Tidak Perlu Menjadi Superstar untuk Jadi Superstar Brilian

Kayaknya gak perlu ruang band yang megah atau ruang rekaman yang modern untuk seorang melantunkan karya-karya fenomenalis Iwan Fals. Kayakna emang gak perlu gitar listrik Ibanze ataupun gitar listrik canggih apapun untuk sekedar bermain typing mengiringi lagu-lagu pop yang nge-jreng dan memenuhi segenap layar kaca Indonesia. Cukup mengambil gitar tua, yang bodynya uda lecet-lecet ataupun dipenuhi sticker dan modal PD ama modal hafalin lagu uda cukup buat ngiringi lagu-lagu yang fenomenal akhir-akhir ini…dan…what is the result???

BRILIAN!!!

Sore hari di 10 Maret 2011, pengalaman baru kurasakan sejak 2 tahun berada di kota Pahlawan ini. Ehmm, bukan pengalaman juga sih. Aku lebih suka menggunakan kata, “Hey, that’s awesome. Wonderful. Brilian!!!” kebetulan aku mau ke daerah Jemursari, Surabaya dan  kebetulan pula, aku gak tau gimana caranya kesana. (kasian banget yaaa…itulah negatifnya kalo tidak ada kendaraan…T_T) nahhh, Om Gardner bilang ke aku, “yauda, kamu pake kemampuan natural aja. Alias bonek, alias bondo nekat, alias caooo.”. kata Pak James sih, “langsung eksekusi (mengingat pelajaran PIO n Tnd T_T). Yada, langsung cari angkot Q, dan sepanjang perjalanan mempraktekkan teknik inqury atau menggali lebih dalam (thank you buat Bu Yuni yang uda ajarin daku teknik itu…hohohoh, kepake juga bos^^) ke Om Sopir Angkot.

“Pak, ke Jemur sari gimana sih?” (degdegdeg)

“Hmm, naik taxi aja ^^”

Yaelah Om. Gak tau apa nih anak kos yang keadaan keuangannya limited untuk transport yang secara subjektif aku anggap sangat mewah itu…ckckckc…

“Wahhh, mahal pak. Ada yang laen?” (Polos yaaa…#wajahmalaikatinnosence)

“Hmm…Bis Kota. Naik dari terminal Bratang deh.” (Nahhh, ada tawaran yang lebih better…yeeey)

Oke deh, lanjut ke terminal. Aku ditunjukkan ama Om Sopir (Baek ya…^^) mana bis yang aku mau naikkin. Pengalaman naik bis kota bukan pengalaman yang baru sih. Uda dari SMP n SMA juga kayak gitu kok…hehehe…tapi, yang menarik adalah….jeng jeng jeng…

Pas lagi menapaki tangga (SWT cak, menapaki…ckckck), aku diiringi lagu-lagu gitu deh. Serasa video clip…hehe. Dapet tempat duduk di paling depan, tapi gak di samping sopir. Ntar dipikir kenek. (tapi ada ya kenek yang KEREN gini…cihuuuy, narsis!!!)

Pas duduk, jujur aku degdegan. Nahhh, sementara itu, aku terhenyap (serius mode: ON) mendengar dan melihat bagaimana sosok om-om perawakan gede, memainkan lagu-lagu Iwan Fals dengan gayanya sendiri ditemani gitarnya yang kelihatan usang banget.

PENGAMEN…ooooo

Keren banget cara mainnya. Dia bisa dengan lancar memainkan tiap kunci-kunci gitar, bahkan ada beberapa kunci yang sangat asing bagiku…ckckck, takjub banget aku melihatnya. Ya, gak lebay. Tapi kali mo dibilang lebay juga gak apa. Cara mainin gitarnya memang persis kayak Iwan Fals banget. Mantap banget apaalgi ketika dia mainkan lagu-lagu bernuanas romansa gitu. Sekedar berbagi pengalaman, benar yang dikatakan bu Ratna (Salah satu dosen yang mengajarku Mata Kuliah Psikologi Klinis) bahwa musik dapat membuat kita terhipnotis dan mungkin itu adalah salah satu aspek dari terapi musik. Diapun seperti itu. Pengamen yang mengenakan baju polo orange dan bercelana jeans dilengkapi denga pernak-pernik khas rocker (gayanya tidak seperti pengamen biasanya). Dia memadukan antara permainan gitar string ama bass. Suaranya pun gak jelek-jelek amat. Dan juga…full-lyric. Mungkin ala bisa karena biasa. Mungkin dia hafal karena itu uda “makanan” sehari-hari.  Brillian…

Aku pun harus puas setelah bis itu akan berjalan dan pengamen itu akan turun. Tapi, gak juga. Ditengah perjalanan, aku pikir (maaf) ada Bonda Prakoso dkk, ternyata, pengamen lainnya. Kali ini dia lebih mantap permainan typingnya, perfect…maknyus kata om Bondan. Guitarnya sederhana banget bahkan senarnya rada karatan. Yaaa, emang. Penampilannya secara fisik pun tidak se-apik si “superstar brilian” yang tadi. Tapi, dia kembali mampu mengalirin adrenalinku untuk tetap fokus dan gak sadar tanganku pun berirama layaknya maenin gitar. Lagu yang dibawain pun nuansa keroncong dan memang lagu daerah yang dibawakannya. Mantap…mantaaaf!!!!!

