Apakah Benar Tuhan Selalu Merenda???

Di dalam artikel sebelumnya, saya sempat bercerita tentang salah satu lagu yang mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kita tentang masalah doa. Kebanyakan kita akan bertanya, “aku sudah berusaha dengan baik, aku sudah berdoa dengan benar, tapi kok Tuhan tidak memberikan apa yang kumau.” Atau “Tuhan ini tidak adil. Mengapa Ia memberikanku cobaan begitu berat? Ini diluar kemampuanku!” atau masih banyak lagi respon-respon dari kita yang ketika kemalangan dan penderitaan muncul selalu akan ada disalahkan dan kebanyakan kita menyalahkanNya.

Di dalam lagu ‘Pelangi Kasih’ sangat jelas terlihat bahwa ada waktunya kita menerima berkat. Ada kalanya sebelum kita menerima berkat atau keberuntungan, kita akan mengalami kemalangan. Nah, hingga di satu titik ini, saya mencoba merefleksikan, bahwa, apakah benar Tuhan selalu merenda dalam hidupku?

Memang, sama seperti lagu tersebut, terkadang saya tidak mengerti tentang apa yang terjadi. Saya berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain, berusaha menjadi terbaik bagi sesama, dan menurut saya yang terpenting adalah menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan agar selalu sesuai dengan kehendakNya. Tapi, senyatanya, lain. Beda. Sangat ironis. Kemalangan, masalah, cobaan silih berganti datang menimpa, hingga seperti yang saya katakan di atas, saya pun mulai menggerutu dan
mempertanyakan, “Apakah Tuhan selalu merenda hidupku?”

Hmm, memang sudah dari dulu saya selalu mencoba untuk berpikir positif dengan cara ketika setiap ada masalah yang datang pasti akan berpikir, “ahh, semua ini adalah proses. Pasti ada pembelajaran disini!” tapi, tidak segampang itu kita bisa menerima kemalangan tersebut dengan berpikir “rasional” disaat kita tidak “rasional”. Hari ini, saya diajak oleh bos saya (terima kasih banyak untuk Ko William), terutama yang sudah mengajak saya untuk pergi ke persekutuan hari ini. Memang, saya pun merasa, Dia memberikan jawaban yang sama ketika saya melakukan pikiran positif bilamana masalah tiba, tapi, hari ini seakan Dia kembali menguatkan imanku, “ya, ini adalah proses.”

Dari kesimpulan renungan malam ini di persekutuan tersebut, saya beranggapan, “Tuhan itu bila ingin memulihkan keadaan kita, itu gampang kok. Hanya seperti membalik telapak tangan. Tapi, Tuhan mau, kita ada proses di dalamnya. Itulah hidup!” dan memang, ketika masalah-masalah sebelumnya paling tidak terlalui untuk sementara waktu, saya memiliki waktu untuk ‘merasionalkan’ pikiran sejenak. Dan, memang, ada pembelajaran di situ, ada buah positifnya, karena paling tidak, pembelajaran itu akan sangat sangat sangat berguna untuk masa depan saya secara pribadi khususnya di bidang psikologi, karena masalah yang saya hadapi adalah hal yang sangat menyangkut ilmu yang sedang saya dalami saat ini. Itulah buah positif yang sangat saya rasakan dan hingga di suatu titik, saya pun sangat percaya bahwa memang, “ya, ini adalah proses, dan Tuhan sedang serta selalu merenda buatku”

Pasti, kita akan bertanya,  “masalah yang datang itu sangat berat dan banyak. Mana sempat berpikiran positif?” ya, siapa bilang masalah itu sepele dan gampang teratasi? Saya tidak pernah menyatakan ada masalah gampang dan susah. Semua masalah punya takaran sendiri-sendiri untuk dilaksanakan dan diselesaikan karena tergantung siapa yang mengahadapinya. Ketika A menghadapi suatu masalah dan A menganggap masalah itu besar, belum tentu bagi B, masalah A adalah besar. Tapi, pada intinya, ketika ditanya sempat atau tidak kita berpikir positif, saya hanya berpegang pada lirik lagu ‘pelangi kasih’:

Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia

Saatnya kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasihnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s