Sebuah Pembelajaran Bermakna dari Freedom Writer (Part 1)

 

Freedom Writers merupakan film yang diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang guru di wilayah New Port Beach, Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali semangat anak-anak didiknya untuk belajar. Dikisahkan, Erin Gruwell, seorang wanita idealis berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris untuk kelas khusus anak-anak korban perkelahian antargeng rasial.  Misi Erin sangat mulia, ingin memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak bermasalah yang bahkan guru yang lebih berpengalaman pun enggan mengajar mereka. Tapi kenyataan tidak selalu seperti yang dipikirkan Erin. Di hari pertamanya mengajar, ia baru menyadari bahwa perang antargeng yang terjadi di kota tersebut juga terbawa sampai ke dalam kelas. Di dalam kelas mereka duduk berkelompok menurut ras masing-masing. Tak ada seorang pun yang mau duduk di kelompok ras yang berbeda. Kesalahpahaman kecil yang terjadi di dalam kelas bisa memicu perkelahian antarras.

Erin mencoba menaklukkan murid-muridnya dengan meminta mereka menulis semacam buku harian. Di buku harian itu, mereka boleh menulis apa pun yang mereka inginkan, rasakan, dan alami. Cara ini ternyata berhasil. Buku-buku harian dari para murid-muridnya setiap hari kembali pada Erin dengan tulisan mereka tentang apa yang mereka alami dan mereka pikirkan setiap hari.

Dari buku-buku harian itu, Erin paham bahwa dia harus membuat para muridnya sadar bahwa perang antargeng yang mereka alami bukanlah segalanya di dunia. Melalui cara mengajarnya yang unik, dia berusaha membuat para muridnya sadar bahwa dengan pendidikan mereka akan bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.

Walaupun semua usahanya itu tidak didukung oleh rekan-rekan guru yang lain dan pihak sekolah, Erin terus maju. Bahkan, dia rela mengorbankan waktu luangnya untuk bekerja sambilan demi membeli buku-buku bacaan yang berguna  bagi para muridnya. Hasilnya, semangat belajar murid-muridnya kembali muncul. Akhirnya, banyak dari murid-murid di kelas Erin Gruwell yang menjadi orang pertama dari keluarga mereka yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Buku harian yang mereka tulis diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul ‘The Freedom Writers Diary’.

Film ini tidak menjual mimpi From Zero to Hero, tapi lebih menampilkan bagaimana satu orang yang peduli pada pendidikan anak-anak yang sudah dianggap sebagai sampah masyarakat mampu merubah mereka menjadi orang yang lebih berguna. Buku-buku yang digunakan Erin Gruwell untuk mendidik murid-muridnya di film ini semuanya adalah buku yang benar-benar ada. Termasuk buku ’Diary of Anne Frank’ yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan sudah dijual di pasaran.

Freedom Writers memiliki alur cerita yang mudah dipahami dan juga dialog yang gampang dimengerti. Permasalahan-permasalah remaja yang ditampilkan di film ini juga cukup dekat dengan permasalah remaja pada umumnya, tentang pencarian jati diri dan pelanggaran-pelanggaran peraturan untuk mengukuh-kan eksistensi diri.  Semua itu dibungkus dalam pemasalahan perang antargeng.

Fakta menarik dari film ini salah satunya ada pada adegan saat murid-murid Erin bertemu dengan orang-orang korban Holocaust. Yang berperan menjadi korban Holocaust adalah benar-benar korban Holocaust sendiri. Sutradara Richard Lagravenese tak perlu susah payah meng-arahkan aktor dan aktris pemeran murid-murid Erin untuk terlihat tercengang saat mendengar cerita para korban Holocaust itu. Hal ini karena saat pengambilan adegan itu, para aktor dan aktrisnya benar-benar tercengang mendengar cerita para korban Holocaust tersebut.

Resensi di atas di sadur dari resensi film Majalah Opini, edisi 20 Oktober 2008 yang dimuat dalam www.majalahopini.wordpress.com. Resensi dari film tersebut dapat di ambil dari berbagai sumber. Tapi, yang menjadi pembahasan utama disini, bagaimana salah satu bidang keilmuan yaitu Etika Sosial dapat menjelaskan tentang film tersebut dari sudut pandangnya sendiri.

Berkaca dari apa yang dimaksud dengan etika sosial dan esensinya, etika sosial merupakan dasar-dasar perilaku manusia dalam masyarakat. Etika Sosial difokuskan pada objek materia dimana perilaku manusia akan diamati, dianalisa dan dievaluasi serta objek formal dimana perilaku tersebut dibenturkan pada benar atau salahnya perilaku tersebut berdasarkan norma moral (Ratu, 2010: 2). Di dalam film itu pun terlihat dengan jelas bahwa berbagai perilaku muncul di situ. Terlepas menilai perilaku tersebut buruk atau tidak, perilaku-perilaku itu seperti perkelahian antar geng, guru yang mengajar murid, para murid menuliskan cerita serta berbagai perilaku lainnya. Adapun aturan yang global yang digunakan adalah seharusnya, perkelahian entah alasan geng ataupun ras tidak boleh terjadi. Tapi senyatanya, konflik atau akar masalah dari film tersebut adalah adanya perkelahian antar geng dan ras. Etika sosial pun berlaku disini. Disini kita bisa melihat bagaimana tiap tokoh per tokoh akan berperilaku dalam masyarakatnya yang membentuk sebuah sistem dan saling berpengaruh. Dalam artian, sistem tersebut terdiri dari orang tua mereka, teman-teman, rekan segeng hingga pihak sekolah termasuk guru Gruwel yang mengajar mereka. Tindak tanduk dari perilaku itulah yang harus kita pegang sebelum membahas lebih lanjut dari sudut pandang etika sosial. Bahwa, mereka pun terlepas dari konflik yang terjadi tetap berperilaku, berinteraksi dengan masyarakat atau lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s