What is Love?…

What is in your opinion when we talk about “LOVE”?

Many opinion, and, actually, many creative ideas will pop-up when we talk about this “ambigous thing”. Why ambigous? Yes, because, even some people definite this word by undefinite word. But, although this word is ambigous, and also has many definition, scientist also like to discuss about this thing, and even they did some research about Love.

Zick Rubin,(1970) Social Psychologist said that, there are 2 factors related with love, liking and loving. Liking is just all about affection and respect but loving are about intimate, closure, and care about another. Even, Rubin has made some scale to conducted his research using that items.

Stenberg (1986) also concern about love. He wrote about the most three important in love. There are intimacy, passion (we called Id), and commitment. Intimacy is refers to feeling to be close with the others, passion refers to romantic and sexual elements in a relationship, and commitment are divided by more two components, decision to making a love relation, and increase the commitment to always love that people.

So, by that three components of love, Stenberg also classified the type of love. They are, liking, which is has strong intimacy but with a little passion and commitment, infatuation with the strongest passion, empty love is the strongest commitment,and  romantic love is about strong intimacy and passion, but weaker in commitment.

Many scientist has brought many theory about love. In fact, many people can’t accept if love just can be measure by a scale or making it on the research. Love can’t be a science because love is all about feeling, emotion, and an abstract thing. Not for a research. In one discussion with my friend, she even made some protest if we, especially as a psychology made love into a thing that can measure by research. She called the scale “Skala yang Hina”.

 In my own opinion, I still agree that love is undefinite. Many definition has mixing in my head about the definition of love. Start from my assumptions, religion’s view, psychology’s view, until phylosophy’s view, I, personally can’t definite it. It still ambigous. But, God’s Love is the biggest love that I ever got. God’s love can be definite, cause it is simple. He just tell to us that love can be appear when we make a good thing to the others. Who is the others? All people.

It is just my opinion. It’s okay if all of you, guys, wanna have another opinion about the definition about love. It’s free. We can always be a phylosophers about love. Why? Because the essence of physlosophy is all abou asking. And when we asking about love, what is love?”, we have made some phylosophy…

From this article, I release some reflection question, “It’s free if we definite love in our way or in our opinion. But, what is the essence of love?”

Salam Brillian!!!

Keep Spirit!!!

GBU

21 thoughts on “What is Love?…

  1. Kalau pendapatku ya.. Cinta tuh br muncul ketika seseorg suka ma org laen.. Setelah suka n knl lbh dkt br muncul rasa syg krn org tuh baek n care ma qta , sll menemin qta , trs lama2 br muncul rs cinta ..hehe.. Suka , syg ma cinta beda .. Suka bs muncul mngkn krn qta liat ada sesuatu yang menarik, berbeda dan dapat di bangga kan dr orang itu , kyk misale ce cantik , pinter , manis , lucu bla bla bla yang buat kita tertarik gt n pgn knl lbh dkt .. Setelah knl deket , pdkt klo cck n ternyata org tuh nyambung ma qta br lama2 muncul rasa sayang yang pgn bgt buat org tuh bahagia dan belajar utk dpt nerima apa ada nya.. Trs lama-lama cinta deh, cinta nie perasaan yang lbh mendalam dr kata2 syang.. Cinta nie bnr2 mw menemani saat bagaimanapun keadaanmu dan memberi dengan rela tanpa syarat dan pada saat kita mencintai seseorg kita akan selalu menantinya dengan setia dan tulus, kita akan berkorban untuk org itu .. :p

    Klo rasa suka n syg mngkn bs ke bnyk org..

    Suka tuh perasaan yang mudah hilang lho, misal’e ae seorg co tertarik ma ce yang cantik , setelah knl mngkn ce’e egois jd co’e ilfeel n pindah cr sasaran laen :p

    Klo perasaan syg nie bs d tujukan ke sapa aja , kyk keluarga, tmn dkt qta krn qta srg kumpul ma mrk , guyon2 brg jd timbul rs syg sbg keluarga ato tmn gt..

