Biskuit Coklatku – Bagian 1

            Aku sangat suka coklat. Apalagi coklat yang dicampuri dengan biskuit. Tiap hari, aku bisa menghabiskan biskuit sebanyak 5 bungkus, namun kalau aku benar-benar lapar dan ingin, 10 bungkus dapat dilahap olehku selama setengah jam saja. Semua kegiatanku selalu disertai dengan biskuit dengan berbagai merk yang penting rasanya coklat. Tiap aku ke sekolah, ada 3 bungkus biskuit dalam tasku, sehabis bermain basket, aku melahap 5 bungkus biskuit coklat kesukaanku, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatanku yang selalu ditemani oleh biskuit coklat. Biskuit coklat bagaikan temanku disaat aku senang atau sedih, yang selalu menemani di tiap hidupku.

            Awalnya orang tuaku mengijinkanku untuk melanjutkan apa yang menjadi hobiku itu, namun karena mungkin aku sudah agak ketagihan, orang tuaku mulai mengontrol jumlah biskuit coklat yang aku makan. Aku pun menjadi sangat sedih, aku sangat sedih karena aku hanya bisa makan biskuit coklatku pada hari sabtu dan minggu.

            “Tidak boleh! Kamu hanya boleh makan biskuit coklatmu pas weekend doank!” begitulah perintah ibu kepadaku ketika aku merengek untuk meminta biskuitku yang disembunyikan ibu entah dimana.

            Namaku Axel. Sekarang aku duduk di bangku sekolah dasar kelas 5. dari kelas  3 sd, aku sangat hobbi untuk makan biskuit coklat. Aku menyukai makan itu semenjak ayahku memberikan biskuit coklat yang sangat enak sebagai oleh-oleh dari Singapura. Awalnya aku juga menyadari bahwa ada positifnya juga aku agak mengurangi makan biskuitku dengan alasan kesehatanku, tapi semakin lama aku menjadi tidak tahan untuk memakan biskuit coklat itu.. Suatu hari, ibuku pergi entah kemana, ayah pergi kekantor, dan kakakku ke kuliahan. Kesempatan emas. Meskipun aku masih kelas 5, aku tergolong nakal untuk menghadapi situasiku saat ini. Aku sendiri di rumah. Aku pun mencoba untuk membongkar rumah kami yang bisa dikatakan tidak besar. Tiap ruangan aku periksa dengan teliti. Tiap sudut rumah aku sisir hanya untuk mendapatkan ‘teman’ku itu.

            Aku pun tiba di kamar kakakku, Josh. Kamarnya begitu berantakan. Semua bajunya berserakan dimana-mana serta ditumpuki juga dengan buku serta majalah-majalah koleksinya. Awalnya aku sempat berpikir, mana mungkin ibuku menyembunyikan ‘temanku’ itu di kapal pecah ini? Tapi tidak mengapa pikirku. Aku juga ingin untuk mencari tahu apa saja yang ada di kamar kakakku. Siapa tahu ada barang yang berguna dan menarik buatku dari kamar kakakku ini.

            Setelah beberapa lama aku membongkar lemari serta kamar kakaku aku tidak menemukan barang-barang yang berguna buatku. Aku pun melihat di bawah kolong tempat tidurnya. Aku menemukan beberapa bungkusan yang sepertinya aku kenal dan segera saja aku menariknya keluar karena penasaran. Setelah membuka bungkusnya, aku sangat kaget dan aku berteriak

            “Kakak dan ibu curang!! Biskuit cokelatku dikasi ke kakak! Curang!” aku berteriak karena sangat marah melihat begitu banyaknya biskuit cokelat di dalam tas plastik hitam besar itu. Begitu banyak biskuit cokelat itu dengan berbagai merek baru, mungkin biskuit cokelat baru yang belum pernah dijual diIndonesia. Mungkin itu adalah hadiah-hadiah ayah dari luar negeri buatku namun disimpan. Begitu pemikiran polosku.Adayang masih terbungkus dan ada juga yang sudah terbuka. Aku pun menjadi sangat senang dan segera saja aku mengambil ‘teman’ku itu. Aku sangat rindu mereka karena seminggu penuh aku dilarang ibu untuk tidak makan biskuit cokelat. Aku mulai memakan biskuit-biskuit cokelat itu. Amat sangat enak! Ini beda dengan yang biasa. Biskuit itu sangat nikmat! Namun, aku masih bisa menahan diri, setelah memuaskan ‘dahagaku’ akumengembalikannya ke tempat semula agar tidak ketahuan. Aku tidak sebodoh itu yang membiarkan diriku ketahuan telah mengobrak-abrik kamar Josh. Setelah aku bereskan ke tempat semula aku kembali ke kamar untuk bermain komputer dengan beberapa biskuit yang sudah aku selipkan di kantong celanaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s