. . . . .

Liburan sudah usai. Begitu banyak kenangan-kenangan dalam masa liburan yang terjadi di setiap kita. dan tentu saja, banyak sekali kejadian yang kita alami sepanjang liburan Lebaran 2011 ini. Semuanya terekam di memori, namun, tidak ada salahnya ketika kita pun “me-museumkan” liburan kali ini.

Pada awalnya, liburan kali ini saya tidak mengagendakan sesuatu yang spesial untuk dilakukan. Tugas-tugas yang telah menunggu kehadiran saya menjadi salah satu alasan kuat mengapa saya tidak merencanakan liburan yang khusus kali ini. Tidak seperti liburan lebaran yang dulu-dulu, pergi ke Bandung dan berkunjung ke sanak saudara. Tapi, ternyata, liburan kali ini begitu spesial karena saya menghabiskan waktu dengan orang yang spesial pula. Di sini, tidak perlu dituliskan namanya, tapi, mari kita inisialkan sebagai O.

Di bawah para bintang

Dimulai dengan merencanakan ke gereja bersama dan juga saya ingin mengikuti misa di gereja yang berbeda. Selama ini, saya mengikuti misa di Paroki Hati Kudus Yesus Katedral, Surabaya. Kami pun berencana pergi ke paroki Kepanjen. Masalah transportasi adalah kendala utama bagi saya untuk mencapai paroki tersebut. Tapi, karena masalah itulah menjadi awal momen yang indah dan istimewa menurut saya. Sekitar pukul 14.00 saya bertolak ke daerah Atom Mall untuk bertemu dan pergi bersama. Di sana kami bertemu di food court dan langsung mencari makan siang karena perut terasa berdemonstrasi. Sementara makan, kami berdiskusi tentang salah satu mata kuliah yang sedang ditempuh oleh O. Setelahnya, kami mencari jalan untuk pergi ke gereja tersebut. Kami menggunakan angkot sebagai alat transportasi kami, dan ternyata, angkot tersebut tidak turun persis di depan gereja tersebut. Kami pun harus berjalan sejauh kira-kira 250 meter. Sampailah kami di gereja Kepanjen. Gereja itu sangatlah indah. Dipenuhi dengan ornamen-ornamen tua dan khas zaman kolonial menambah semarak keindahannya. Setelah itu kami mengikuti misa seperti biasa.

Setelah misa selesai, kami pun kebingungan dengan mencari jalan pulang. Dan memutuskan untuk naik angkot dan turun di daerah Jembatan Merah Plaza. Di situ tidak ada kendaraan lain selain becak. Dan kami pun menaiki becak. Di atas kami terhampar beribu-ribu bintang yang memang begitu jelas kelihatan karena malam yang makin pekat dan cahaya lampu yang tidak terlalu terang. Sangat indah, menawan, dan eksotis. Tapi, ternyata, becak itu pun tidak sampai ke rumahnya, dan hanya sampai ke daerah ITC. Kami pun dihadapkan pada dua pilihan, berjalan kaki atau naik angkot untuk sampai ke rumahnya. Kami memutuskan untuk berjalan kaki saja, menikmati udara malam yang tidak begitu dingin sambil dipenuhi gemuruh orang-orang yang lalu lalang disitu. Begitu indah, jalan yang kami tapaki bersama, ditemani oleh obrolan-obrolan ringan dan membuat suasan begitu hidup hingga kami tidak menyadari, kami telah tiba di rumahnya. . . . .

Ketika Kemewahan bercampur Keagungan

Agenda demi agenda pun kami rencanakan guna mengisi liburan. Salah satunya adalah meneruskan penjelajahan mengikuti misa di gereja-gereja yang berbeda.  Kali ini, kami ingin mengunjungi suatu gereja yang simpang siur adalah gereja termewa di Surabaya. Ya, Santo Yakobus, salah satu gereja di daerah Pakuwon City.

