Dibalik Wanita…

Di suatu pertemuan mata kuliah psikologi konseling, kami membahas tentang feminism…hmm, wah, sepintas apabila kita logikain, (ahhh, gak usah ribet dilogikainlah, di masuk akalinlah…ahhh, sama ajalah..), feminism itu berhubungan dengan wanita…yap, ANDA BENAR!!! *sudah, jangan lebay!!!

Hmm, emang, feminisme merupakan gerakan lama yang baru akhir-akhir ini mendapat perhatian cukup besar (atau mungkin aku secara pribadi tidak mengetahui adanya gerakkan seperti ini). Gerakkan ini jika ditelusuri lewat rekam sejarahnya berawal dari keprihatinan kaum hawa terhadap kaumnya yang seringkali ditindas oleh para kaum adam…wahhh,,,masalah yang emang dari dulu terjadi yaa kayaknya…Dibalik wanita yang kita stereotipekan berurusan dengan dapur saja ternyata punya kekuatan untuk bergerak!. SALUT!!!

Yesss, itulah setidaknya akar didirikannya aliran ini. Disini hal yang paling utama adalah pemberdayaan perempuan dimana, benar atau salahnya perempuan, mereka adalah benar!…terkesan sangat diskriminatif emang, tapi inilah point yang sangat dijunjung tinggi oleh aliran ini menghadapi arus patriakis yang dewasa ini masih saja ada. Emang, pendengungan emansipasi wanita sering banyak digaungkan…tapi ya, dalam prakteknya gitu, masih banyak aja wanita-wanita yang menjadi korban lelaki…(terdengar sangat diskriminatif lagi, seakan-akan kita sebagai cowok yang harus salah…huhuhu…tidak adil…huhu…hehe, tapi sudahlah,,.). tapi sudahlah, kan disini kita tidak akan menentangkan wanita dengan pria…hanya dalam artikel ini akan menunjukkan gambaran luar feminsime yang yaaa,,,selama itu positif, why not kita lihat???hehehe…

Ternyata kaum feminsime juga terlibat dari berbagai proses konseling sehingga ada yang dinamakan dengan praktek konseling feminisme. Seperti apa sih itu? Ya, samalah seperti praktek konseling pada umumnya tetapi seperti yang diatas saya katakana, pertama, perempuan itu harus diberdayakan trelebih dahulu.

Sek sek…kita ini orang awam. Emang apaan itu konseling???

Oh iya, maap, lupa kawan. hehehe…konseling merupakan suatu proses interaksi antara pihak yang membutuhkan bantuan (disebut konseli/klien) dengan pihak yang mendapat keterampilan khusus memberi bantuan (disebut konselor/helper) dalam suatu hubungan yang formal dan professional (tuh saya ambil dari www.suyotohospital.com) jadi, tidak ada istil;ah copy paste ya!!!…hohoho…

Nah, pemberian bantuan dari konselor ke klien adalah esensi  utama dari konseling. Sampe disini nangkap anak-anak???…nangkap pak…*plaaak*

Eniwei, nah, kita kan tau esensinya, seperti itu pula di dalam konseling feminism. Jadi memberikan pertolongan atau bantuan terhadap perempuan yang mengalami masalah. Misalnya deh, pake contoh kasus…

“Anggur (biasanya kan nama samaran tuh bunga dll, sekarang pake nama buah ya), 30 tahun, sudah lama menikah dengan mangga, 42 tahun. Selama 10 tahun ia menjadi korban kekerasan tetapi anggur tidak mau pisah dengan alasan cinta sangat dengan mangga.”

Nah, disini, Anggur akan dipacu untuk melihat secara rasional antara cinta dan penderitaan yang ia alami. Disini saya tidak akan menjabarkan secara lengkap, bagaimana sih proses konseling atau apa saja yang harus dikatakan…atau teknisnyalah seperti apa. Tapi disini lewat kasus dia atas kita bias melihat, bahwa di dalam konseling tuh, Anggur akan dipacu untuk ya lebih rasionalkan keadaan dia sekarang.

“Emang loe mau derita kayak gini terus?”.

“Gak mau. Tapi aku gak mau pisah sama mas mangga, dia cintaku banget!”

“emang kalo cinta harus mukul atau nyiksa?”

