Sukacita dalam Kemenangan

Obor – obor dan suara takbir membahanah. Bunyi mercon berbalas-balasan dengan indahnya. Suara bedug seakan menyerukan gendang kekuatan. Suara Adzan bagaikan terompet sangkakala dibunyikan beriringan dengan puji—pujian karena kemenangan telah diperoleh kembali. Suara khatib membahanah di seluruh penjuru dunia memanggil seluruh jamaah untuk berkumpul menunaikan puji dan syukur kepada Allah SWT atas perlindunganNya selama bulan yang suci ini.

Sebulan penuh hampir semua saudara kita menjalani ibadah puasa dalam bulan suci Ramadhan ini, dan tanpa terasa, bulan penuh berkah itu berakhir dengan datangnya bulan Syawal yang beru.

Idul Fitri…

Ya, itulah topik hangat yang saat ini menjadi headline tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Ketupat, warna hijau, takbiran, dan sebagainya menambah kesemarakkan Hari Raya Idul Fitri 2011 ini. Banyak kata maaf yang terucap, banyak ujud-ujud perubahan yang ingin tersampaikan, serta kehangatan silahturahmi pun mengentalkan suasana yang penuh hikmat ini.

Idul Fitri di Indonesia khususnya ditetapkan oleh pemerintah jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 meskipun ada beberapa tempat yang tengah mengadakan perayaan Idul Fitri pada hari sebelumnya. Tapi, saya pikir, itu bukan suatu permasalahan, karena esensi dari Idul Fitri dimana menjadi salah satu sarana untuk saling bersilahturahmi serta saling bermaaf-maafan tidak hanya sebatas perbedaan tanggal saja.

Hari ini pun saya tidak ketinggalan mengikuti salah satu moment paling penting dalam serangkaian acara peringatan Hari Raya Idul Fitri ini, yaitu, Sholat Ied. Sejak kemarin (30/8), saya memutuskan untuk mengatur alarm hingga dapat bangun pada pagi hari dan berkeliling dengan sepeda kesayangan saya untuk melihat dan mungkin saja bisa merasakan kemenangan yang dirasakan saudara-saudari kita saat Sholat Ied. Dan ternyata benar.

Pagi hari, sekitar jam setengah enam pagi, saya meluncur dari kos-kosan mengitari daerah Tunjungan hingga tiba ke Tugu Pahlawan. Sepanjang jalan memang sangat sepi. Hilir mudik kendaraan bermotor tidak begitu terasa namun, begitu banyak orang yang mengenakan pakaian-pakaian indah sambil membawa perlengkapan doa mereka pergi menuju masjid-masjid. Tujuan akhir saya adalah Tugu Pahlawan, karena saya berasumsikan disana akan ada Sholat Massa. Lalu, saya pun menuju kesana dan melihat pemandangan yang begitu indah. Ratusan, ahhh, tidak mungkin ribuan orang memadati jalan-jalan raya yang berada di sekitar salah satu masjid di daerah Tugu Pahlawan dan mereka semua menunaikan Sholat Ied. Tanpa berpikir panjang, saya langsung serta merta menggambil kamera saku dan mengabadikan moment – moment tersebut.

Tapi, sayang. Indahnya Idul Fitri tidak dapat dirasakan oleh semua orang. Masih begitu banyak saudara kita yang memang ingin merayakannya tapi masih terbatas kepada beberapa hal. Dalam satu kesempatan, saya berbincang-bincang dengan pedagan bakso keliling. Saya menanyakan apakah ia tidak mengikuti Sholat. Ia hanya tertegun lalu kemudian menjawab dengan suara lirih, “Sekarang tidak bisa. Saya harus bekerja.” Ataupun seorang tukang parkir yang saat ditanya, ia hanya menjawab dengan senyuman sambil berkata, “Memang mau, tapi, saya harus menjaga parkir.” Ataupun, tidak dalam proses berbincang-bincang, para petugas sampah masih saja melakukan kegiatannya mengais sampah untuk dibawa ke tempat penampungan akhir.

Ya. Memang begitu banyak fenomena yang terjadi selama dan sesudah bulan Ramadhan ini. Masih hangat di ingatan, apabila kita mengikuti berita, bahwa ada sedikit masalah antara ormas tertentu dengan pihak – pihak yang tetap berjualan makanan saat masa puasa. Selain itu, berbagai masalah saat mudik, bahkan lebih dari 200 orang menjadi korban kecelakaan saat melangsungkan mudik. Ataupun berbagai hal lainnya.

Tapi, itu tidak serta merta menghilangkan kehangatan dan kesucian Hari Raya Idul Fitri ini. Saya percaya, ini semua telah di atur olehNya. Semua yang kita lalui telah tertulis dengan rapi di tiap buku kehidupan kita dimana hanya Ia yang tahu. Tapi, sebelumnya, alangkah lebih baik dan istimewa, saya ingin mengucapkan kepada semua saudara-saudara, rekan, kenalan, dan semua orang yang ada di dunia ini,

“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidini Walfaizin, Mohon maaf lahir dan batin.”

Sukses selalu kawan…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s