Apakah Tuhan Itu Adil

Dwi adalah seorang yang sangat periang dan aktif di berbagai bidang kegiatan baik di sekolah maupun di lingkungannya. Dia dibesarkan oleh keluarga Katolik yang kuat imannya. Dwi pun menjadi seorang katolik sejati. Dia selalu menggunakan motto Ora Et Labora di dalam hidupnya. Dalam suka dan duka kehidupan ia tidak lupa mengucap syukur kepada Tuhan. Hingga suatu hari ia dicobai oleh Tuhan. Kedua orang tuanya bertengkar karena ternyata papa dwi menduakan mamanya. Papa Dwi meninggalkan mereka berdua sendirian. Tapi, mamanya Dwi tidak menyesal akan hal itu, karena mama Dwi punya iman yang kuat. Tapi, bertolakbelakang dengan Dwi, semenjak kejadian itu, ia selalu menyalahkan Tuhan. Dalam tiap doanya dia selalu menggerutu kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau memang baik, Engkau memang besar tapi Engaku tidak adil!! Engkau melihat aku selalu berdoa kepadaMu, aku selalu bekerja keras, tapi kau mengambil keluargaku!!”itulah yang sering disampaikan Dwi. Waktu pun berjalan. Seiring waktu tertelan zaman, Dwi sudah bisa bersikap dewasa. Akhirnya dia bisa mengerti dan selalu menjadi spirit bagi mamanya yang kini memiliki kepribadian ganda bagi Dwi yaitu, sebagai mama dan papa Dwi. Dwi pun menyadari bahwa Tuhan itu adil, karena dibalik kejadian keluarganya banyak hal positif yang berkembang di dalam diri Dwi. Sekarang mentalnya sekeras baja, ia menjadi seorang yang tegar, pengertian, dan pekerja keras serta dia semakin menjadi Katolik yang sejati. Dwi bisa merasakan bahwa Tuhan menggunakan masalah orang tuanya agar bisa membentuk pribadi Dwi. “Tuhan, Engkau memang adil. Dulu di mataku keadilan itu hanya berbentuk fisik dan yang nampak saja, akan tetapi, Engkau selalu adil dalam memberikan rahmatMu.Terima kasih Tuhanku”. Begitulah sekarang Dwi berdoa.

            Sering kita bertanya, apakah Tuhan itu adil? Sering kita merenung apakah Tuhan itu ada atau Tuhan mendengar atau tidak sih akan doaku?. Namun manusia lebih mempermasalahkan tentang keadilan Tuhan. Setiap kejatuhan yang kita alami pasti kita selalu akan menyalahkan Tuhan terlebih apabila kita telah mewujudkan Ora Et Labora. Namun, itulah manusia, kita pun sering melepaskan kacamata rohani kita untuk memandang segala sesuatu yang buruk yang menimpa diri kita itu sebagai suatu un justice dari Tuhan. Kita tidak memandang jauh kedepan apa yang ingin Tuhan sampaikan lewat kegagalan yang telah kita alami. Kadang kala ataupun sering, sikap egoisme kita sebagai manusia yang sering memburamkan kacamata rohani kita sehingga kita tidak bisa melihat keadilan Tuhan yang sebenarnya. Manusia itu cenderung selalu senang dan bahkan menjadikan keberhasilan itu adalah target utama dalam hidupnya. Manusia tidak menyadari bahwa hidup adalah roda yang kadang di atas kadang di bawah. Dan apabila roda mulai berputar dan hidupnya mulai berada dibawah dia mulai protes kepada Tuhan.

            Berbagai sifat dasar manusia yang selalu memburamkan atau membutakan mata rohani manusia terhadap keadilan Tuhan yaitu, egoisme, cinta diri, “Keberhasilan adalah Tuhan”, kesombongan, dan iri hati. Pancasifat itulah yang adalah dosa asal yang selalu diwarisi kepada tiap manusia. Manusia dengan menggunakan Pancasifat itu dan dengan bisikan setan, selalu memprotes terhadap keadilan Tuhan. Akan tetapi, meskipun manusia bersikap dan bersifat demikian Tuhan tetap bersikap adil. Contoh yang paling kongkrit adalah Tuhan rela mengutus Yesus putraNya untuk menebus kita. Apabila Tuhan tidak adil dan Tuhan memiliki sifat egois seperti kita, Tuhan akan menghancurkan diri kita semuanya. Atau apabila Tuhan itu sombong dan bersikap tidak adil dengan tidak mengutus Yesus, Tuhan dengan lantang akan berkata “Hai anak-anak manusia, kalian itu hanyalah ciptaanKu, Aku bisa membunuhmu sekarang, hanya dengan sentilanKu, kalian lenyap.” Tapi apa nyatamya, Tuhan menghancurkan pancasifat itu dan ia tetap beradil dengan manusia.

