Over the Rainbow

Hehehe, pernah tidak kita merencanakan suatu kegiatan atau acara? Atau pernah tidak kita membuat jadwal kegiatan? atau mengharapkan sesuatu yang terjadi atau didapatkan? Begitu banyak cita-cita, harapan, rancangan dan berbagai hal lainnya yang ingin kita capai. Yap, tentu saja, namanya juga manusia. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa, “hidup cuma sekali saja, mari kita rayakan hidup kita dengan berbagai hal.”

Dari kesemuanya itu, saya pernah membaca suatu pepatah yang menyatakan, manusia berencana namun Tuhan yang memutuskan. Nah, yang menjadi masalah adalah, bisakah manusia menerimanya dengan ikhlas, jiwa kstria, ataupun ketabahan ataupun kata-kata yang seringkali digunakan untuk memunculkan defence kita? dan memang kenyataannya seperti itu. idealnya adalah berdoa sambil bekerja atau sebaliknya yang dilatinkan menjadi Ora et Labora. Nah, tapi meskipun kita sudah melaksanakan dengan baik, memprosesnya dengan maksimal lalu tinggal menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan, hasilnya ada saja yang tidak sesuai dengan keinginan ataupun harapan kita.

Tidak salah memang. Dan memang pada dasarnya seperti itu. tapi, pernahkah saat kita telah mengalami kegagalan, ketidaktercapainya suatu rencana ataupun kemalangan nasib kita? siapa yang cenderung kita salahkan? Hehehe, secara tidak sengaja,cenderung yang kita salahkan adalah orang lain apabila suatu hal tersebut berkenaan dengan orang lain, dan kedua adalah Tuhan. Yap, memang kita bisa saja langsung defence dengan mengatakan, “gak kok. Ini memang salahku..bla bla bla.” Apakah memang demikian?

Lalu, apa yang terjadi? Menggerutu, mengomel, sedih, marah, dan berbagai perasaan lainnya merasuk dalam hidup kita dan pada akhirnya seperti yang saya katakan di atas, ada satu titik dimana kita mulai menyalahkan berbagai pihak. It’s normal, actually. Why? We are human….^^

Nah, so, what’s next???

Ada sebuah lagu indah yang mungkin bisa menjadi referensi bagi kita ketika apa yang telah kita maksimalkan dengan persiapan maksimal dan berdoa secara tulus namun hasilnya kurang memuaskan…Pelangi Kasih…coba kita resapi lirik per lirik, kata demi kata dan makna yang terkandung di dalamnya…

Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti.

Satu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan beri.”

Wah, memang indah lagu itu. tapi, sulit untuk dilaksanakan. Ketika kita mendengar dan merenungkan lagu ini, tentu langsung terpatri dalam pikiran kita tentang bersyukur. Masalahnya adalah, seberapa kita bisa bersyukur ketika menghadapi suatu kemalangan atau hal negatif…

Bingung yaaa…huhuhu…tapi, mari kita lihat lirik-lirik berikutnya:

Tuhanmu takkan memberi ular beracun, pada yang minta roti.

Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu…”

He knows about us. Everything. Pada awalnya memang susah menerima kenyataan akan berbagai hal yang telah kita rencanakan sebelumnya, sudah berdoa, namun hasilnya mengecewakan. Ataupun kadang kala kita merasa terpuruk dan sangat down karena suatu masalah. Yap, tapi, setidaknya lewat lirik terakhirnya, Dia mengajarkan kita tentang suatu hal…

“Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia.

Saatnya kan tiba nanti kau lihat, pelangi kasihNya.”

Selamat memulai hari ini…semangat!!!

GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s