“ya gak sih, tapi kan,,,aku gak berdaya. Aku loh cinta banget ma mangga”

Ehhmmm, maem tuh cinta…mungkin kasaran pikiran konselor saat hadapi kasus itu seperti itu kali…hehehe…

Sekarang jadi pertanyaan, “loh, trus konselornya siapa donk? Cewe apa cowo?”

Biasanya sih cewe tapi ada juga loh yang cowo tapi sangat menjunjung feminsime..hehehe

Muncul pertanyaan lagi, “Loh, kok cewe terus yang dibela? Aku juga cowo jadi korban kekerasan dalam rumah tangga loh. Dimana aku bias mengadu?”

Ya ampyuuun, secara paham yang masih sangat berkembang di Indonesia adalah paham patriakis dimana cowo masih lebih berkuasa dan di atas wanita, so, kalo jadi korban kekerasana dalam rumah tangga…wahhhh…big question atuh….

Eniway…seperti ini sih salah satu aliran yang ternyata berkembang juga di Indonesia. Just for sharing, gak ada maksud untuk bela satu pihak manapun…we are free to make some article, right? Semoga ini menjadi pengetahuan baru bagi kita semua bahwa ada loh gerakkan yang secara spesifik membela kaum wanita, bahkan ada cowo-cowo yang terkenal pun membela bahkan berjiwa feminism meski bukan berarti mereka…ehmmm,,,u know what I mean lah…hehe…

Oke deh, nih tumben kerjain artikel di warnet…trims juga buat,,,ehmmm…yang lagi di sebelah n lagi online juga…hihi…

Selamat beraktivitas kawanz

Salam Brillian!!!

GBU

10 thoughts on “Dibalik Wanita…

  1. haduh kannn bahasamu kok kacau gini hahahaa..
    iso gak karu2an, gak koyok postinganmu senk sbelume
    tapi thumbs up de (y)

  2. Wah ini c tergntng orge ya.. Klo co’e klemak-klemek gak teges blas, calm dapat istri yang tipe2 kasar ya di tindas di jadikan babu wkwkkw.. Kyk tmn ku tuh co tp berhati hello kitty, semua tmn2 ce lho sk marah’i dia (pdhl co’e gak slh), sk di caci maki gt pdhl co’e niat’e baek lho tp tetep aja slh d mata ce2..haha.. Ya klo kt ku satu sama laen hrs teges lha biar gak ada slh satu yang di tindas.. Hrs slg bina hubungan jg biar hrmonis..

  3. Alex:…hehe…gaya bahasaku emang seperti itu Lex aslinya…kalo emang lagi pengen nulis yang santai, gaya tulisku kayak ngbrol…dari dulu sudah begitu..maklum ya nak..wkwkw…tp ada kadang kala ya nulisnya pake bahasa Indonesia dengan EYD tentunya..hehehe…

    tapi, dari kesemua itu, apa menurutmu tentang Feminisme???

  4. @Flo: aku emang disini sengaja mau angkat tentang femisme secara khusus..hehehe..klo km tertarik dengan feminsime lebih dalam, mungkin kita bisa ngbrol2 tentang itu kalo ada waktu…hehe…

  5. @kandy
    nek menurutku pribadi feminisme itu suatu paham (dari kata isme) yang mengajarkan bagaimana kita menyikapi segala sesuatu dari sudut pandang seorang wanita (lemah lembut, memakai perasaan) or etc laa..
    bukan berarti kita mengadaptasi penuh sikap2 seperti itu, tapi dalam pengaplikasiannya kita memakai sedikit rasa yang saya sebut di atas.. ya gitu la paling hahaha.. pemahamanku masih blom jelas tentang kata feminisme

    1. Yap!exactly, paham, aliran, atau apalah, atau bahkan disebut sebagai gerakkan…hehehe…Kartini adalah salah satu contoh nyata gerakkan tuh…
      untuk lebih jelas tentang feminisme mungkin bisa dibaca di blog-blog psikologi gt bro…di Surabaya pun ada LSM2 yng emang sangat saklek terhadap wanita…jadi, misalnya ada korban KDRT, wanita itu salah atau benar, dimata LSM tuh wanita tetap bener….hehehe…tapi untuk kejelasannya bisa di cross check dari yang lainnya bro…sharing aja…^^

      Salam Brillian!!!
      GBU

  6. Ya tertarik c , tp kyke skrg jaman udah berubah.. Aq liat malah kebanyakan co nya yang nurut klo jaman skrg.. Khan emansipasi wanita.. :p Ya tp balik lg c itu semua tergntng orge..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s