Superstar Brilian. Itulah yang pas untuk mereka. Kekurangan segi ekonomi tidak membuat potensi mereka dalam seni padam. Iringan mereka dalam mainkan si La Viola Guitarae sangatlah cemerlang. Bak penyanyi superstar lainnya, mereka memainkannya dengan penuh…BRILIAN. sangat hidup…aku pun berpikir…

“gimana, apa jadinya kalo mereka didukung sarana prasaran atau wadah yang pas ya???”

Hmm…kawan, kita dapat belajar dari berbagai macam hal. Sekalipun dari hal yang seringkali kita tutup mata sebelah. Ya, memang. Anggapan awal, “ahhh, pengamen…” tapi, esensi mereka dalam mainin musik, kawan…merinding, semeriwing…hiiii….kayak artikel kemarin tentang “Ketika Kau Dasar What Is Your Talents, Buddies.” Itu pun kan potensi dari “orang terpinggirkan” atau “orang yang sering kita tutup mata sebelah” tapi, bisakah kita lebih hebat dari mereka? (mungkin ada yang bilang sih, yaaa, aku bisa lebih hebat…) tapi, yukkk, kita lihat sebelah sisi lain dari mereka…kita lihat mereka sebagai Superstar Brilian. Salah satu seni hidup yang brilian yang ada di Nusantara ini. Tapi dengan begini, bukan aku ajak lestarikan pengamen…bukan.

Hmm, sekedar usul buat pemerintah, daripada musing mikirin kasus-kasus yang bisa buat defisit, kenapa gak bikin club buat para Superstar Brilian ini yang agak terpinggirkan. Kalo dibilang mereka sampah masyarakat, toh mereka sekedar cari sesuap nasi atau untuk anak-anak mereka. Kenapa pemerintah yang lebih dari mereka gak nyediain apa gitu yang bisa salurin, sehingga dari sampah masyarakat bisa jadi emas masyarakat…

Bener kawan-kawan?

Ya sudah. Selamat beraktivitas Semuanya…

Salam Brilian!!!

GBU

3 thoughts on “Tidak Perlu Menjadi Superstar untuk Jadi Superstar Brilian

  1. Wow?!? Hmmmmm sulit d ungkapkan dg kata2🙂 intiny..
    Sya sngt terkesima dg pnglman anda🙂 ketika anda menceritakan pengalaman anda, sekali-sekali saya ingin mencoba naik bus umum jadiny :p “=Dkǻ«kǻ«kǻ=D”
    Tidak banyak orang yang menceritakan pengalaman pertama naik bis sendirian tanpa tahu arah tujuan dengan semangat 45. ‎​Haнaɑº°˚˘˚°º≈•=Dнaнaɑº°˚˘˚°º≈•=)). Lalu pertanyaan saya, anda terlarut dengan permainan gitar si superstar brilian ini terus sampai kah anda pada tempat tujuan dengan selamat?hahahahaha
    Salam brilian🙂

    1. hahaha….aku lebih suka menggunakan semangat 2011 karena kita uda gak di zaman 45 lagi Yoh…hahah

      kadang kamu harus juga cao keliling daerah pake bus atau public transportation lainnya yoh…hehe…ada kesan n pengalamn even lebih dari sekedar pengalaman Yoh..heheh…
      hmm..,

      akhirnya sampai tujuan dengan selamatlah.haha…lagian, anak2ku wes pada nunggu di sana jd harus ksana lah..haha

  2. ‎​Haнaɑº°˚˘˚°º≈•=Dнaнaɑº°˚˘˚°º≈•=)).. Mwny bgtu.. Tp krna sya ini cwe.. Tau lah.. Yang ada sya di marahin ama para fans2 sya.🙂 krna takut ada apa-apa. Hahaha
    Wew.. Makanya bilang ama ank-ankmu.. Hai kau ank-ank qw tercinta belikanlah bapak mu ini sebuah mobil dan seorang supir.. Agar bila kita ingin bertemu saya langsung dapat caoo.. “=Dkǻ«kǻ«kǻ=D”
    Hmmmm. tunggu saya pindah ke jepang atau korea saya akan naik public transportation. karena di sini semua serba dempet. “=Dkǻ«kǻ«kǻ=D”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s