Ketika Kita Diberik Kesempatan…

Memang sih udara di Surabaya terkenal panas, tapi gak untuk hari ini, Minggu, 15 Mei 2011. Hawa dingin memang menyelimuti badan…hehehe…Ternyata saya harus ke Gereja Hati Kudus Yesus, Surabaya, untuk ikut misa jam 09.15 padahal sekarang, waktu telah menunjukkan pukul 08.30. Bagusss!!!

Sesampainya di Gereja tempatnya sudah penuh dan akhirnya harus duduk di ruangan luar dekat Sakristi. Hmmm, misa berjalan seperti biasa meskipun hari ini adalah hari spesial karena merupakan minggu panggilan. Tapi, bukan itu yang ingin saya bahas.

Ketika hampir selesai Misa, saya memperhatikan, di depan sakristi mulai banyak anak-anak (SD maybe) yang berdiri sambil membawa buku. “Buku apa itu?” tanya saya dalam batin. Aaahhh, saya teringat tentang buku yang harus ditandatangani setiap minggu ketika kita ikut misa oleh Romo dan itu merupakan salah satu tugas sekolah dan tentu saja akan dimasuki di dalam nilai raport khususnya untuk pelajaran Agama. Sesaat, saya memperhatikan mereka, rasa rindu saat-saat SD kembali muncul di pikiranku…hmmm, sudahlah…Tapi, hal ini membuat saya bertanya kembali ke dalam diri saya.

“Untuk apa ada buku seperti ini ya?”

Tentu saja, secara eksplisit saya berpikir, “ahhh, mungkin, ini dilakukan oleh pihak sekolah untuk membiasakan murid-muridnya untuk pergi ke Gereja. Dengan menandatangani buku itu, mereka sudah pergi ke Gereja.” Waduh, tapi, langsung muncul pertanyaan baru bagi saya,

“Jadi, ke Gereja hanya untuk kejar nilai. Jika saya sebagai murid tidak menandatangani buku itu, maka nilai saya akan jatuh. Tapi kalo saya menandatangani, saya akan dapat nilai…”

Dan juga,

“Ya, kalo begitu, saya sih malas untuk ke Gereja. Mendingan suruh sapa gitu yang tandatangani supaya saya tetap bisa mendapat nilai.”

Jadi, dari sini, saya bisa menarik kesimpulan sementara bahwa, ke Gereja bukan untuk mencari Tuhan sebetulnya tetapi hanya untuk mencari nilai. Hmm, begitukah???…atau bagaimana caranya agar supaya anak-anak kecil calon penerus generasi ini ke Gereja dengan sepenuh hati, benar-benar ingin mencari Tuhan dan ingin menjadi saksi-Nya tanpa harus dilandasi iming-iming nilai sekolah. Tapi, dari sini, mungkin ada yang bertanya,

“Buat apa sih Anda mengurusi urusan yang bukan urusan Anda?”

Pertanyaan bagus. Itu memang bukan urusan saya, dan itu memang urusan orang tuanya. Tapi, bukankah kita bertanggung jawab untuk mengusahkan yang terbaik buat generasi penerus kita? ya kan salah satunya dengan pengembangan iman yang benar. Salah satunya dengan pembinaan bidang kerohanian. Lagipula, apabila kita diberi kesempatan untuk membina dan mengajar mereka ke arah yang lebih baik, toh ujungujungnya demi kebaikan mereka sendiri.  So, Why not?

“Sok suci banget sih Anda mau mengajarkan tentang kebenaran iman dan hidup rohani. Emang hidup rohani Anda sudah benar?”

Hehehe,,,pertanyaan yang sangat menarik. Ketika kita melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak benar dan kita mengetahui itu serta menyadarinya, bukankah lebih indah ketika kita membagikan ke orang lain, khususnya anak-anak supaya yang lain tidak melakukan kesalahan yang sama???…Yesus sendiri mengatakan bahwa, “Jika ada yang di antara kamu yang tidak berdosa, silahkan melempar batu kepada perempuan ini.”

Kesempatan untuk melayani sesama diberikan kepada kita setiap saat dan dalam bentuk apapun. Salah satu pelayanan demi perkembangan rohani anak-anak juga merupakan suatu kesempatan indah yang bisa kita dapatkan dengan membagikan informasi kepada adik-adik kita tentang pentingnya ke Gereja bukan karena nilai atau kewajiban Hukum Gereja tapi menjadi lebih dekat dan bertemu langsung dengan Sang Khalik. Banyak cara yang dapat dilakukan dan tentu saja tidak harus dengan cara formal dengan membuat pertemuan khusus. Bercerita pada saat bermain game atau saat nongkrong juga dapat kita lakukan untuk membagikan informasi apa saja, khususnya untuk perkembangan bersama.

Ketika kita diberi kesempatan itu, dan kita memanfaatkannya, tentu hidup kita lebih bermakna. Lalu, apa sih hidup bermakna itu? Terserah kepada kita tentang pemaknaan hidup kita dikatakan bermakna seperti apa. Dan saya sangat percaya, berkat Tuhan, Allah, dan apapun yang kita sebut sebagai Sang akan selalu menyertai hidup kita, dalam tiap aktivitas dan pergumulan hidup sehari-hari…

Selamat Hari Minggu…

Salam Damai semuanya

Salam Brillian!!!

GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s