    Tp klo cinta beda .. Nie bnr2 perasaan yang mngkn klo aq blg susah .. Mngkn seorg pasangan dgn mudah blg aku cinta km , pdhl kenyataan’e kosong .. Gk segmpng itu ungkapin cinta klo kt ku .. >,<

    1. Hehe,,,setuju dengan pendapatmu. Love is a difficult thing. Kita bisa suka n sayang (mungkin sayang ke pacar atau pasangan cuma 1 aja loh ya) tuh bisa ke bberapa orang n berbagai jenis tipe muncul. Kayak suka krn dy pintar, krn dy jago apa gt, n syg jg bs sbg kk, ade, dsb…but, love is more complicated than it.
      Haha, tapi, aku gak setuju dengan km bilang cinta itu rela tanpa syarat karena jika kamu rela melihat orang yang kamu cintai itu terjebak di dalam kenegatifannya, maka itu gak cinta. U freely he/she continued their life into their negative. Menurutku lebih ke menghidupi n mendewasakn cinta itu sih…n then, when u said that u will sacrifice for love, ati2, bisa aja jadi cinta buta loh…hehhee
      Tapi untuk konsep cinta yang ideal juga aku belum tau. Tidak ada teori yang bisa jelaskan itu…

      1. Iya jg c bs jd cinta buta wkwkkwkw.. Hmm mendewasakan cinta gimn mksde..? >,<
        Emank klo ngmngin cinta gak akan ada hbsnya.. Klo bagiku cinta tuh susah di mengerti dan susah d definisikan.. ckckckk..

        Eh tp penjelasan kalian bgs lho.. Tw bnyk ttg cinta hahaha.. Kyke nie wes srg jatuh cinta ya..? :p

        Hmm cinta krn butuh tuh ada bnre c , tp rse kq y apa gt.. Kyk terkesan memanfaatkan, krg bgs lha klo ktku.. Org matre jg cinta krn butuh uang nya aja toh, nah itu msk bs di katakan cinta..? Km mw di cintai org kyk gt..? Klo uda jatuh miskin gk cinta lg donk ..

  2. “Love is love as love is love, no other reasons, just because love is love”..

    Haha, that’s the unique statement I ever read in a novel that also said “I love you as I love you, no other reasons, just because I love u”…

    Its confusing, but if u understand it very well, the brief even can be unthinkable, and unfuckable… Haha kidding,

    Menurut gw, cinta karena butuh, I need u so I love u…
    Any comment?? Call me, haha,

    Salam brilian,
    http://www.mariomystery.wordpress.com

    1. “Love is love as love is love, no other reasons, just because love is love”…it is your reason. that is your phylosophy…I totally agree bro ttg km berfilosofi ttg cinta…hehe…

      hahaha…n gw very like ttg statementmu yg ampe unfuckabel th..wkwkw…

      tp, in fact, ada loh scientist yang bikin research ttg love..hahaha…mantap to…hmmm..

      cinta karena butuh? seperti apa itu bro??…

      share linknya jangan lupa ya…qt so subscribe le pa nn…^^

  3. cinta karna butuh… singkat ja bro, I love cos I need you…

    Reasons:
    Everyone needs love. Semua org butuh cinta
    yang gak butuh just put ur hands up… Pasti gak ada yang angkat tangan, karna semuanya butuh, makanya lo mencintai kan???
    Gak ada manusia atau sesuatu apapun yg pure sempurna, karnanya cinta itu saling membutuhkan, membutuhkan karna kekurangan, membutuhkan karna sifat manusia yg adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri2, membutuhkan karna butuh..

    Pernah belajarkan di smp/sma soal kebutuhan??…
    Kebetulan saya anak Ekonomi, tau dikitlahhh soal kebutuhan, hahahah
    Kalau anda masi ingat, pasti tau kalo kebutuhan itu terbagi atas beberapa macam,
    1. Premier
    2. Sekunder
    3. Tersier

    Premier»kebutuhan utama/kebutuhan mendasar, contohnya, rumah, pakaian, makanan.. Mau tidak mau harus ada, anda tidak bisa hidup tanpa kebutuhan utama ini.