Kami kembali melaksanakan aksi petualangan kami menuju ke PTC untuk jalan-jalan sambil menghabiskan waktu menunggu jamnya misa. Dengan menumpang lane TV, perjalanan selama 1 jam kami tempuh dengan suasana panas. Bukan panas karena emosi ataupun marah seperti yang kita analigikan dengan panas, tapi memang suasannya panas oleh karena teriknya matahari. Ya, memang sangatlah panas. He he he. Akhirnya, kami tiba di PTC dan berjalan-jalan di sana sembari mencari keperluan O dan keperluanku.

Jam telah menunjukkan pukul 5 dan itu artinya 1 jam lagi misa akan segera dimulai. Kami pun segera bergegas menuju ke Yakobus dengan menumpang taksi. Sesampainya di sana, memang, kekaguman adalah unsur yang utama yang menyelimuti kami saat itu. memang benar, Yakobus adalah gereja yang mewah, yang menarik, dan agung. Percampuran itu semua terlihat dari bentuk bangunan, berbagai patung yang berhiasan di dalam gereja serta luasnya area gereja tersebut. Tapi, sayang, misa kali ini tidak semeriah misa-misa sebelumnya.

Setelah selesai misa kami pun memutuskan belum mau pulang. Kami bergegas ke daerah Loop untuk menikmati es kelapa muda yang enak dan menyegarkan. Kebetulan suasananya juga tidak sedingin dengan malam-malam biasanya, sehingga es kelapa muda tersebut terasa lebih segar. Nikmat sekali dan sangatlah indah suasana waktu itu.

Menikmati Pancaran Matahari Pagi

Alangkah indahnya waktu liburan diisi dengan kegiatan bermalas-malasan ataupun tidur hingga siang. Tapi ternyata, tidak dengan kami. Kami memutuskan untuk bangun pagi, sekitar jam 5 pagi untuk berkeliling kota pahlawan ini dengan menggunakan sepeda ontel. Kami memutuskan untuk berkumpul di depan kedai Dapur Cokelat (saya lupa nama daerahnya) lalu berkeliling Surabaya.

Rute pertama kami adalah ke Taman Kota. Disitu terdapat track untuk sepeda. Kami pun menyusuri taman tersebut di bawah rindangnya pohon-pohon alam yang mungkin sekarang jumlahnya tinggal sedikit. Tidak hanya itu, di Taman tersebut ternyata terdapat kandang-kandang rusa tutul. Kami memberi makan rusa tersebut dan sambil ber-narsisan. He he he…

Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 07.00 dan memang tidak salah ketika perut kami sudah bernyanyi-nyanyi. Kami meneruskan perjalanan ke daerah Kedung Baruk dan membeli nasi krawu khas Gresik. Kami menikmatinya di pinggir jembatan Mer yang terkenal dengan indahnya sunrise disitu. Segar sekali ketika kami menikmati nasi khas Gresik itu sambil disirami oleh cahaya mentari pagi dan ditambah keindahan sungai di pagi hari.

Lalu, kami pun melanjutkan perjalanan hingga siang hari. . . . .

Masih banyak lagi kejadian-kejadian menarik selama liburan, dan tidak dapat ditulis disini. Indahnya Wisata Bahari Lamongan serta nikmatnya Es Sanggrandi adalah beberapa dari moment-moment istimewa yang tidak dapat dilupakan selama masa liburan ini.

Ya, kehidupan kuliah kembali lagi. Rutinitas melingkupi kita lagi. Kami pun sepakat untuk bertemu dan saling membicarakan tentang jadwal, sehingga, dari kesibukkan kami masing-masing, ada kalanya moment-moment itu terjadi kembali…

Selamat beraktivitas, Ndel…Do your best yaaa…^^GB

One thought on “. . . . .

  1. hmm..jadi pengen liat ondhel-ondhel… hahahaha…

    jejak langkah menjadi istimewa ketika hati kita dipenuhi cinta
    liku jalan dan aral yang terhampar tidak lagi dipandang sebagai rintangan, namun diterima sebagai jalan khusus mempererat kebersamaan…
    selamat menikmati moments dan menyambut other moments ahead..
    menapak, berjalan dan beriringan, menciptakan keindahan rasa.

    enjoy !😉

    p.s kapan giliranku ? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s