Ada yang lebih dari Motivasi

Pernah tidak merasa, hidup kita gitu-gitu aja. Monoton, datar, atau apalah itu. atau dalam melakukan sesuatu, kita kadang merasa terpaksa atau yaaa, ala kadarnya, dan tidak ada greget. . . . .

Mari kita bermain dengan keyakinan dan asumsi bahwa semua orang pasti mengalaminya. Meskipun orang hebat dengan gelar motivator jalan emas atau jalan perak pun, masa sih tidak pernah mengalami hilangnya greget dalam melakukan sesuatu?

Adalah mata kuliah PO, yang besok, tepat tanggal 5 Oktober 2011, merupakan mata kuliah yang akan di-UTS-kan kemudian saya seakan kehilangan arah. Kehilangan arah? Ya, tidak tahu materi apa saja yang akan dipelajari, tentang apa saja yang sudah dibahas, lalu, tidak ada greget. Dari hal yang telah saya sebutkan, ada dua hal disini yang bisa kita pisahkan ke dalam dua pertanyaan, yaitu, mengapa dan apa itu greget? Oke, mari kita mulai dengan apa itu greget dan mengapa.

Greget disini saya artikan sebagai semangat. Dimana saat kita mengerjakan sesuatu seperti ada didalam tubuh kita yang, “Ya, ayooo! Ya ayooo! Semangat, semangat!” dan kita pun menjadi bersemangat. Secara fisiologis dari yang saya alami ketika greget itu ada adalah kelopak mata saya akan lebih terbuka, nada bicara saya menjadi berubah lebih keras dengan intonasi yang lebih jelas, serta badan terasa panas. Saya belum pernah menanyakan kepada orang lain bagaimana dengan mereka ketika mengalami greget tapi, saya yakin, semua orang pernah mengalaminya. Masih banyak istilah lain yang sering digunakan untuk mendefinisikan hal ini, seperti seorang dosen fakultas lain mengatakan greget adalah passion ataupun dosen-dosen PIO khususnya dalam acara perkuliahan PO minggu lalu, tanggal 23 September 2011 mengistilahkan dengan “Roh”.

Pak James, dari apa yang saya tangkap dan refleksikan, mengistilahkan “Roh” sebagai sesuatu yang saya anggap sebagai greget tadi. Dimana pada saat kita mengerjakan tugas ataupun apalah, kita merasa seakan menyatu, “Ya. Ini adalah saya! Di dalam pekerjaan ini adalah diri saya dan saya sedang bekerja secara langsung dengan roh saya sendiri. Saya bisa masuk ke dalam masalah / tugas ini.” Memang agak abstrak jika kita membahas tentang Roh tersebut. Setidaknya, saya percaya itu adalah penggerak utama dimana ketika kita melakukan sesuatu kita harus menyatu di dalamnya, kita harus masukkan Roh itu ke dalam pekerjaan. Tapi disini saya dengan tegas menyatakan, tidak serta merta bila tidak ada greget, yasudah, pekerjaan tidak dikerjakan, atau bila tidak ada passion¸yasudah, apa adanya saja, atau bila tidak ada “Roh”, yasudah, biarkan saja. Tidak.

Lalu, yang menjadi pertanyaan, “emang, untuk apa dengan semua itu? bukannya dengan kita melakukan tugas kita sesuai protokol atau aturan, yasudah. Kan yang penting selesai.” Tidak, itu hanya akan menyebabkan hidup kita monoton, datar-datar saja, dan tidak ada pembelajaran apapun yang kita dapat dari itu semua. Sama seperti di PO, tanpa adanya greget, pada saat pengambilan data hingga olah data serta presentasi, saya pribadi hanya merasa, “ohhh, ini kewajiban saya. Ini tugas saya. Yasudah, saya laksanain saja.” Tapi, apa gunanya? Tidak ada yang saya dapatkan dari itu semua. Dan pada akhirnya, saya merasa hanya biasa-biasa saja, atau pernah di suatu titik saya berbicara dalam diri, “Ah, yasudah kalo begitu.”

Nah, itulah yang kemudian masuk ke pertanyaan kedua tentang, “Mengapa?” karena saya kehilangan greget. Saya kehilangan semangat dalam mengerjakan ini semua. Mungkin jenuh, atau mungkin apa. Sehingga saya pun berefleksi lagi, mengapa? Pernah saya mendapatkan suatu jawaban, “Ahhh, mungkin karena ada anggota kelompok yang tidak kerja, dan enak-enakan santai sementara kita harus bekerja hingga subuh.” Tapi, setelah dibalik, toh dia yang rugi, bukan kita. lalu, muncul pula, “Ahhh, tempatnya jauh. Coba kalo tempat subjeknya dekat. Pasti enak. Apalagi saya tidak memiliki kendaraan.” Tapi saya berefleksi kembali, “loh, emang kalo tempatnya dekat bagaimana? Atau kalau punya kendaraan bagaimana?” ataupun muncul alasan lain pula, “Ahhh, mungkin karena jadwal tugas lain sangat padat, ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain. Jadi, permasalahannya di management waktu.” Tapi, “apakah dengan management waktu yang baik bisa meningkatkan greget? Tidak juga ahhh. Dari kesemuanya itu, saya masih berpegang teguh pada alasan, mengapa saya kehilangan greget? Karena tempatnya jauh, dan karena tidak ada kendaraan. Memang bisa nunut atau bareng dengan yang lain, tapi, tidak efektif. Tidak efektif disini berarti kita olah data malam-malam terus, dan tidak juga terorganisir dengan baik. Tapi, hingga saya berefleksi lagi, memang, apakah dengan terorganisir dengan baik, lalu tempatnya dekat ataupun punya kendaraan bisa atasi masalah hilangnya greget ini?

Ahhh, untuk tahap ini, saya hanya bisa berefleksi sampai disini, tapi usaha yang dapat dilakukan ke depan adalah, tetap membaca referensi, berdiskusi dengan anggota kelompok yang lain, dan tetap meneruskan proyek tugas PO ini. Segala sesuatu pasti ada konsekuensi dan harus ada yang dikorbankan, tinggal kita pilih, apa atau siapa atau kapan yang tepat untuk dikorbankan….

And, finally, pray for UTS. . . . .>.<

2 thoughts on “Ada yang lebih dari Motivasi

  1. Mungkin karena dirimu mencari roh itu melalui refleksi yang terlalu kompleks ke luar dirimu. Seringkali orang kehilangan greget dalam melakukan sesuatu karena dua sebab: tidak mau menerima kenyataan, atau tidak bisa melihat hal-hal luar biasa dalam hal-hal yang biasa🙂

    1. hahaha…yappp…mungkin karena tidak bisa melihat hal luar biasa dalam hal yang biasa pak. tapi, untuk refleksi yang terlalu kompleks saya pikir tidak karena pada saat merefleksikan perkuliahan PO, (dengan terpaksa) hanya bisa merefleksikan hal-hal teknis saja, dan itu pun cuma terkait merefleksikan saat pengerjaan makalah…still learning…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s