”Ahhh, Aku Puas nih…Mau lagi donk…”

Kalo kita puas dengan sesuatu yang bisa membuat kita bilang, “Ahhhh…puas gue…” pasti, secara normatif kita pengen lagi…hehehe…

Anyway,,,

Duduk di tepian laut yang ditemani oleh sunset sore sambil menikmati hidangan lobster khas Manado, dan es kacang susu sungguh sangat romantis. Ataupun bersantai bersama keluarga besar d Jade Imperial merupakan pemandangan biasa yang tergambar saat weekend di beberapa mall besar di Surabaya. Berbagai hidangan yang lezat dan tentu saja mewah tersajikan di hadapan kita siap untuk disantap. Yaaa, kesannya sih emang “keren”…apalagi kalo ditanya,

“Ehh, Bro, kamu pas weekend nanti mau kemana? Jalan yuk…”

Jawab orang yang ditanya itu,

“Wadu, sorry bro. Gue gak bisa. Gue ada dinner nih ama bokap nyokap di JP…”

“JP??? Julio Peres?”

“Wew, Jade Imperial bos…masa lue gak tahu?”

Orang itu gak bisa jawab deh…lagian kok, gaya banget sih..hahah..anyway, daripada menuai emosi, kita bisa lihat kalo emang sesuatu hal yang “wah”, apapun itu, pasti akan membuat kita menjadi *sigh* dan terhenyap (ceile, terhenyap) apalagi tentang sesuatu yang “wah” dan terkenal…

Dalam batasan ini, aku bukannya mau perkenalin rumah-rumah makan yang apik-apik atau promosi, atau promosi makanan. Tapi, aku mau ceritain yang mungkin kita uda tahu bersama…

Hehehe…siang-siang gini, pas pulang kuliah, pasti kantin penuh. Yauda deh, aku ama temenku, Budi, Obet n Ray, yaaa, intinya, ABR2 palingan ke Cak Run. Warung pinggiran yang hanya dengan bermodalkan 6 ribu rupiah uda dapet ayam, pecel and tentu saja teman setia kita semua, es teh manis…yummmy, ada pun sih Budi, pasti pesen rawon dan kawan-kawannya. Nikmat banget. Emang sih panasnya minta ampun, plus, banyak yang nyemok. Tapi, mantap kawan…

Gak cuma itu. Aku heran. Apa sih salahnya makan di pinggiran jalan??? Kapan hari karena kangen apa yang dinamakan gado-gado, sepulang kuliah sekitar jam 3an, (kebetulan gak bawa sepeda), ada gado-gado deket kampus n deket kos..intinya diantara dua-duanyalah…yada deh, mampir disitu…

“Bang…siji yo” (gileee,,,sok-sokan bahasa Jawa…hahaha)

Yada deh. Karena gak ada tempat duduk, terpaksa trotoar jadi tempat duduk yang paling nikmat n kebetulan jalannya sepi…enjoy cuy. Ehh, lagi makan-makan gitu, lewatlah sekumpulan manusia yang, yeee, iri kali yeee…gue lagi makan diliatin…swt…diketawain lagi…asoooyyy…pengen ta???haha…emang sih, aku tahu itu kotor. Makan di pinggir jalan itu gak bae untuk kesehatan. Karena yaaa,,debu, polusilah, apalah. Tapi…aku lebih suka menyebutnya…

Kepuasan Hidup…

Mantap kawan. Emang sih, jujur, siapa sih di antara kita yang gak mau makan di resto-resto gitu? (aku juga mau kali…*berharap)…tapi, aku lebih menemukan kepuasan di hal-hal ginian.

Makan di pinggiran, emperan, yang yaaa, kualitas gak jamin, tapi harga murah and kuantitas banyak. Tidka sekedar itu. Karena, yang tadi, Kepuasan Hidup. Saat makan-makan gitu, kita bisa lihat orang lalu lalang dengan segala aktivitas-aktivitasnya, juga berbagai kendaraan yang lewat, atau gak sekedar ngobrol dengan penjualnya atau dengan tukang becak yang mangkal disitu, atau berbagai pengalaman bersama teman-teman kalo bareng dengan mereka. Keingat kapan hari, besoknya ujian statistika, ABR2 pada makan di tempat soto langganan, yaaa, sambil belajar. Jadi tuhm gak saklek harus makan di rumah, dengan piring yang telah tersedia, nasi yang panas. It’s all about satisfy kawan.

Tentu saja, kita semua juga punya standar hidup ataupun kepuasan lainnya. Yaaa, it’s independence that u have ur own satisfication (bener gak tuh grammarnya???ckckkckc)…lalu, palingan ada yang tanya, apa sih gunanya kepuasan hidup itu???

Aku bisa tanya balik, kalo kamu puas tentang sesuatu, apa yang kamu rasain??? Lega, sejuk, plong, dan apalah…contoh paling konkrit…pas kamu kerjain UTS, n ternyata kamu bisa kerjainya, dan hasilnya pun bagus, apa yang kamu rasain??? Yaaa,,,gitu-gitulah…pokoknya ada yang kerasa…*bleeesss*. Kayak lega gitu…hehee…susah deh dideskripsiin…

Tapi kawan, emang kepuasan hidup kayak gini perlu banget buat kita. apalagi saat kita hadapi kejenuhan dalam aktivitas rutin kita. belajar sebagai pelajar, memasak sebagai ibu rumah tangga, bekerja sebagai papa yang baik, dan berbagai hal lainnya yang kita biasa sebut sebagai rutinitas. Kepuasan itu sendiri yaaa namanya aja kepuasan, dan secara psikologis, dari hasil yang aku rasain emang kayak stimulusin ke kita buat dapat energi yang baru, dapat semangatlah gampangan orang bilang…rasa puas ini juga akan ada efek ketergantungannya juga. Dalam kata lain, apabila kita menemukan kepuasan yang pas, kita akan melakukannya lagi dan lagi, biarpun dengan hal yang berbeda. Contohnya aku puas makan di pinggiran tapi bukan berarti warung itu terus yang aku datangi…hehehe…sehingga, bisa kita simpulkan…

Kepuasan hidup yang kita rasain n kita punya emang beda-beda. Tapi fungsinya bisa aja sama yaitu, sebagai sarana untuk nyalurin segala macam yang kita rasa, termasuk atasi setidaknya kejenuhan kita. kita pasti memiliki definisi sendiri-sendiri tentang satisfikasi…kayak aku maem di pinggiran dan sebagainya.

So, guys, gimana dengan kalian???

Apakah musim UTS ini membuat jenuh??? Santai…belum lengkap tanpa,,,UTS…hahaha (paan sih…)

Yauda, met belajar kawan-kawan. N selamat beraktivitas buat yang lainnya

Salam Brillian!!!

GBU

2 thoughts on “”Ahhh, Aku Puas nih…Mau lagi donk…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s