Doa: Dasar Sebuah Eksistensi Diri

Dunia tengah begitu berkembang dimana setiap sisi dunia yang berkembang berpengaruh juga pada manusia yang merupakan makhluk penghuninya. Remaja pun tidak luput dari pengaruh dunia zaman sekarang ini yang makin mengglobal. Remaja merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh pada kehidupan dunia sekarang ini.

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mulai mencari identitas dan jati dirinya
sebagai manusia. Banyak hal baru yang akan ia temui dan dapati pada masa remaja itu. Semua hal itu tentu saja mengandung nilai-nilai positif dan negatif yang sangat berpengaruh pada jiwa remaja itu.

Doa. Suatu kegiatan yang sangat sederhana dan kapan serta siapa saja bisa melakukannya. Apabila
kita mendengar kata ini, yang tersirat di dalam pikiran kita pasti adalah jembatan penghubung bagi manusia dan Tuhan. Doa seringkali dicap sebagai jalan untuk mendapati apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Lewat sarana itu juga kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan bisa dianalogikan sebagai telepon genggam dengan pulsa yang tidak terbatas serta tanpa gangguan sinyal apapun. Selain itu, lewat kegiatan ini pula kita diberikan kekuatan rohani yang mendukung tiap perjalanan hidup kita masing-masing.

Apa kaitan masa remaja dengan doa? 2 hal yang sangat penting ini sangatlah berkaitan. Masa
remaja dimana masa yang sangat penting bagi masa depan seseorang dan menjadi tolak ukur bagaimana ia dimasa depan. Sedangkan doa, menjadi sarana utama dan wadah bagi kaum remaja untuk menjalani tiap kehidupan masa remajanya.

Muncul pertanyaan, mengapa doa menjadi sarana dan wadah untuk menjalani kehidupan remaja? Masa
remaja penuh dengan tantangan dan godaan. Masa remaja pun sangat dekat dengan apa yang dinamakan eksistensi diri terhadap pergaulan. Cenderung para remaja rela mengorbankan apa saja hanya demi diakui keeksistensiannya pada pergaulannya. Sebagai contoh yang paling kongrit adalah untuk diakui bahwa seorang cowok itu gaul adalah dengan merokok bersama teman-temannya. Hanya agar tidak disebut tidak gaul, cowok ini akhirnya merokok dan mengorbankan kesehatannya demi pergaulannya bahkan cowok ini bisa lebih tenggelam ke dalam dunia yang tidak sehat yang mengakibatkan dosa serta kerusakan bagi dirinya sendiri..

Situasi dan kondisi seperti itulah doa memainkan perannya sebagai pemberi kekuatan. Pergaulan dan keeksistensian seorang remaja tent saja sangat diperlukan didalamnya untuk membentuk rasa sosial dan berbaur dengan sesama. Tapi, apakah seorang remaja harus masuk juga ke dalam pergaulan yang tidak sehat? Tidak!!!. Bagaimana agar seseorang bisa tidak terjebak ke dalamnya? Hanya satu jawaban, yaitu, pertebal iman dengan membangun komunikasi utuh dengan Tuhan lewat doa.

Doa sangatlah bermakna terlebih bagi kehidupan remaja. Lewat tindakan yang sederhana ini, banyak hal positif yang bisa diraih. Salah satu diantaranya, langkah kehidupan remaja kita dalam mencari jati diri yang sesungguhnya bisa terhindar dari segala pengaruh negatif akibat pergaulan remaja yang  mengglobal. Bahkan, dengan doa, Tuhan akan senantiasa memberi kita petunjuk bagaimana kita menjalani masa remaja itu seusungguhnya. Dan yang paling penting serta istimewa dari doa, doa merupakan sumber kekuatan bagi kaum remaja itu sendiri dalam menjalani kehidupannya.

Doa merupakan tindakan sederhana, tapi bagi kebanyakan anak muda sekarang, sangatlah sulit. Tidak bisa mengucapkan kata-kata doa menjadi alasan yang mendominasi kaum remaja untuk tidak berdoa. Tapi sesungguhnya, bukan kata-kata yang indah yang dilihat Tuhan, namun bagaimana kita tinggalkan seluruh ke-dunia-an kita untuk menyatu dan merasakan kasih tangan Tuhan lewat doa itu sendiri. Yesus sendiri mengajarkan kepada kita bagaimana kita berdoa dengan mudah. Hari ini Yesus kembali mengjarkan bagaimana berdoa yagn mudah itu.

Coba kalau kita melihat doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Doa Bapa Kami hanyalah berisi tentang bagaimana kita mengucap syukur, permohonan kita, dan permohonan maaf dari Tuhan. Apakah itu suatu hal yang sulit??? Saya pikir tidak.

Jadi, doa sangatlah mudah, tidak perlu kata-kata puitis karena kita tidak akan merayu atau menggoda Tuhan dengan doa kita layaknya seorang cowok menggoda dan menarik perhatian cewek, bahkan, apabila sering berdoa, kita akan merasa bahwa kita tidak berdoa, akan tetapi Tuhan dan diri kita sendiri saling berhadapan dan berbincang-bincang serta saling curhat satu sama lain.

Hidup adalah layaknya permen yang tawar yang tidak memberikan kemanisan dalam hidup tanpa doa, sedangkan masa remaja tanpa doa adalah layaknya anak ayam yang kehilangan rumah dan induknya.  Dalam Injil hari ini, Yesus memanggil kita, tanpa terkecuali, coba kita renungkan, ada suara Tuhan seakan memanggil kita…
marilah kita hening sejenak, meresapi panggilan Tuhan dalam diri kita sendiri…

Tuhan ini kami, ajaklah kami untuk berbicara denganMu. Kami mau menggunakan hand phone rohani yang Kau berikan kepada kami, saat ini,
dan untuk selama-lamanya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s