Hosti dan Anggur: Penguat Tubuh Mistik Kristus

Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

(Yoh 6: 54)

Beberapa waktu lalu di suatu diskusi, kami membicarakan tentang komuni kudus dan salah satu bacaan Injil di atas. Memang jika Injil di atas diterjemahkan secara
harafiah, sungguh menyeramkan apabila kita, manusia, harus memakan daging Yesus
dan bahkan meminum darahNya agar mempunyai hidup yang kekal meskipun Ia adalah manusia sama seperti kita. Tapi, Yesus menegaskan bahwa jangan menterjemahkan secara sesuatu itu berdasarkan akal sehat semata tapi, renungkanlah di dalam hati agar supaya menemui makna yang sesungguhnya.

Gereja, dalam lingkaran tahun liturgi pun merayakan secara khusus perayaan Tubuh dan Darah Kristus setiap tahunnya seminggu setelah pesta Tritunggal Mahakudus. Untuk tahun ini, perayaan Tubuh dan Darah Kristus dirayakan pada tanggal 26 Juni 2011. Tubuh dan darah Kristus adalah lambang pengurbananNya di kayu salib dan lambang bagi kita semua untuk masuk dalam kehidupan pertobatan dan mengalahkan dosa. Dan baik sadar maupun tidak, setiap merayakan perayaan Ekaristi, kita telah menyambut Tubuh dan Darah Kristus itu lewat hosti kudus.

“Loh, bukankah kita menyambut hosti dan anggur? Bagaimana mungkin itu dapat disebut Tubuh dan Darah Kristus?”

Memang, kembali lagi, secara harafiah ketika dalam perayaan Ekaristi, kita, baik umat
maupun romo, hanya menyambut hosti dan meminum anggur, namun, lewat proses Konsekrasi agung pada Doa Syukur Agung, iman kita membawa ke suatu titik pemahaman dan kepercayaan bahwa hosti dan anggur telah berubah makna menjadi
Tubuh dan Darah Kristus sendiri.

Ataupun di suatu kesempatan seorang Katolik bertanya, “kita hanya menyambut hosti saja sebagai lambang Tubuh Kristus, lalu, apakah kita tidak menyambut Darah Kristus juga berupa anggur?”

Ya, memang kita hanya menyambut hosti saja. Tetapi, hosti itu sudah melambangkan Tubuh dan Darah Kristus itu sendiri. Alasan tidak adanya penyambutan anggur dalam perayaan Ekaristi pada umumnya disebabkan faktor ketersediaan anggur itu sendiri yang terbatas sehingga pada suatu perayaan Ekaristi seringkali pada proses komuni umat hanya akan menyambut hosti saja. Dan kembali lagi ditekankan bahwa hosti yang kita sambut setelah melalui proses konsekrasi di Doa Syukur Agung telah melambangkan dan memiliki makna sebagai Tubuh dan Darah Kristus.”

“Lalu, kita seringkali mendengar, Tubuh Mistik Kristus. Apa itu?”

Tubuh Mistik Kristus adalah gereja. Gereja adalah kita. Kristus menjadi kepala dan kitalah badannya. Kristus yang mengepalai segala tindak tanduk dan kehidupan kita dan kita pun selalu berusaha hidup serupa denganNya. Kristus senantiasa hidup di dalam kita dan kita hidup di dalam Kristus. Pemaknaan Tubuh Mistik Kristus kembali lagi dikuatkan pada perayaan Ekaristi khusus hari ini lewat perayaan Tubuh dan Darah Kristus sehingga diharapkan kita akan semakin memaknai Kristus sebagai kepala kita dan semakin menyerupai Kristus.

Selamat merayakan Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Berkat Allah menyertai kita semua. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s