Safe Sex = No Free Sex?!


Pada artikel “Free Sex Remaja Bandung Mengkhawatirkan” disebutkan bahwa “Kehidupan seks bebas (free sex) di kalangan remaja Bandung makin mengkhawatirkan. Hal itu tergambar dari terus meningkatnya data tentang hubungan seks pranikah yang masuk ke lembaga konseling Mitra Citra Remaja (MCR)-PKBI Jawa Barat. Jika pada 2002 tercatat hanya ada 104 kasus, setahun berikutnya melonjak menjadi 170 kasus. Diyakini, angka itu tidak mencerminkan kasus yang sebenarnya. Ibarat fenomena gunung es, kenyataan di lapangan bisa lebih besar lagi.”

Selain itu pada artikel “45% remaja lakukan free sex” dijelaskan bahwa, “Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKN) M Masri Muadz menyatakan, berdasarkan hasil survei perusahaan kondom pada 2005 di hampir semua kota besar di Indonesia dari Sabang hingga Merauke, tercatat sekitar 40%–45% remaja antara 14–24 tahun menyatakan secara terbuka bahwa mereka telah berhubungan seks pranikah.”

Dan masih begitu banyak artikel yang membahas peningkatan aktivitas free-sex terutama di kalangan remaja. Aktivitas free-sex yang dimaksud disini lebih ditujukan pada aktivitas melakukan hubungan seksual pra-nikah. Begitu banyak penelitian dan artikel pun membahas tentang dampak free-sex itu sendiri serta begitu banyak pakar-pakar pendidikan ataupun seminar-seminar yang membahas tentang bahaya sex pra-nikah itu sendiri. Tapi, mengapa free-sex serta sex di luar nikah masih ada bahkan meningkat dari tahun ke tahun?

Tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia khususnya telah terjadi begitu banyak isu perubahan sosial ataupun globalisasi. Tapi, itu tidak serta merta dapat dikatakan karena Indonesia mengadaptasi dunia barat (kebanyakan) oleh sebab itu, pergaulan bebas semacam ini pun turut diadaptasi. Terjadinya sex di luar nikah tidak serta merta karena remaja, khususnya, begitu cepat masuk ke dalam pengaruh globalisasi yang kurang disaring (wah, dari pernyataan ini seakan saya sangat mendeskritkan dunia barat dan globalisasi itu negatif serta amat sangat normatif) tapi juga, banyak juga faktor lain yang mendukung.

Salah satu dampak yang paling mungkin timbul dari sex pra-nikah adalah kehamilan di luar nikah itu sendiri. Nah, yang menarik disini adalah sex-pra nikah itu makin meningkat dari tahun ke tahun salah satunya karena ada faktor yang mendukung juga. “kan yang penting gak hamil.” Itu adalah salah satu pernyataan yang pernah saya tanyakan kepada rekan yang pernah melakukan hubungan sex-pra nikah.

Perkembangan zaman yang begitu pesat pun membuat industri-industri pun mencari cara apa saja yang paling berkembang dan bertumbuh saat ini. Dan tampaknya keamanan dalam melakukan hubungan sex adalah suatu yang berkembang saat ini. Di situs mediadata.co.id disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil karet kedua terbesar di dunia, dan di dalam dunia agribisnis karet,industri kondom menyerap 17% pemanfaatan yang karet yang dihasilkan di Indonesia. Di artikel “Produksi Kondom PT MRB/RNI Group Meningkat” disebutkan bahwa pada tahun 2010 kebutuhan kondom meningkat hingga 1 juta gros, target tumbuh drastis sebesar 87.5% dari produksi tahun lalu,  dan pada Oktober 2010, produksi kondom Mitra Rajawali mencapai 280.000 gros.

Nah, memang pada artikel-artikel tersebut dijelaskan produksi kondom ditujukan untuk mendukung program keluarga berencana ataupun mencegah HIV/AIDS bagi yang sudah menikah, tapi, kan tetap saja dijual secara bebas. Hampir semua usaha ritel ataupun apotek menjual alat-alat kontrasepsi (at least kondom) secara bebas. Harganya pun bisa dikatakan terjangkau. Hotel-hotel ataupun tempat-tempat penginapan sekarang sudah cukup banyak yang menyediakan kondom di dalam kamar sebagai salah satu bidang usaha tambahan. Ditambah lagi dengan perubahan zaman sekarang ini terhadap sex pra – nikah. Tidak heran jika angka free-sex meningkat, apalagi para pelakunya selalu berasakan “Asal gue gak hamil!” Dari sini pun muncul pertanyaan retoris untuk kita semua,

“Sekarang ini, yang perlu kita cegah, free-sex atau cegah hamil?”

