Cycle of Spirit – Full Version

Ketika akan melakukan atau membangun sesuatu dikenal adanya tujuan, rencana, goal, aim, atau apalah itu. Semua bidang memerlukan itu. Lihat saja hal yang paling kecil, yaitu keluarga, dari berbagai artikel yang saya baca tentang keluarga dan hasil wawancara dengan berbagai orang, sebelum terbentuk keluarga, calon suami istri pun harus sepakat memiliki tujuan yang satu agar supaya dengan tujuan itu, mereka semangat untuk mengarahkan keluarga ke tujuan yang ingin dicapai. Dan juga, makin kompleks lagi yaitu di dunia organisasi industri. Sebelum membangun suatu bidang usaha ataupun organisasi, se-idealnya ditetapkan terlebih dahulu adanya tujuan yang satu sehingga perjalanan organisasi atau suatu industri akan sejalan pula yang didasarkan pada tujuan tersebut.

            Tujuan tersebut sering dikenal dengan visi dan misi. Yes, benar. Saya mengasumsikan sebagian besar dari kita mengetahui apa itu visi dan misi.

            “Apa itu visi dan misi?”

            “Ya visi dan misi. Yaaa, itulah. Tujuan kan?”

            Mungkin seperti itulah pengetahuan kita tentang visi dan misi. Saya pun masih cenderung kurang bisa mendefinisikan apa itu visi dan misi. Tetapi ternyata, ada juga yang menteorikan tentang visi dan misi tersebut.

Jadi, apa visi dan misi itu…?

Di dalam artikel yang berjudul “Pengertian Visi dan Misi serta Beberapa Contoh Visi dan Misi Perusahaan.”, Mustika Sari, 2010, Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan,

Rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.”

Sedangkan menurut Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000: 122),

Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan.”

            Jadi, dapat disimpulkan bahwa di dalam visi terdapat beberapa unsur yaitu:

–          Rangkaian kalimat,                       –   Nilai-nilai, dan

–          Cita-cita dan tujuan,                     –   Masa depan

–          Sustainability, 

Sedangkan misi, masih dalam artikel yang sama, Mustika Sari mengambil beberapa pengertian misi dari Prasetyo dan Benedicta (2004:8) yang menyatakan bahwa,

“Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan.”

Menurut Drucker (2000:87) menyatakan bahwa,

“Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya.”

Dan menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) misi merupakan,

“Rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.”

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa misi merupakan,

–          Rangkaian kalimat,

–          Bentuk nyata dari apa yang akan dilakukan

–          Berhubungan dengan eksistensi

–          Berhubungan dengan berbagai pihak terutama dalam operasionalnya

Dari definisi di atas, kita dapat melihat bahwa visi dan misi sangatlah terkait dengan sesuatu yang akan didirikan. Tanpa visi yang jelas, suatu yang kita bangun seakan memiliki masa depan yang tidak jelas pula. Ataupun visi sudah jelas, tapi bentuk nyata apa saja yang akan dilakukan ke depan tidak ada, adalah sama saja bisa menggangu stabilitas suatu organisasi baik dari sisi organisasi kecil seperti keluarga ataupun industri besar lainnya.

          How to…?

Seperti yang dijelaskan bahwa, visi dan misi adalah terdiri dari serangkaian kalimat. Ya, akan tetapi, tidak hanya sebatas rangkaian kalimat karena didalamnya itu harus terdapat esensi dan pemaknaan dari tiap kata yang dirangkaikan sehingga membentuk kalimat tersebut. Esensi yang dimaksud disini tentu saja harus berkaitan erat dengan semua yang terlibat di dalamnya beserta prosesnya juga. Tapi, ternyata, esensi saja tidak cukup, karena perlu juga pemaknaan dan definisi operasional yang sama antar individu atau pihak yang berlindung di bawah visi dan misi yang sama di organisasi yang sama. Definisi operasional yang dimaksudkan adalah bagaimana tindakan nyata atau perilaku nyata apa yang dapat dilaksanakan anggota dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, atau singkatnya, “konkritnya itu seperti apa sih?”dan tentus saja semua orang yang terlibat di dalamnya harus mengerti benar tentang ketiga hal yang terkait visi dan misi itu, yakni, esensi, pemaknaan, dan definisi operasionalnya.

