Bisa Lebih So Sweet kok . . . .^_^

Hari ini, bisa menikmati jalan Darmo bersama Odilia setelah pulang gereja. Kita berencana untuk menikmati salah satu rombong soto daging yang ada di daerah Dinoyo tepatnya di gang Tumapel. Tuh soto emang enak banget. Tetapi, kami tidak mengambil jalan langsung ke Tumapel melainkan mengikuti jalan raya Darmo untuk mengikuti Car Free Day.

Yap, memang setiap hari minggu dari pagi hingga pukul 10.00, Seputaran jalan Raya Darmo sengaja ditutup dan bebas kendaraan. Jadi, begitu banyak aktifitas dari masyarakat yang dilakukan disana, seperti sepedaan, anak-anak bermain bola, atau hanya sekedar menikmati jalan sama seperti yang kami berdua lakukan. Car Free Day, dari hasil obrol-obrolan dengan seorang polisi yang ada disitu diadakan bertujuan untuk, paling tidak mengurangi polusi udara. Polusi udara ini dapat mengakibatkan global warming.

Global Warming, isu lama yang hanya menjadi sekedar wacana?

Memang sudah banyak artikel yang memuat tentang isu Global Warming, dan mari kita menyingkatnya dengan GW. Telah sering berdengun di telinga kita tentang, “Kok dunia makin panas ya?”, “kok gak ada angin ya?”, “kok es-es pada mencair ya?” dan masih begitu banyak lagi kok kok dan kok lainnya yang kesemuanya itu berakar pada isu GW. Berbagai penelitian dilakukan guna mempelajari cara pencegahan GW, hingga begitu banyak konferensi dari tingkat nasional, hingga internasional guna mencarikan solusi untuk menghindari GW, at least tidak membuatnya makin parah. Dampak dari itu semua, begitu banyak program pun dibuat oleh para petinggi-petinggi untuk mengurangi bahkan menghapuskan GW. Car free day adalah salah satunya.

Tapi miris sekali, begitu banyak orang yang berkoar-koar, “Ayo kurangi GW”, “Ayo cegah GW”, atau apalah tapi hanya sekedar omong-omongan tok. Banyak penelitian yang mengungkapkan, salah satu penyebab GW adalah meningkatnya kadar karbon dioksida yang dilepaskan ke udara, dan karbon dioksida tersebut didominasi dari hasil pembakaran kendaraan bermotor, mobillah, motorlah, dan sebagainya. Tapi, penggunaan kendaran bermotor saat ini bahkan meningkat. Pemerintah pun mengantisipasinya, atau paling tidak melakukan usaha dengan setiap minggu mengadakan Car Free Day, tapi sayang sekali, memang tidak ada kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya, karena kendaraan bermotor melintas di trotoar . . . . .lalu, bagaimana dengan polisi? Dari hasil pengamatanku, tidak ada tuh. Malah dibiarkan. Bagaimana dapat mencegah GW apabila kita tidak secara total mendukung program-program dari hal-hal kecil seperti itu?

Atau, ada pula yang lebih menggelikan. Pada suatu kesempatan, saya berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Disana ada sekumpulan anak muda yang mempromosikan pencegahan GW dengan menggunakan internet agar memperoleh informasi bagaimana mengurangi global warming. Layaknya sales handal, mereka pun mencoba sekeras mungkin mempersuasi saya untuk membeli produknya. Lengkap dengan seragam kaos mereka yang berwarna hijau dan bergambarkan pohon-pohon, mereka mengikuti kemana saya pergi. Alasan yang paling kuat adalah, “Ayolah, kamu kan masih muda. Harus jadi contoh buat yang lain. Kita ini penerus bangsa, dan anak cucu kita yang akan merasakan akibatnya kalo tidak kita pelihara.” Lalu, saya menghadap mereka, dan bertanya, “Iya. Saya sudah pakai modem. Maaf ya. By the way, kesini naik apa?”, jawab mereka,”Naik motorlah.”…lah, katanya agen pencegahan GW? Tapi kok masih menggunakan salah satu penyebab GW?

So, daripada mengkritik, tapi tidak memberikan solusi adalah layaknya komentator yang terkesan selalu lebih hebat dari pemain bola di lapangan. Banyak kok yang bisa kita lakuin sebagai generasi muda, yang seakan terus menerus dituntut, kitalah yang harus jadi pencegah GW agar anak cucu kita sejahtera dan human race bisa terselamatkan. DI Surabaya daerah Stikom, ada hutan mangrove. Yuk kita pelihara, atau apalah yang bisa kita lakukan untuk setidaknya bisa kurangi GW. Oh ya, di daerah kebun bibit, lalu di daerah taman-taman kota. Alangkah lebih baik itu dipelihara, daripada dipeributkan mau dijadikan gedung. Memang kalian para pemilik modal bisa melakukan apa saja, beli apa saja, tapi, apa yang bisa kalian lakukan dengan uang itu, kalo semuanya kebakar karena GW yang makin menjadi? Better tuh modal beliin pohon atau pupuk biar tambah subur. Tapi, ahhh, ribet ahh, masa kita sarankan hal-hal yang muluk sampai berbicara ke pemilik modal???

Dari beberapa kata di atas,  sebelum berbicara tentang human race, yuk kalo beli apa-apa di toserba atau ritel-ritel, dan kita beli barang yang kecil, tidak usah pakain plasti, atau bawa tas sendiri. Kan dengan hemat plastik bisa cegah juga salah satu penyebab global warming. Pasti ada yang kritik, “lah, kan uda ada plastik yang ramah lingkungan.” Sekarang, saya punya 2 pertanyaan, “yakin ramah lingkungan?”, dan “apa salahnya kita bawa tas, dan barang kita dimasukkan disitu?”

Lalu, untuk car free day, wah, kurang bisa ngomong saya, itu tergantung pribadi masing-masing sih. sadar tidak dengan peraturan yang ada. Atau paling tidak, gunakan saja kendaraan umum atau bahkan sepeda. Banyak kok sekarang orang-orang lebih menggunakan sepeda atau kendaraan umum. Memang sih agak ribet, dan panas, tapi, bukankah itu lebih baik daripada panas selamanya makin naik?

Generasi muda punya tuntutan untuk itu, tapi sekali lagi menjadi lingkup yang sangat luas apabila berbicara tentang generasi muda. Mereka itu kita, kita itu diri kita sendiri. Daripada nyaran-nyaran orang yang belum tentu juga sadar, yuk mulai dulu. . . . .Semangat kawan. . . . .lagian, enak kok sepedaan itu, malahan so sweet, bukan begitu, Odilia?^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s