Jangan Sekedar Senyum terhadap Teknologi, Kawan ^^

Nikmatin sepiring fu yung hai plus es the manis di tengah gerimis kecil-kecil kerasa gimanaaa gituuu. Sementara maem tangan sambil ngetik juga (red: laptop sambil kerjain 3E)..untung gak keselek. Tiba-tiba, ibu pemilik warung makan Warung Asih bertanya,

“Itu sekarang harus ya dimiliki semua anak?”

Gleeek…harus jawab apa ini. Nah, ini hampir keselek beneran dah…aku Cuma jawab,

“yaaa, mungkin bu. Tapi kan kita juga bisa kerja di warung internet.”

“anakku sekarang SMP. Aku pengen beliin dia gitu. Tapi mahal ya?”

Waduuuh, bu, pertanyaannya menjebak banget. Kalo di satu sisi aku bilang murah, takutnya harga teknologi yang naik turun kayak ombak gak nentu, pas si ibu nge-check ehhh mahal, ntar di anggap aku beri harapan palsu. Tapi kalo aku jawab mahal, pupuslah harapan ibu itu untuk mencoba membelikan anaknya laptop atau sejenisnya lah…terpaksa, jawaban abu-abu pun muncul…

“hmm, tergantung bu. Ada yang murah ada yang mahal. Tapi sekarang, kayaknya ya, kalo gak salah dengar emang pemerintah lagi berupaya untuk supaya menyediakan laptop yang murah.” Fiiiuh, tepat gak ya aku jawabnya???huhuhu…

Trus ibu itu berkata lagi, “iya sih. Tapi, aku takutnya kalo dia pake gituan, dia bakal macam-macam”

Waduh, aku tahu nih arah pembicaraanya…pasti ke hal yang aneh-aneh yang tak lain tak bukan beberapa kasus negatif yang berkaitan tentang akses jaringan luar. Kembali lagi diperhadapkan ke pertanyaan yang sulit…fiiiuhhh…

”yaaa, kalo pribadi, mendingan kita sebagai orang yang lebih tua dari mereka kasitau mana yang boleh mana yang tidak. Dijelaskan pelan-pelan. Itu akan lebih baik daripada dia mencari sendiri.” Aku coba menjawab secara diplomatis.

Ibu itu menjawab, “yaaa, jangankan ngasitau, nak. Wong ibu juga gak tau pake ginian…”

Jeeedeeer…nah loh…uda gak komen deh aku…senyuman manis pun terpancar..haha…

Kawan, dasyat yaaa perkembangan teknologi sekarang. Begitu dasyatnya hingga kayaknya merubah pola konsumsi manusia dari berbagai lapisan dan unsur masyarakat. Dulu, komputer dianggap sebagai barang tersier atau barang mewah di tingkat konsumsi. Tapi sekarang, uda harus jadi barang primer. Bahkan, makanan bisa aja jadi sekunder. Contohnya, berapa banyak di antara kita yang lebih memilih maem pas jamnya di saat kita sedang asyik bermain DOTA atau CS atau Ayo Dance, atau lagi chat di berbagai jejaring sosial???

Dasyatnya perkembangan teknologi itu seringkali dan bahkan selalu berimbas ke masyarakat menengah ke bawah juga. Awalnya, teknologi dengan segala kecanggihan dan kemoderannya hanya “terkhususkan” bagi kaum menengah ke atas, kini telah melapisi semuanya. Tidak usah jauh-jauh mikirin kasus laptop tadi, berapa banyak kenek bis yang memiliki HP sekarang?

Pada artikel yang berjudul “Tidak Perlu Menjadi Superstar untuk Jadi Supertar Brilian” aku hanya kenalin si pengamennya yang kayak para superstar, tapi ada juga keneknya yang sedang teriak, “BUNGUR…BUNGUR…BUNGUR ASIIIHHH” tapi sambil tekan-tekan HP yang bisa tergolong smartphone.

Tapi, lepas dari itu, lihatlah kecemasan yang terpancar dari dialog bersama ibu pemilik salah satu warung makan favorit Ceng, Raymond, n I itu. Ia begitu cemas ia tidak bisa memantau anaknya menggunakan teknologi tapi lebih karena ia tidak bisa menggunakannya sehingga ia gak bisa memantau anaknya. Arus teknologi yang bergerak sangat pesat dan berkembang di dunia ini juga memberikan berbagai dampak namun kecendrungannya adalah sedikit sekali yang bisa menangani atau menanggulangi dampak tersebut.

Sebagai kaum muda, apa peran kita kawan???

Apakah kita tenggelam dalam arus itu? Ataukah kita juga harus mengontrolnya? Yap, kontrol donk. Kaum yang setidaknya berada di garis depan “meng-welcome-kan” teknologi, kita berperan aktif dalam rangka mengoptimalkan teknologi itu. Kata optimal disini menjadi rancuh karena pribadi per pribadi memiliki filosofi tersendiri dari kata optimal tersebut. Dalam arti, indikator optimalnya pun berbeda-beda.

Yang ingin aku refleksikan, apabila suatu saat aku ditanya lagi seperti itu, tentang teknologi, apa yang bisa kutawarkan atau kukatakan melebihi dari sekedar senyuman manis tanpa jawaban ke si penanya itu???

Gimana kawan??? Itu kembali ke kita masing-masing…hehehe…

Uda malam nih…

Met malam The Brillier…have a nice night…

Untuk yang di Jepang. Keluarga besar The Brillier turut berduka dan prihatin atas kejadian yang menimpa negara Shinto tersebut…seperti lagu Ari Lasso, Badai Pasti Berlalu…^^

Salam Brillian semuanya!!!

GBU

4 thoughts on “Jangan Sekedar Senyum terhadap Teknologi, Kawan ^^

  1. haha,. barusan bulan lalu q hunting laptop buat cc q,.
    yea seperti yg km bilang laptop bukan barang elit lagi.
    itu sudah jadi barang yg wajib punya buat beberapa orang terutama akademisi/ enterpreneur skr,.
    tp kadang yg salah kaprah itu terjadi ketika beli laptop hanya untuk gaya2 an / hanya untuk mainan,. teknologi mau jadi positif buat memperluas wawasan n mempermudah kinerja atau malah menjerumuskan ke hal yang negatif smua itu kembali lagi pada pilihan individu nya sendiri to,.

    1. hahaha..tapi gitulah ce faktanya…biar jadi salah satu kebutuhan penting, tetep ae harganya mahal…ckckck…tapi masuk akal jg sih kalo lek emang sekarang buat gaya-gayan..hehehe..
      how to wise with ur gadget it’s depends on you…

      akhrnya dapat laptop apa ce?

  2. Well, manusia yang menciptakan teknologi, don’t u? so, mengapa manusia harus dibodohi sama si teknologi? pada setiap lapisan manusia memiliki tingkatan dari muda ke tua atau sebaliknya…jadi yang tua akan menjadi si bijaksana bagi yang muda dan yang muda akan mendengar yang tua bicara (“melawan dikit_dikit nda apalah yang penting sifatnya konstruktif dan beretika”) bila “hukum” ini berlaku dan dijalankan dengan baik oleh siapa saja, yakin d teknologi bukan momok yang menakutkan bagi para AbG dan setaranya ….ok bro….proficiat ya ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s