Setelah mengenal visi dan misi dan kira-kira apa saja yang terdapat di dalamnya, muncul refleksi singkat bagi saya, “Lalu, ketika kita berkaca pada berbagai macam organisasi, ketika ditanya, bagaimana visi dan misinya, banyak yang tidak dapat menjawab atau kurang dapat menjelasknya.” Ya, memang demikian adanya, sehingga dari sini dapat terlihat beberapa respon para “pemain” organisasi atau industri menyangkut visi dan misi itu sendiri.

“Hmm…visi misi ya…Itu apa ya?”

            Ya, memang tidak dapat dipungkiri bahwa visi dan misi terkesan “wah”, dalam arti masih banyak yang kurang paham tentang definisi, esensi atau apalah yang berhubungan dengan visi dan misi karena paling tidak, hanya tahu tentang “tujuan”. Sehingga, dalam membangun suatu organisasi atau industri sekalipun sedikit yang menekankan pada pembuatan visi dan misi sebagai arahan untuk masa depan mau dibawa kemana organisasi atau industri ini. Kurangnya informasi terhadap visi dan misi pun sangat berpengaruh terhadap pembuatan visi dan misi itu sendiri.

            Tapi, dari sini, muncul hal yang menarik. Kita ambil contoh adalah industri-industri kecil (memang tidak dapat digeneralisasi karena ini hanyalah hasil pantauan penulis dari beberapa industri) atau biasa disebut home industry, mereka tidak memiliki visi dan misi yang tertulis atau formal seperti perusahaan besar lainnya, dan disini muncul suatu hal mengenai visi dan misi…

“Waduh, Saya sih tidak terlalu peduli dengan visi misi. Toh usaha dan karyawan lancar…”

            Ya, hal ini pun tidak dapat dipungkiri terjadi. Saya mencoba melihat dari sudut pandang owner dan diasumsikan bahwa orientasinya lebih ke profit dengan keadaan karyawan yang stabil. Tapi, bagaimana dengan daya saing untuk di masa depan? Seperti yang dijelaskan di bagian pertama bahwa, salah satu unsur visi adalah untuk masa depan, dan memang kita kenal bersama di dalam industri tidak asing hadirnya putaran roda profit dan juga kompetitor. Nah, menjadi pertanyaan bagaimana organisasi atau industri itu meng-sustainkan bidangnya itu menghadapi berbagai pesaing dan konsumen untuk kedepannya?

Ini terkait juga dengan pemeliharaan berbagai unsur di dalamnya termasuk SDMnya. Mengapa saya menyoroti SDM juga? Karena, biar bagaimanapun salah satu unsur bahkan hal yang penting dalam suatu organisasi atau industri adalah SDM, manusia itu sendiri yang merupakan pelaku di dalamnya. Ketika para SDM memang memiliki keahlian-keahlian di atas rata-rata, ataupun SDM yang sangat berkualitas sekalipun, dihadapkan pada suatu organisasi atau industri yang tidak memiliki arah, atau pandangan ke depannya, atau apalah yang semuanya terangkum dalam visi dan misi, apa yang kira-kira terjadi untuk ke depannya?

“Ya, saya punya visi misi seperti ingin memajukan karyawan dan usaha…”

Dari pernyataan di atas pun hadir respon lain tentang visi dan misi dimana memang ada pihak yang mengetahui tentang perlunya visi dan misi tapi kurang di definisi operasionalnya atau bentuk konkrit pemaknaan visi dan misi yang diterapkan di dalam perilaku. Sebagai contoh, dalam suatu kesempatan diskusi dengan seseorang, saya menanyakan tentang visi dan misinya. Ia menjelaskan bahwa visi dan misinya lupa tetapi lebih kepada apa yang ingin ia lakukan. Dengan jawaban seperti itu diasumsikan bahwa pemaknaan yang ada terhadap visi dan misi serta keterkaitan dengan konkritnya terjadi ketidaksinkronan.

Jadi, apa yang bisa ditawarkan untuk menghadapi respon-respon seperti ini? Sejalan dengan salah satu nilai di Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala, Surabaya adalah solutif, disinilah akan coba dijabarkan tentang apa maksudnya cycle of spirit itu sendiri.

