Aku dan Sesamaku:

“Apabila engkau tidak dapat melihat balok di matamu, mengapa engkau
harus menggunjingkan selumbar di mata sesamamu?

Suatu hari saya mendapatkan sebuah cerita yang sangat menarik. Cerita ini saya dapatkan dari rekan saya via BM (Broadcast Messanger). Begini ceritanya:

“Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri menatap keluar jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang
menjemur kain. Lalu, katanya, “cuciannya kelihatan kurang bersih ya. Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.” Sambung sang istri.

Suaminya menoleh , akan tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun. Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian , selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan
bersih, lalu dia berseru kepada suaminya, “lihatlah, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci pakaian dengan benar. Siapa ya yang kira-kira mengajarinya?”

Namun, kali ini suaminya menoleh lalu berkata, “pagi ini saya bangun pagi sekali dan membersihkan jendela kaca kita.”

Ternyata, kaca jendela rumah suami istri tersebut buram, oleh sebab itu, sang istri tidak bisa melihat kenampakan pakaian cucian tetangganya yang sebenarnya. Hingga akhirnya suaiminya bangun pagi dan membersihkan kaca jendela, maka terlihatlah pemandangan keluar menjadi lebih terang.

Hmm, dari cerita ini, si pemberi cerita berefleksi bahwa hal ini sering terjadi di dalam kehidupan
kita. kita seringkali menilai, menegur, menasihati, menggurui, apalagi (dalam BM) memvonis orang lain tanpa diteliti lebih dahulu.”

Dalam buku yang berjudul “The Way”, St. Jose Maria Escriva memberikan beberapa nasihat kepada kita.

“Jangan melancarkan kritikan yang negatif. Bilamana engkaut tidak dapat memujinya, maka lebih baik bagimu untuk tidak berkata sesuatu pun. Janganlah pernah berkata buruk mengenai saudaramu, bahkan apabila engkau mempunyai cukup alasan untuk melakukannya. Janganlah menghakimi tanpa mendengarkan dahulu kedua belah pihak dalam hal ini dirimu sendiri dan orang lain. Bahkan, orang-orang yang mengira diri mereka saleh pun sangat mudah melupakan norma dasar dari sikap bijaksana ini.

Tahukah engkau kerusakan apa yang engkau akibatkan bila engkau melemparkan batu dengan mata tertutup? Demikian pula halnya engkau tak akan dapat mengetahui kerusakan yang kau lakukan, yang kadang kala sangat besar, bilamana engkai melancarkan komentar-komentar menyakitkan yang kau anggap lumrah dan biasa tersebut, sebab engkau memiliki mata yang tertutup oleh kepicikan dan hawa nafsu.

Lalu, apabila engkau memiliki demikian banya kekurangan, mengapa engkau merasa heran menemukan banyak kekurangan pada diri orang lain???”

Secara tidak sadar maupun sadar, kadang kita selalu melihat orang lain, membedakannya apalagi membandingkan dengan diri kita. cenderung ketika seseorang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, komentar-komentar dan kritikan mulai dilancarkan dari mulut kita. Hmm, memang dilema muncul disini, karena di satu sisi kita dapat berasumsi dengan kritikan kita orang tersebut dapat menjadi lebih baik (meskipun tentu saja dari perspektif kita secara subjektif) tapi di sisi lain, apakah orang tersebut tidak akan terlukai dengan perkataan atau tanggapan kita? lalu apa yang dapat kita lakukan? Kembali lagi, itu terserah kepada diri kita sendiri bagaimana kita menghadapi orang lain ketika ada bagian dari orang tersebut, baik penampilan, perkataan, atau perbuatan yang tidak sesuai dengan kita.

“Ya Tuhan, ajarkan aku menjadi bijaksana dalam menilai diriku dan
sesamaku agar supaya seturut kehendakMu apabila perlu. Namun, ajarkan aku untuk
tidak menyakiti sesamaku lewat perkataan, perbuatan dan pemikiranku serta
jagalah aku dari segala niat buruk untuk menggunjingkan sesamaku lewat
perkataan, perbuatan dan pemikiranku. Amin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s