            Keadilan Tuhan itu sering kita pandang sebagai “berkat jangka pendek dari Tuhan”. Maksudnya berkat yang kita selalu terima dari Tuhan dalam jangka waktu yang dekat. Program ada yang jangka pendek dan program jangka panjang. Begitu juga dengan Tuhan, Tuhan telah memprogramkan rahmat yang akan ia berikan kepada kita termasuk keadilan yang telah Ia tentukan menjadi berkat jangka pendek dan jangka panjang. Jadi keadilan yang akan diberikan Tuhan ada juga yang berjangka panjang atau maksudnya Tuhan tidak memberikan keadilan itu dalam jangka waktu yang dekat sesuai harapan kita. Nah, ketidaksadaran dan ketidaksabaran itulah yang menyebakan bertambahnya dosa kita yaitu kita akan mulai meragukan dan menggerutu kepada Tuhan. Manusia hendaknya harus sadar akan tugas utamanya di dunia ini, yakni bukan hanya mengembangkan usahanya demi kesuksesan pribadinya melainkan mengembangkan diri, hati, dan iman terhadap kebesaran Tuhan. Manusia jangan hanya selalu menuntut permohonan dan apabila tidak dikabulkan Tuhan, manusia akan meragukan keadilan Tuhan itu tapi manusia hendaknya terus berusaha untuk mengembangkan iman yang telah tertanam di tiap hati orang.

            Apakah yang ditakuti apabila Tuhan belum memberikan berkatnya? Mengapa kita menjadi takut apabila Tuhan belum memberikan rahmatnya, rahmat yang sering kita bayangkan sebagai keadilan Tuhan? Jawabnnya hanya satu, kita takut akan dunia yang kita diami kini hanya karena iman kita lemah. Apabila iman lemah, kita akan menjadi takut untuk menghadapi dunia yang fana ini, dan selalu tergantung pada keadilan serta berkat Tuhan sehingga kita tidak mengembangkan iman yang menjadi tujuan utama dari hidup kita. Tapi sebaliknya, apabila iman kita kuat, kita tidak akan takut menghadapi dunia ini dan kita akan memandang keadilan Tuhan sebagai berkat jangka panjagn yang akan kita terima. Selain itu tujuan kita hidup di dunia ini akan semakin nyata dengan berkembangnya iman kita.

            Selain itu, yang menyebabkan manusia sering kali menggangap bahwa Tuhan itu tidak adil adalah manusia memandang keadilan yang akan Tuhan berikan itu berupa keadilan jasmani saja. Contoh kongkritnya, seorang siswa telah belajar mati-matian untuk menghadapi ulangan, ia juga tidak lupa berdoa memohon kepada Tuhan akan diberi terang Roh Kudus. Akan tetapi, ternyata ia gagal dalam ulangan itu. Siswa itupun protes kepada Tuhan dan mulai menyalahkan kebesaranNya. Kenyataannya, keadilan Tuhan itu tidak hanya keadilan jasmani yang langsung akan berpengaruh pada hidup seseorang, ternyata Tuhan juga memberikan rahmat keadilan rohani, yaitu keadilan yang akan diberikan Tuhan melalui proses kehidupan. Dan proses ini berhubungan secara langsung dengan berkat jangka panjang Tuhan. Contohnya seperti refleksi pada bagian awal tadi dan juga contoh lain adalah seorang siswa telah belajar mati-matian untuk menghadapi ulangan, ia juga tidak lupa berdoa memohon kepada Tuhan akan diberi terang Roh Kudus. Ternyata ia gagal dalam ulangan itu. Akan tetapi apabila siswa ini memiliki iman yang kuat kepada Tuhan ia akan berpikir, gagal dalam waktu ini adalah sebagai pelajaran baru dan sebagai jalan untuk mengetahui dimana letak kesalahan siswa itu pada waktu ulangan, agar pada saat ulangan umum dia tidak melakukan hal yang sama. Tuhan memberikan keadilan terhadap siswa itu lewat kesempatan untuk belajar ulang kesalahan yang ia lakukan pada saat ulangan. Itu membuktikan Tuhan itu adil, dan siswa yang dapat menerima kegagalan awalnya dengan iman itu menjadi contoh seorang manusia yang selalu menggunakan kacamata rohani dalam tiap langkah hidupnya.

            Jadi Tuhan itu adil, tidak ada yang bisa meragukan keadilanNya. Tuhanlah segalanya, Ialah yang mengatur “program berkat dan rahmat kepada manusia baik jangka panjang maupun jangka pendek”. Bagaimana membuktikan Tuhan itu adil?? Jawabannya adalah iman yang adalah Goal of my Life…..

 Salam Brillian!!!

GBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s