    Sekunder»kebutuhan tambahan

    Tertier » kebutuhan mewah..

    Untuk sekunder dan tertier itu alternatif buat stiap org.. Aku bisa anggap handphone itu tertier, tp dhika bisa anggap itu sekunder.
    Maksudnya gini, Dhika yangg adalah anak org yg kaya,yang sehari-hari hidup dengan kemewahan, bakal menganggap mobil ferari adalah kebutuhan sekunder (tambahan), karna dia sudah punya banyak mobil di rumah..
    Berbeda dengan Mario yg adalah org miskin, yg tidak punya apa2, akan menganggap ferari adalah kebutuhan Tersier atau barang mewah, jadi apakah sesuatu itu tergolong sekunder ataupun tertier adalah tergantung siapa, it depends on who..

    Oke singkatnya,
    Premier»kebutuhan utama, mau tidak mau harus ada, yg pertama harus dipenuhi
    Sekunder»ada sesudah premier sudah dipenuhi, makanya dibiang kebutuhan tambahan.
    Tertier»kebutuhan mewah..

    So now, I wanna ask to Mr. Dhika, menurut kamu, cinta itu termasuk di kebutuhan yang mana?? Primer, sekunder, atau tertier??

    Back to Mr. Dhika’s question on the comment above,
    “cinta karena butuh? seperti apa itu bro??”
    U can answer by urself…🙂 if u understand,,
    For my comment on other topic that been confessed by Dhika is “mengambang”😦 I’ll explain u later,..

    Selamat bercinta,, hahaha kidding

    Salam brilian,
    http://www.mariomystery.wordpress.com

    1. hehehe…i agree with ur joking on the last sentences…wkwkwkw…

      hmm, I don’t want to explain u about need of love in “economic need hierarchy”..hehe..primer,secunder and tertier needs its sounds like economic hierarchy of needs…heheh

      tapi gw setuju tentan hirarki itu ama penjelasanmu ttg tuh…

      disini, gw pengen kenalin lw ama hirarki kebutuhannya orang psikologi..hehe..
      depe Founding Father, Abraham Maslow (I think in economic also known him)…

      Abraham Maslow bilang, orang itu punya hirarki kebutuhan…

      1. biologis, naah,,tuh terdiri dari makan tidur, sex…nahh, di last statement juga, kalo kita interpretasi sesuai dengan nn pe maksud, it’s okay, karena itu ya salah satu torang pe kebutuhan…hehehe..trus juga maem, kan tuh the first thing. just same as in the economic hierarchy about primer needs, right?

      2. safety…setelah dikau penuhi kebuthan dasar, ada juga kita buthh untuk merasa aman. ga ada gunanya kita makan, tapi ditengah kekacauan perang…harus aman..hehehe…

      3. Love n belongingness..nahhh,,,this is the point…disinilah kebutuhan akan cinta itu muncul..tp gak cuma cinta ke pasangan y…kan kita muncul cinta gak cuma semata ke pasangan..u know what i mean…jadi yaa,,,aku setuju juga, cinta adalah kebutuhan…tapi, jangan lupa, butuh belongingess juga untuk sebagai tempat cinta itu…hehehe

      4. self-esteem, dikau butuh ini untuk mengembangkan diri. untuk wujudin potensi2 yang ada pa nn bro…

      5. self-actualization….nih yang paling tinggi…pertanyaan refleksi ini, “Who Am I?”…nah ketika ditanyakan begitu, nn bisa jawab dengan mantap, misalnya.. “I am Mario!” gitu bro…hehehe…

      Salam Brillian!!!

      1. yg ideal bukan berarti impossible kan.. hehehe..
        hmm..saya juga mengimpikan dan sedang belajar.
        “prosesi mencinta..” hallaaaah… challenging though…
        belajar membebaskan diri dari segala muara keinginan dan yang tersisa hanya ‘love’ and just love.. hmmm..

