Ketika kita membicarakan tentang Cinta…

Ketika kita membicarakan tentang Cinta…

Pertama kali kita mendengar kata itu, begitu banyak imajinasi ataupun gambaran yang mungkin muncul di dalam pemikiran kognitif kita. Ada yang ketika mendengar kata “cinta” langsung dikondisikan dengan pasangan entah itu pria ataupun wanita. Ada pula yang mengkorelasikan “cinta” dengan sesuatu yang berkaitan dengan orang tua ataupun keluarga hingga Sang Pencipta. Tidak hanya pengkorelasian atau pengkondisian saja, kata “cinta” ternyata memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi perasaan ataupun pikiran kita. hal ini terbukti ketika kita mendengar kata tersebut, mungkin kita akan menggambarkan “cinta” sebagai sesuatu yang indah, menyejukkan, mengindahkan, membahagiakan,  ataupun segala hal positif lainnya, hingga ada pula yang menyakitkan, gelap, menakutkan, ataupun segala hal negatif lainnya.

Namun, ketika ditanya, apa yang dimaksud dengan cinta, banyak di antara kita pula yang mendefinisikan secara subjektif hingga ada pula yang (mungkin defence) tidak bisa mendefinisikan cinta itu sehingga mendefinisikan cinta itu adalah kamu. Terkesan agak gombal atau berlebihan, tapi, mungkin, pertanyaan retoris yang kemudian hadir disini adalah kembali lagi, apa itu cinta?

Mari kita membicarakan tentang cinta yang berhubungan dengan pasangan.

Seorang Romo, dalam misanya membuatku terhenyap. Dia menyatakan bahwa, mencinta, yang penting ialah tidak menjadi batu sandungan bagi pasangan ataupun orang yang kita cinta, dan ketika ditanya, cinta itu apa, jawablah, cinta adalah kamu, dan kamu adalah kamu, tidak ada yang lebih dan yang kurang, karena you are you! Yap, tanpa mempertimbangkan kurang dan lebihnya karena itu adalah kamu maka aku mencintaimu dengan apapun itu. memang terkesan kembali agak gombal dan omong kosong, tapi, adakah definisi yang lebih baik tentang cinta itu sendiri?

Menanggapi pernyataan Romo di atas tersebut, dan untuk mengurangi anggapan negatif tentang definisi cinta di atas, St. Jose Maria dalam bukunya, “Jalan” menuturkan bahwa,

apabila engkau memiliki demikian banyak kekurangan, mengapa engkau merasa heran menemukan banyak kekurangan pada diri orang lain?”

Dan lebih lanjut, St. Jose Maria mengatakan perihal cinta kasih,

cinta kasih lebih terdiri dari memahami daripada memberi .”

Yap, kemurnian dalam mencinta, itu adalah esensi utama dalam cinta itu sendiri menurut dua tokoh religius di atas. Tetapi, perkembangan ilmu pengetahuan juga telah sampai di titik dimana persoalan tentang cinta di rangkumkan dalam suatu ilmu pasti khususnya behavioral science.

Adalah Zick Rubin (1970), seorang psikolog sosial yang menyatakan bahwa cinta adalah bersandar pada keintiman, kelekatan, dan peduli terhadap kesejahteraan pihak lain. Item untuk skala ini dihubungkan dengan kesedihan karena tidak adanya seseorang yang dicintai, pemaafan terhadap kesalahan, dan tingginya tingkat keterbukaan diri.

Tapi kembali lagi, semua hanyalah teori. Di suatu percakapan, saya seakan tertampar oleh dua teman saya, Budi Santoso dan Evi Yemima ketika kita membicarakan tentang hal diatas. Secara ringkas mereka menyatakan untuk apa mendapat kesuksesan di bidang akademik ataupun dibidang lainnya, namun hanya untuk kebanggaan diri sendiri saja? Untuk apa? Lalu, Evi menegaskan bahwa, ya, memang kita hafal dari A sampai Z hingga tiap titik koma untuk teori tentang cinta tapi, bagaimana dengan prakteknya? “kuliah aja tentang teori kebutuhan cinta, tapi tidak dipraktekkan”

Nah, suatu pernyataan yang retoris yang kemudian muncul, bahwa memang benar, persoalan yang namanya cinta khususnya terhadap pasangan, adalah sesuatu yang abstrak, yang membingungkan dan ya, memang mengaburkan. Lalu, bisa saja muncul pertanyaan berikutnya, kepada siapakah kita mencinta? Bagaimana kita mencinta, ataupun kapan kita mencinta? Pertanyaan 5W-1H adalah panduan awal bagi kita bagaimana cinta itu adalah sesuatu yang ribet, dan sungguh abstrak.

