Biskuit Coklatku – Bagian 2

Ketika Josh pulang, ia tidak menunjukkan perubahan yang aneh dan bingung tentang berkurangnya biskuit cokelat yang disimpannya itu. Aku pun menjadi lega. Hari ini aku sangat lega dan senang. Tidak ada hari bagiku yang sebahagia hari ini.

            Hari-hari berlalu, aku mendapatkan pelampiasanku untuk makan biskuit cokelat itu. Aku pun sering menunggu waktu yang tepat untuk membongkar kamar Josh di saat rumah sepi. Begitu juga dengan hari ini, sabtu, seminggu setelah aku menemukan ‘markas persembunyian temanku’. Setelah semuanya pergi, aku membongkar kamar kakakku lagi. Ternyata temanku tidak pergi, aku pun mulai menikmati biskuit-biskuit dalam jumlah yang besar itu.

            Badanku mulai berkeringat, entah kenapa, mungkin karena kebanyakan makan, tapi, nafsu makanku menjadi sangat tinggi. Aku pun tidak rela untuk meninggalkan biskuit-biskuit itu. Pada saat aku sedang asyik memakannya,

            “Hei! Apa yang kamu lakukan?” Teriak Josh mengagetkanku.

            “Ng, anu!” Aku pun bingung harus menjawab apa karena aku sangat pusing dan mual saat itu.

            “Haduh! Kenapa kamu memakan biskuitku! Gak boleh tahu!” teriaknya dengan nada yang sangat keras.

            “Tapi, biskuit ini sangat enak, lebih enak daripada biskuitku yang lain” JAwabku dengan spontan.

            “Yasudah. Tapi jangan bilang ke papa atau mama kalo aku nyimpan biskuit ini!” Jelas Josh.

            “Tapi kenapa?” tanyaku.

            “Kalo kamu banyak tanya, aku gak akan ngasi kamu lagi! Denger!” teriak Josh lagi dan aku pun hanya bisa mengangguk tanda setuju. Aku pun sangat puas telah makan biskuit cokelat sebanyak itu.

            Semenjak saat itu, aku tidak makan secara diam-diam lagi karena Josh memberikan jatah kepadaku, 2 bungkus setiap hari dengan perjanjian aku tidak mengadukannya kepada orang tuaku. Semenjak aku keseringan makan biskuit itu pula badanku menjadi lebih ringan, lebih enak, namun aku menjadi sering sakit kepala dan mual. Mungkin karena kebanyakan makan. Aku mencoba untuk menghentikannya. Tapi, aku begitu bernafsu untuk makan dan makan lagi biskuit-biskuit itu.

            Aku tidak memberitahukan hal ini kepada siapa pun. Aku tetap mengonsumsi biskuit cokelat yang super lezat itu, namun setiap kali aku mengigit biskuit itu, badanku agak mengejang. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Satu hal yang selalu ada di benakku, biskuit cokelat itu amat sangat lezat.

            Suatu hari aku diam-diam menyelundupkan biskuit-biskuit itu pada saat aku mandi dan aku melahapnya di kamar mandi. Sementara aku melahapnya, badanku tiba-tiba menjadi sangat lemah, dingin, dan pusing yang tak tertahankan. Namun, nafsu makanku untuk menghabiskan biskuit-biskuit cokelat itu tidak bisa berhenti. Diriku seakan memanggil-manggil biskuit-biskuit itu untuk masuk ke dalam tubuhku. Mataku terpejam sesaat. Pandanganku menjadi gelap, aku mencoba berteriak di dalam kesendirianku tapi kenapa semuanya begitu gelap. Tidak ada udara, tapi aku masih bisa bernapas, tidak ada cahaya namun aku terus bisa berdiri. Keadaannya bukan di kamar mandi. Aku tidak tahu dimana, sampai ada suatu benda yang mengenai kepalaku dan aku pun tertidur lelap dan lepas…

BocahSDTewas Karena Overdosis

            Axel (12) ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya setelah salah seorang anggota keluarganya mendapatinya telah tewas dengan mulut berbusa. Di sekelilingnya berserakan biskuit-biskuit cokelat yang tidak dijual dipasaran. Menurut hasil otopsi dan visum dari tubuh korban ditemukan terdapat komplikasi fungsi ginjal dan hati serta overdosis. Di duga biskuit cokelat ersebut mengandung zat adiktif yang telah merusak organ-organ Axel. Kini, jasad Axel akan disimpan di rumah sakit Cilindak untuk pemeriksaan selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s