      2. wahhh,,,saya setuju dengan penggalan kata “prosesi mencinta”…sesuatu yang kita anggap mudah, ada di depan mata, tapi begitu abstrak…huaaa, sampai2 sulit untuk memahaminya…hehehe

        dan saya sangat setuju juga dengan love is challenging..hehehe…segala sesuatu pasti ada tantangan atau bahkan hambatan…

        yang ideal adalah nothing, karena pada dasarnya manusia gak pernah puas (jujur atau gak)hehehe…begitu pula dengan idealitas cinta..emang bukan impossible, tapi, ketika suatu idealitas muncul, akan muncul lagi idealitas yang memenuhi idealitas tadi…memakai esensi filsafat, bertanya dan terus bertanya…cinta takkan pernah berhenti terdefinisikan…^^

  4. Love requires no reason

    Honestly, aku kurang stuju sama pernyataan di atas, as I know that everything has reasons..
    Ada asap-pasti ada api, ada akibat-pasti ada sebab, Dhika nulis-pasti karna hobi, kamu komen-pasti karna topiknya enak, aku balas komen kamu-pasti karna ada ALASAN.. Mau hal besar, sampe hal sekecil apapun pasti ada alasan

    Cinta juga punya alasan, kayak di atas, aku cinta karna kamu pacar aku, aku cinta cos I love my family, I love You as You are my God,I love as I need…

    Yang aku pernah dengar siii bukan Love requires no reason, but but love with no any requirements. Itulah KASIH AGAPE, hehe, keingat lagi masa2 SMA.. Pernah kan blajar?? Itu tends to kasih si sebenarnya, tapi cinta sama kasih sama aja kan?? Hehe

    1. …. reasoning is needed when its related to body and soul …
      probably seems impossible if ‘no reason’, but the idea untuk belajar membebaskan diri dari segala keinginan dan kebutuhan hanya untuk diri sendiri mungkin, mungkin…bisa membantu untuk belajar mencintai tanpa alasan. Proses, for sure.. ( saya juga sedang belajar..hehe)

    2. wahhh…tentang pernytaan Mario yang ttg reason, emang kita itu di dalam lingkaran setan, yang aku namakan stimulus-respon-konsekuensi…bisa dibaca di artikelku yang berjudul “Demon And Angel Cycle: Suatu Perpaduan dalam Konsep Stimulus-Respon-Konsekuensi”…

      wahwah…terjadi diskusi yang sangat menarik di dalam artikel ini karena memang, seperti yang saya tulis di artikel bahwa kita menggunakan filsafati kita masing-masing untuk mendefinisikan cinta itu…tidak ada yang salah…karena, ya, itu dia, kita adalah diri kita yang mendefinisikan CINTA itu sendiri. Flo dengan segala konsep cinta dan dari pengalamanya, Mario dengan segala cinta dan konsep kasihnya, Aksarahati dengan prosesnya, dan saya sendiri dengan kebingungan (hehehehe), kita semua sedang berfilsfat dan tetap mencoba untuk temukan, WHAT IS LOVE???

      Keep it, guys!
      Salam Brillian!!!
      GBU

  5. Tetap aja aku gak setuju, hehe bukannya kepala batu, cos the theory is not strong enough, hehe.. Sok tauu ya gw,tapi iya coba dee dipikir, ada gak sesuatu yg tidak beralasan, everyone in this world knows these words “because and but” .. Dan kata2 hubungannya kuat amat sama alasan kan??

      1. hehehe…Aksarahati dan Mario, aku setuju dengan pendapat kalian…nahhh,,,,tapi, memang bener juga kata aksarahati, kita sedang berproses…proses butuh waktu, butuh pemikiran, butuh segalanya…kalo tidak butuh itu, itu namanya instant…hmm, tapi ketika kita pikir itu instant, mmm, instant pun proses…so, bener banget!, “sungguh menggembirakan berproses dalam keberagaman”
        hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s