Tapi, pada ujungnya, cinta adalah suatu yang diberikan oleh Dia. Dari Dialah cinta itu berasal. Otomatis, salah satu cara paling gampang menanggapi hal tentang cinta ya kembali kepadaNya, menyerahkan semua kepadaNya, dan tentu saja terus di bawa dalam doa.

 

“Tuhan. Apa itu cinta? Ajarilah kami bahasa cintamu sehingga kami mengerti tentang apa itu cinta. Biarkanlah kematian Putra tunggalmu menjadi contoh nyata dari cinta yang sebenarnya, yang tulus, dan tidak akan pernah mati meskipun tombak menghunus cinta duniawi kami. Amin.”

6 thoughts on “Ketika kita membicarakan tentang Cinta…

  1. haha. true love comes from Him! setujuuu🙂 dan sebagai anak-Nya, kita harus mencinta or rather mengasihi setiap saat dong! Tuhan yesus ada blg deh klo ga slh klo kita ga mengasihi setiap saat berarti kita ga kenal Dia. hehehe

    1. hehehe..setuju taaaaa…..paling gak mengasihi..tulus hati donk. tapi pertanyaannya ta, apa indikator dari sejati itu ta…gw masih bingung di tahap itu..belum bisa memahami secara betul dan tepat cinta Nya..huhu…we have to learn more…

  2. sep..i ilke it lolyy,,😉
    cinta emang abstrak,,secara teori mgkin tuh uda banyak yg iza diungkapkan,,tpi secara praktek emank hrus lbih bisa dri hanya sekedar teori,,karena cinta diciptkan olehNya untuk semua ank2Nya agar dapat mersakan cinta baik kepadaNya ataupun sesama manusia lainnya,,🙂

    1. WAHHH….banyak banget, Mel yang menteorikan cinta. aku bingung, kok bisa sih mereka menteorikan cinta? emang cinta itu bisa dikuantisasikan?hehehe..tapi biarlah karena setidaknya kita bisa belajar secara teori dulu dan yaa paling gak referensi buat kitalah.hehehe…

      tapi untuk masalah cinta dari DIA. memang tidak dapat terhindarkan itulah cinta sejati. hehehe..siapapun Tuhan dan Allah kita, psti tidak ada yang lebh besar cintanya dari cinta sang pencipta..hehehe.

  3. hahha,,
    y smw orang mah emank plg bisa n pinter deh klo merangkai kta2 soal cinta..sama jg seh kyk q,,wkwkwwwkwk :p #pengakuan
    tpi satu hal yg q tw,,teori tdk semudah praktek yg akn dilakukan,semua butuh kesiapan mental yg cukup matang utk benar2 mersakan “arti cinta” yg sebenar2nya,,
    tpi mank g salah kq teori ini dan itu ttg cinta..
    mgkin dgn bgtu,,bisa mengungkapkan apa yang mjdi isi hati mreka ttg cinta itu..
    toh slama g ada yg terganggu tu bkn masalah,,
    toh cinta tuh sebuah rasa,tak terlihat tpi bisa dirasakan,,
    jdi biarlah diungkapkan dgn cara msg2..

    yup yup yup..cinta kasih tulus dariNya emank plg top markotob di antara smw cinta2 yg ada di dunia ini.haha,,😀

    1. hahaha…kadang cinta emang perlu kata-kata, tapi, kata-kata memang perlu cinta…mungkin gitu kali yaaa..makanya, sempet aku tulis di fb, masalah cinta itu lebih sulit daripada kuliah psikologi faal…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s