Dalam hemat saya, saya pikir dengan melihat kemajuan dunia ditambah lagi kemajuan industri sekarang mencegah kehamilan adalah yang paling masuk akal. Mengapa? Okelah para pembicara hebat dan ahli motivator bisa berbicara dalam seminar-seminar bahkan gratis tentang bahaya dan dampak free-sex. Tapi, apakah dengan adanya seminar-seminar atau kegiatan preventif lainnya dapat menurunkan angka sex di luar nikah tersebut? Saya pikir tidak. Banyak aspek-aspek pendukung yang secara tidak kita sadari mendukung meningkatnya free sex tersebut. Jika kita berbicara dari posisi industri, mungkin bisa dikatakan, “toh trend sekarang ini adalah pergaulan bebas. Kan yang penting tidak hamil. Yasudah, industri kondom dan alat kontrasepsi jalan, dapat untung gede, para konsumen mencapai trend mereka. Selesai.” Roda bisnis pun berjalan.

Jadi, safe sex = no free sex? I don’t think so, because safe sex = without to be pregnant…

 

Wihhh, serem ya dunia sekarang? He he he…yaaa kadang, saya pun berpikir serem. Pergaulan bebas dan akhirnya berujung pada kehamilan di luar nikah…Oh No!!!

Yasudah, biarkan saja seperti itu, yang penting, bagi saya pribadi, meskipun trend jangan dulu deh melakukan aktivitas sex di luar nikah… ya ampunnn…X_X

 

Sumber:

http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=6420.0

http://aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=222

http://mediadata.co.id/MCS-Indonesia-Edition/dinamika-agribisnis-dan-industri-karet-indonesia.html\

http://www.bumn.go.id/rni/publikasi/siaran-pers/produksi-kondom-pt-mrb-rni-group-meningkat/

6 thoughts on “Safe Sex = No Free Sex?!

  1. Hahahahaa..
    kalimat terakhirmu..
    “Yasudah, biarkan saja seperti itu, yang penting, bagi saya pribadi, meskipun trend jangan dulu deh melakukan aktivitas sex di luar nikah… ya ampunnn…X_X”
    berarti ntar gak tau kapan (bisa besok, bulan depan, minggu depan,etc) bakal ngelakuin donk??

  2. Wew… Untuk issue ini, saya cuma bisa bilang, “Lakukan saja, terserah, asal tahu konsekuensinya. Kalau bagimu konsekuensinya menyenangkan, ya sudah, itu hal yang baik bagimu.”

    Yang penting kesadaran.

    Gitu Kand.

    _/\_

  3. sex sex sex,,
    hmm,,apa iaa?gmn iaa?
    hahahah..

    trus tuh gmn carax tuh biar free sex g terjdi?hahaha
    sesulit apa sih klo free sex tuh g ada? *sepertinya sulit tuh* hahaha

    terlalu banyak pertanyaan justru klo soal beginian ly..
    tapi banyak yg g bisa dijawab secara logika.
    banyak yg blg punya Tuhan tpi ttp dilakuin,banyak yg bilang ini dan itu ttg sex tapi pada kenyataanx justru sebaliknya.
    sangat sangat mencengangkan lah..

    q mpe bingung klo ngomonginnya,karena ada bbrp teman jg yg melakukan hal ini dan menurut mreka itu fine fine aja,lah trus q g bisa apa2 juga kan?hahahaha.. =))

    1. hahaha,,,kalo uda gaya hidup n “tuntutan zaman” (sound weird, isn’t it?), ya mau diapain lagi bis.hehehehe…kalo ada yang melakukan ini n merasa fine2 aja, berarti, tinggal gimana cegah supaya tidak hamil. seperti yang aku bilang di artikel ini, cenderung, susah untuk cegah free sex, tinggal gimana cegah supaya gak hamil…heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s