaman dan terkenal yang mencoba untuk meruntuhkan ‘dinding’ si bos ini, tetap saja tidak bisa.

Nah, apakah disini kita bisa membuat perbandingan mana yang lebih baik, teori atau praktek jika solusi yang kita tawarkan tidak bisa digunakan? useless. There are so many things about how to solve some problems apalagi di dunia industri. Budaya, iklim organisasi, belief, value, dan berbagai hal lainnya yang tidak tertulis di buku ataupun tersirat dalam pengalaman pun mempengaruhi how to solve our problems.

Apakah kita akan tetap membanding-bandingkan mana yang lebih penting atau lebih better???atau fokus bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi?

Just try it, guys! Work life is crueler than our college life, and it is true! So, STOP TEORI! STOP PRAKTEK! JUST MAKE IT SOLVE…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s