“Alcazar: Kalian Anggap Mereka Rendah, Gue Anggap Mereka Superstar!”

Kalo liat gambar di atas, siapa sih yang tidak terpesona dengan kecantikannya? He he he… make up yang pas ditambah lagi dengan paras ayu serta dipadankan dengan busana dress yang makin membuat dirinya “bersinar”

Tapi, siapa sangka ia adalah lady-boy atau biasa kita sebut . . . . .banci!

Yap, yap. Di Indonesia, kaum yang disebut trans-sexual ini adalah salah satu kaum marginal dan tentu saja, seringkali mendapat hujatan negatif dari berbagai pihak. Seperti yang kita tahu, banci adalah berjenis kelamis pria namun bertingkah, berpakaian, hingga ada yang mengubah dirinya secara fisik menyerupai wanita. Banyak yang bilang itu dosa dan penyakit karena mengubah dirinya tidak sesuai kodratnya yaitu pria, ada juga yang bilang mereka adalah kaum yang menjijikan karena cenderung pekerjaan mereka adalah sebagai (aku bingung nyebutnya) pelacur (pelacur bukannya untuk wanita saja ya???) dan atau pengamen. Sudah menjadi tidak sesuai kodratnya, ehhh, menjadi pelacur lagi menjajakan diri gitu. Banyak sekali hujatan-hujatan yang ada.

Tetapi, ya tentu saja tetap manusia. Kebutuhan untuk aktualisasi pun ingin dipenuhinya. Dan puncaknya, berbagai kongres atau pertemuan pun di selenggarakan. Tetapi tetap saja berbagai pihak tidak menyetujuinya. Lihat saja kongres “Regional International, Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Intersex Association/ILGA”, 26-27 Maret 2010 yang sedianya akan dilaksanakan di Surabaya ditolak habis-habisan.

Yasudah, tapi, mari kita terbang lagi ke Pattaya untuk membuka mata secara internasional!

ALCAZAR! THE MOST TALENTED SHOW THAT I HAVE EVER SEEN!

Negeri Gajah Putih, Thailand memang selain terkenal karena gajah putihnya, terkenal pula akan banci-bancinya. Lihat saja foto-foto di bawah ini . . . . .

Tetapi, disinilah potensi, kreativitas, keindahan seni, dan berbagai hal esensi lainnya menyatu dan memadu dalam Alcazar Show. Show para kaum transgender berupa tari-tarian yang menyerupai drama musikal. Pertunjukkan yang berdurasi 1 jam ini di bagi ke beberapa sesi dan tiap sesi memiliki cerita-cerita sendiri. Seperti pada sesi pertama adalah perkenalan semua pemeran dalam show ini, lalu dilanjutkan ke tarian tradisional thailand, lalu ke tarian tradisional Malaysia, China, Vietnam, Russia, Korea Selatan, hingga tema ruang angkasa. Selain itu pula, mereka memadukan dengan hal-hal yang lagi in sekarang seperti K-POP. Menakjubkan! Riasan dan  wajah mereka dihias sedemikian rupa sehingga menyerupai wanita asli, dan memang, menurut aku cantik. Ini memang penilaian pribadi. Aku terpesona dengan riasan, serta kemampuan mereka ber-performans. Setelah show berakhir, mereka turun dari panggung, berbaur dengan penonton dan ketika penonton ingin foto bersama mereka, Anda harus rela membayar 40 baht (sekitar 12ribu) kepada mereka.

Ternyata, banci yang selama ini dianggap negatif, tidak selamanya negatif. Adalah halal pekerjaan yang mereka lakukan dalam show tersebut dibandingkan dengan berbagai stereotipe yang beredar di masyarakat kita. memang tidak semua banci masuk dalam show tersebut, dan tidak bisa dihindari ada juga kaum tersebut yang tetap berprofesi sebagai penjajah tubuh di bagian jalan lain kota Pattaya. Tapi, bukankah Alcazar Show adalah profesi yang lebih terhormat daripada mereka yang duduk di tempat dingin ber-AC dan berjas tetapi memakan uang rakyat? Atau bukankah mereka lebih punya kerjaan daripada kaum-kaum sok sok “agamis” dan menentang pake kekerasan para kaum marginal ini? Hey bung, sadar, think globally act locally, gak usah pake kacamata kuda!

Kembali lagi mungkin akan ada pernyataan. “Ia, meskipun mereka bekerja secara halal, tapi, kan tetap saja mereka adalah banci! Dosa! Ngapaen seharusnya cowok diganti cewek?”

Hmmm, terlalu naif serta lebay jika kita berbicara tentang dosa. Dosa adalah urusan mereka, bukan urusan kita. emangnya kita sudah sempurna? Segala sesuatu yang diluar norma kita adalah kita pandang negatif dan tidak mau menerima. Mungkin itulah salah satu penyebabnya kita tertinggal dan mata kita selalu tertutup akan dunia internasional.

Bagaimana jika kita memandang hal ini dari kacamata seni dan bisnis? Bukankah ini adalah sesuatu yang menggiurkan untuk kantong ataupun kepuasan seni? Lihatlah sebagai suatu mata rantai bisnis yang menarik. Contoh, kongres di Surabaya tersebut tentu memerlukan ruangan dan konsumsi, bahkan tempat tinggal karena kongres dilaksanakan 2 hari. Tentu saja itu menjadi pemasokan yang besar untuk hotel atau tempat pertemuan yang akan dibuat kongres. Dengan demikian, tempat itu akan mendapatkan keuntungan, dan mungkin saja ketika pihak manajemen tempat tersebut berbaik hati, semua pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kongres tersebut akan kecipratan untuk secara finansial berupa tip.

Jika kita memandang dari kacamata aktualisasi diri, setidaknya dengan wadah-wadah seperti ini bisa membuat mereka beraktualisasi diri. Ingat, mereka tetap manusia. Kita pun sangat perlu mengaktualisasikan diri kita bukan? Ingin disegani, ingin diberi tepuk tangan, ingin disorakin. Sama!

Tapi, memang, Indonesia adalah negara dengan begitu banyak aturan-aturan dan norma serta ajaran-ajaran agama yang sangat membatasi hal-hal demikian. Disini, aku tidak mengatakan bahwa kumpulkan para banci dan biarkan mereka membuat seni. Tidak! Aku hanya ingin meng-sharing-kan, ketika seni itu dipadukan dengan kreasi kreativitas show, siapapun pemerannya, tetap saja hasilnya brilian! Dan Alcazar Show adalah salah satu diantaranya. Alcazar Show sangat keren dan semoga rekan-rekan pula bisa berkunjung kesana dan menyaksikan secara langsung begitu banyak potensi yang terhadirkan disana! Two Thumbs Up and Standing Applouse for them^^

4 thoughts on ““Alcazar: Kalian Anggap Mereka Rendah, Gue Anggap Mereka Superstar!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s