Hamster Mengajarkanku Cinta Sederhana…

Ketika kita membicarakan tentang cinta, akan terbesit berbagai definisi dan berbagai pengertian yang abstrak tentang cinta itu sendiri. Namun, kadang, bahkan, seringkali kita banyak belajar tentang cinta dari hewan. Ambil contoh saja hewan merpati. Berbagai alasan juga mengatakan bahwa burung merpati melambangkan cinta, antara lain tidak terlepas dari mitologi kuno Yunani tentang Sang Aprodite, Dewi Cinta dilambangkan sebagai burung merpati. Adapun alasan lain karena merpati adalah hewan yang memiliki kesetiaan terhadap pasangannya karena  bersifat monogami, dalam arti, hubungan dengan pasangan merpati cenderung tinggal bersama satu pasangannya selama musim kawin. Merpati jantan juga membantu menetaskan dan merawat anaknya.

Tapi, hari ini, saya belajar tentang cinta dari seekor hamster. Terima kasih untuk Ai kos karena meskipun agak menggangu dengan keberadaan hamster di kos dengan jumlah yang amat sangat belajar, membuat saya berefleksi tentang cinta kembali. Jadi begini, ada seekor hamster induk yang mengembung pipinya. Pada awalnya hamster tersebut adalah jenis yang berbeda dengan yang lain, namun ternyata, setelah saya memperhatikan lebih lama, ia sedang mengambil makanan, dan menyimpannya sebanyak mungkin di mulutnya, lalu, ia pergi ke tempat dekat anak-anaknya lalu meletakkan makanannya di sekitar anaknya yang masih berumuran beberapa hari.

Hal yang sepele karena hanya memberi makan kepada anaknya, tapi saya belajar tentang cinta kasih seorang induk. Ia rela menampung makanan yang sangat banyak di dalam mulutnya, dan saya asumsikan hamster itu kesulitan bernapas karena lubang hidungnya agak tertutup hanya demi memberi makanan kepada anak-anaknya yang belum bisa apa-apa. Dari hal ini saya belajar bagaimana berbagi dengan sesama, dan secara logika pun, seorang ibu akan cenderung melakukannya dengan tulus hati. Ya, ketulusan itulah yang dapat juga kita pelajari bahwa memang kita sebisa mungkin berbagi dengan sesama, tapi ketika ketulusan tidak menyertai kita, sama saja dengan hampa atau kosong.

Berbagi berkat bagi sesama dalam bentuk apapun juga dilandasi dengan ketulusan adalah hal mutlak yang kita perlu lakukan. Senada dengan hal tersebut, St. Josemaria Escriva dalam bukunya, “Jalan”, mengutarakan juga tentang ketulusan bahwa,

“Apabila engkau telah menyelesaikan tugasmu, kerjakanlah pekerjaan saudaramu. Bantulah dia demi Kristus, dengan segala kehalusan budi dan kewajaran yang sedemikian rupa sehingga tidak seorangpun, bahkan ia yang sedang kaubantu, akan menyadari bahwa engkau sedang mengerjakan lebih daripada yang semestinya dituntut oleh keadilan darimu.”

Ketulusan yang tulus dan dilandasi oleh semangat persaudaraan antar sesama inilah yang mungkin dapat menjadi salah satu referensi buat kita dalam menjalani hidup ini. Untuk mendukung hal tersebut, dalam tulisan selanjutnya, beliau berkata bahwa, “

“Frater qui adiuvatur a frate quasi civitas firma – seorang saudara yang ditolong oleh saudaranya adalah seperti sebuah kota yang kuat.”

Santo Yohanes juga menambahkan bahwa,

“Filioli mei, non diligamus verbo neque lingua, sed opere et veritate – anak-anakku yang terkasih, hendaklah kita mencitai bukan dalam perkataan, tidak pula dengan lidah, melainkan dalam perbuatan dan dalam kebenaran.”

Ketika kita mencoba merefleksikan, memang akan langsung diinterupsi dengan mengatakan, memang berbicara adalah hal mudah, dan ketika praktek akan sulit. Tapi, mendingan kita selalu mencoba untuk berbuat sambil didukung ide-ide kita, daripada tidak ada ide serta tidak ada perlakuan. Cinta kasih adalah hal yang rumit, abstrak, dan agak sulit dijelaskan. Ya, memang. Tapi, ketika kita mau belajar dan merefleksikannya terus serta memohon peneranganNya, bukan tidak mungkin Ia akan mengajarkan kepada kita bahasa cinta yang sebenarnya untuk memahami apa itu cinta kasih. Sehingga, tidak hanya merpati ataupun hamster yang mengajarkan kepada kita, tetapi, Dia sendiri yang turun dalam bahasa cinta mengulurkan tanganNya dan mengajarkan kepada kita apa itu cinta.

Kekuatan cinta kasih dan jikalau engkau melaksanakan semangat persaudaraan yang terberkati tersebut, kelemahanmu akan juga merupakan suatu dukungan yang membuat engkau teguh dalam memenuhi kewajibanmu; persis seperti susunan kartu yang saling mendukung satu sama lainnya.

GBU

 

4 thoughts on “Hamster Mengajarkanku Cinta Sederhana…

  1. keren kak,,cinta kasih mank harus dipraktekkan dg benar dan pada tempatnya,,tidak hanya kata2 semata,,tpi hrus dibuktikan,,🙂 setujuuu bgt,,kasih itu murah hati dan tidak mengaharap suatu imbalan,,kasih itu tulus,,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s