Catatan Kecil untuk Kalian…

Hmm…tanpa terasa sudah semester 5. Berarti, beberapa jenjang pendidikan sudah ditempuh. Mulai dari 2 tahun belajar bermain dan sesama di TK, 6 tahun belajar apa itu berhitung dan membaca di SD, 3 tahun mengenal siapa saya dan kamu di SMP, dan 3 tahun terakhir di SMA memutuskan saya mau jadi apa nanti dan kenangan akan beberapa keindahan dunia remaja…lalu…tiba sekarang di penghujung Semester Pendek peralihan dari tahun ajaran 2010/2011 ke 2011/2012…

Banyak kisah yang sudah di lalui, dan itu semua akan dan saya pastikan selalu terekam dalam memori. Dulu teringat waktu TK peristiwa penyiraman air panas oleh guru, dan kejar-kejar waktu istirahat di zaman SD, berkelahi dengan teman waktu SMP, dan menemukan sang “bintang laut” waktu SMA, serta sekarang, duduk di hadapan laptop mencoba untuk menggali beberapa memori yang ada dan serta mempersiapkan apa yang akan saya lakukan ke depan.

Hmm…Hingga di suatu titik,  psikologi adalah kapal saya untuk mulai mengarungi kehidupan khususnya untuk menggapai cita-cita menjadi seorang trainer serta semoga menjadi seorang OD. Semua yang telah dilalui ini adalah berkat Dia yang selalu menerangi, orang tua yang selalu membimbing dan teman
yang selalu menopang.

Teman…

Ya, seperti yang saya sebutkan di atas, teman sangat tidak bisa lepas dari kehadiran dan eksistensi saya sehingga saya bisa menulis dan memposting artikel ini. Beratus-ratus teman datang dan tertanam dalam memori, beribu-ribu kenalan menghampiri dan semuanya itu, pasti memiliki peran-peran tertentu dalam tiap pribadi kita meskipun itu hanya sedikit. Orang-orang itulah lewat perkataan, perbuatan, pemikiran dan apalah yang menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua. Orang yang kita sebut sebagai
teman, rekan atau apalah…

Sehingga, dala suatu bincang-bincang, saya menjadi sedikit terharu dengan perkataan salah satu rekan
terbaik saya, Melisa Fervariani alias sih Malang.

“Kita ntar lagi uda pada mau lulus. Kita harus tetap kontekan loh ya. Aku gak mau, kita sahabatan pas di kuliah, tapi setelah lulus kita sendiri-sendiri ibarat nda saling kenal!”

Yap. Kata-kata sederhana, tapi ketika kita mau merefleksikannya, memang hal itu sangat penting. orang yang kita sebut teman itu, cenderung hadir di suatu jenjang tertentu dalam hidup yang sedang kita jalani. Contohnya, saat kita SD pasti ada teman yang akan mendampingi kita dalam tiap tanduk aktivitas kita dan sebagainya. Tapi, bagaimana ketika kita telah meninggalkan jenjang tersebut, dalam arti sudah lulus? Melupakan mereka? Menghilangkan mereka? Menghapus mereka?…

Kawan, mungkin peran mereka kecil bagi kita. or even, kita hanya sebatas mengenal nama dan hanya say hello ketika bertemu. Meskipun begitu, mereka sudah menorehkan goresan tinta meskipun sedikit dalam kertas hidup kita. why? At least, kita mengenal, “ohh, ternyata dulu ada yang namanya A. Or B.
Or C. Atau apapunlah.”

Hari ini Melisa membuatku berefleksi sangat dalam. Ya, memang. Kita sebentar lagi akan lulus. Semester 5 tinggal menghitung hari, dan tanpa terasa Natal dan Tahun Baru tiba. Setelahnya, semester 6 di depan mata, dan Semoga berkat Tuhan, proposal skripsi bisa diambil di semester 6 sehingga, semeter 7 skripsi dan selesailah perjalanan jenjang pendidikan formal kita, meskipun memang ada yang ingin mengambil hingga 8 semester atau lebih atau mau melanjutkan ke S S S lainnya. Lalu, setelah kita lulus, kita pergi meninggalkan almamater kita untuk mulai mencari hidup dalam arti kerja atau tujuan lain kita. nah, apakah teman-teman kita pun pergi seiring kepergian kita menjemput hidup selanjutnya? Apakah mereka seakan langsung lenyap tanpa berbekas? Apakah mereka seakan hanya fantasi atau impian yang pernah kita temui dalam tidur malam?Tidak…mereka nyata. Mereka selalu ada, dan akan selalu ada.

Titip salam untuk semua rekan-rekanku baik dari TK hingga kuliah serta semua kenalan dari segala yang pernah kita berkomunikasi…nilai positifnya adalah untunglah teknologi makin berkembang. Kita masih bisa berkomunikasi lewat grup Pax Christi di FB ataupun chat di BB grup untuk anak-anak St. John’s School, lalu tentu saja teman-teman di perkuliahan. Untuk rekan-rekan di perkuliahan…sebentar lagi, meskipun masih dalam satu psikologi, kita sudah akan menentukan bidang minat. Untuk rekan-rekan dekatku, Budi ke klinis, Ceng ke Perkemb, Saya di PIO serta semua rekan seangkatan di Psikologi 2009. Memang waktu untuk bertemu akan semakin berkurang tidak seperti dulu lagi. Tapi, kembali lagi…apakah itu semua membatasi kita untuk saling berkomunikasi satu sama lain…hmm, I don’t think so, guys…

But, U know. This is life…still keep contact, and always remember that we have ever studied together, lough together, was in sadness or angry, atau apapunlah berbagai masa telah dilewati. Semoga di kemudian hari pas lulus, sudah sama-sama sukses, kita bisa ketemu lagi, berbincang-bincang seperti dulu, dan berbagi pengalaman…yang pada intinya…Keep contact, wherever you will go, guys…

 

Good Luck, then, and, doyour best ever,..

GBU…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s