Cycle of Spirit à Styling – Justification – Internalization – Evaluation – Re…

 Styling

            Tentu saja adalah suatu hal yang pasti sebelum membuat visi dan misi adalah tentukan dulu apa saja yang akan menjadi orientasi kita. seperti akan bergerak di bidang apa, segmentasi pasar, SDM dan stakeholder yang terlibat di dalamnya, serta input-proses-output di dalam organisasi atau industri itu sendiri, ya intinya adalah kesemuanya merangkum menjadi satu, “What I want and What I need”

            Setelahnya, pembuatan visi dapat dibuat sebagai langkah awal, apa yang ingin dicapai kedepannya dan mau seperti apa. Dan dilanjutkan pada pembuatan misi. Kita menyamakan persepsi disini bahwa misi adalah bentuk nyata atau konkrit untuk mencapai visi.

Justification

            Setelah pembuatan visi dan misi, langkah selanjutnya adalah menjustifikasikan apakah visi dan misi itu sinkron, real, rasional, dan dapat diwujudnyatakan dalam suatu timeframe yang diatur sebagai agenda kegiatan pencapaian visi dan misi. Di dalam tahap ini pun dapat dilaksanakan proses pemilahan kata per kata untuk definisi operasionalnya. Dalam arti, tiap kata akan coba diinterpretasikan seperti apa sih konkritnya dari visi dan misi itu sendiri sehingga, dari situ persepsi tentang visi dan misi antar anggota yang terlibat di dalamnya memiliki kesamaan persepsi termasuk definisi operasionalnya itu sendiri.

Internalization

            Dilanjutkan pada proses internatilization dimana kesannya adalah untuk memasukkan visi dan misi yang telah disusun dan dijustifikasikan ke semua elemen dan pihak-pihak yang terkait dengan organisasi tersebut. Tapi ternyata, proses internalisai ini sendiri tidak hanya berlaku secara top-down saja tapi juga, di bagian top adalah bagian yang pertama kali harus di internalisasi secara optimal. Lalu setelahnya ke bagian bawah hingga merata kesemua pihak-pihak terkait.

Tujuan dari pengadaan proses ini agar supaya untuk mencapai tujuan bersama tadi, para pihak terkait, baik pihak atas hingga pihak bawah, sama-sama mengenal, meresapi, dan melakukan dalam tindakan konkrit visi dan misi yang ada tersebut.

Lalu, bagaimana kita mengetahui visi dan misi serta pelaksanaanya itu optimal atau tidak? Lalu, seperti apakah dikatakn optimal dan seperti apakah dikatakan tidak optimal?

Evaluasi

Evaluasi adalah hal yang sangat amat penting di dalam suatu organisasi ataupun industri. Di dalam evaluasi ini terdapat berbagai hal seperti melakukan penilaian terhadap apa yang telah dicapai, melihat apa saja yang masih kurang, hingga proses refleksi guna perbaikan untuk ke depannya. Di dalam evaluasi ini pula dapat menjawab dua pertanyaan di atas mengenai optimalisasi.

Disini, konkritnya adalah dengan mengadakan pertemuan khusus guna membahas tentang evaluasi terhadap visi dan misi, baik dari segi konten, pemaknaanya, dan pelaksanaan konkritnya. Disini, berbagai hal pun dapat terjadi sekalipun hal yang sangat berdampak seperti, apabila terjadi suatu hal, bukan tidak mungkin akan diadakannya pengrevisian visi dan misi ataupun pengrevisian definisi operasional di dalamnya.

Re…

Lalu, setelah proses evaluasi itu selesai, akan dibuat berbagai macam perumusan yang baru atau pun berbagai hasil dari evaluasi tersebut dan akan diterapkan untuk proses selanjutnya di dalam organisasi atau industri itu sendiri.

Sehingga, dari beberap tahapan di atas, akan membentuk suatu siklus yang se-idealnya tidak putus. Disinilah mengapa disebut cycle of spirit, karena siklus disini sangat berguna untuk menentukan semangat, guna menentukan tujuan dan cara untuk mencapai tujuan tersebut, dan dalam hal ini adalah visi dan misi itu sendiri…..

Selamat Malam Nusantara!!!

Salam Brillian!!!

GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s