Lebih Dari Sekedar Pengalaman…

Udara sore yang berangin tetap menyelimuti kota Pahlawan, Surabaya. Di sore itu pula aku pergi ke Kampus Widya Mandala Dinoyo sebagai gathering point dalam acara live in ke suatu panti asuhan yang bernama, Panti Asuhan Immanuel. Alamat jelasnya aku memang lupa karena daerah itu masih sangat asing denganku. Daerahnya sekitar monumen yang seperti MoNas itu loh…(aku pun lupa apa namanya, kalo gak salah sih, Tugu Pahlawan). Anyway, setelah absen, kami para peserta, yang dikoordinir oleh salah satu UKM yang ada di UKWMS segera menuju ke angkot sebagai transportasi kami menuju kesana.

Pendek cerita kami sampai disana tapi tidak langsung bertemu dengan para penghuni panti, tapi harus menunggu dulu dari pihak panitia. Para peserta yang ikut kira-kira berjumlah 15-20 orang.  Aku tidak akan menjabarkan apa saja kegiatan-kegiatan yang seru karena tujuanku tidak hanya sekedar berbagai pengalaman karena…

            Disanalah ada hal yang lebih dari sekedar kebersamaan…

Bertemu dengan anak-anak panti di dalam bayangan pemikiranku adalah mereka anak-anak kecil dan paling besar ya SMP kelas 1 lah. Tapi, dari anak yang masih berusia 4 tahun, hingga yang sudah seumur bahkan lebih tua denganku ada disitu. Kental di telingaku sambutan sapa hangat selalu terpancar dari mereka. “halo kak. Kakak lagi ngapaen?” atau “Ehh, Dek Putra, sudah mandi belum? Ayo mandi dulu, karena uda mau maem…” begitu banyak panggilan sapa hangat dari mereka satu sama lain. Begitu pula kepada kami. Jika ada pertanyaan, “yaa mungkin saja mereka begitu karena ada tamu. Mungkin saja mereka Faking Good.” Yap, bisa saja seperti itu, tapi fakta yang ada adalah mereka begitu hangat dalam tutur kata, meskipun ada beberapa anak yang kental sekali terhadap ‘grammar Surabaya’. Mari kita anggap, itu semua adalah murni dari mereka tanpa ada faking good atau apalah istilahnya.

Selain itu, yang menarik adalah pada saat mereka mandi. Anak-anak yang lebih kecil akan mandi terlebih dahulu tapi tetap di awasi oleh beberapa kakak mereka juga. Dan semakin menarik ketika kita melihat ke dalam kamar mandi bahwa bak kamar mandi mereka hanyalah satu dan itu sangat besar. Jadi, pada intinya, mereka harus mandi bersama dengan menggunakan satu bak mandi. Tentu saja ada jamban, dan itu pun hanya dipisahkan oleh suatu ruangan dan masih satu dengan ruangan mandi tersebut. Perlu juga diketahui bahwa ruang jamban itu tidak berpintu. Pintu utama hanyalah pintu penutup kamar mandi tersebut.

            Disiplin, kunci penting dalam kehidupan mereka…

Hidup bersama dengan orang lain adalah suatu hal yang mutla yang harus mereka hadapi. Di dalam panti tersebut, segala hal serba teratur atau paling tidak sudah ada penjadwalannya. Tidak heran kata disiplin merupakan kata yang tidak asing bagi mereka semua meskipun penafsirannya mungkin berbeda tentang makna kata tersebut. Tapi, setidaknya pembatasan disiplin disini bisa terlihat dari bagaimana tiap kegiatan yang mereka lakukan telah terjadwalkan dan ‘harus’ mereka lakukan. Jam 4 pagi, di saat kami semua masih menerawang di alam mimpi, mereka sudah harus bangun untuk memulai rutinitas mereka, seperti menyapu, mengepel, memasak nasi, menyetrika dan berbagai hal lainnya. Di suatu kesempatan, aku bertanya kepada mereka tentang itu semua, “Apakah ini harus dilakukan dan kalian sudah melakukan pembagian tugas?”, “Iya, ini adalah tugas rutin kami dimana tiap dari kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan. Ini harus dikerjakan!”. Selain itu, pada saat makan pula, mereka harus berbaris yang rapi terlebih dahulu sebelum memasuki ruang makan. Begitu pula sebelum memulai aktifitas di pagi hari, dan mengakhirinya di malam hari, mereka harus berdoa (ibadah singkat) terlebih dahulu.

            Di sana, berbagai latar belakang bercampur menjadi satu…

Ya, memang, semuanya adalah bukan sekedar anak yang “khusus” dimana orang tua mereka tidak ada bersama lagi dengan mereka. Berbagai latar belakang keluarga mewarnai keanekaragaman penghuni Panti Asuhan Immanuel. Ada yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, anak yatim piatu, anak yatim atau piatu, bahkan anak terlantar. Mereka semua tentu memiliki kisah-kisah tersendiri dalam hidup mereka yang mungkin saja tersimpan erat dalam diri, atau juga mungkin akibat kedekatan emosional (bisa terlihat dalam observasiku, bahwa mereka memiliki ikatan emosional yang cukup kuat satu sama lain.) mereka saling sharing dan saling memberi “kekuatan” satu sama lain.

            Potensi, adalah suatu hal yang istimewa disini…

Dari penjelasanku di atas, adalah paparan singkat yang mungkin ditemukan di berbagai panti asuhan lainnya. Tapi, meskipun begitu, pengalaman yang tidak hanya sekedar pengalaman itu menjadi pelajaran bagiku bahwa, siapapun, manusia, memang tetap diciptakan adil oleh penciptanya. Bolehlah memang tidak dikaruniai keluarga yang kurang sempurna tapi, penciptanya tidak pernah lupa, bahwa, mereka adalah individu yang pada akhirnya adalah berkembang menjadi suatu individu yang unik. Potensi bakat mereka tersimpan dan ada beberapa yang berkembang di dalam mereka. Musik, olahraga atau apapun ada di Panti Asuhan Tersebut. Jujur, dari hatiku paling dalam aku benar-benar terkesima melihat semua hal itu. Dimana potensi mereka benar-benar sangat indah dan menakjubkan. Tidak pernah aku melihat orang yang memiliki bakat bahkan ditunjang oleh penguasaan dan peningkatan potensi itu dengan otodidak. Hal ini akan dibahas secara khusus di artikel lainnya, karena memang, kita semua setidaknya tahu, siapapun kita, apapun bentuk kita, kita tetap makhluk individual yang dikaruniai potensi bakat yang berguna bagi diri kita sendiri, dan teristimewa bagi orang lain.

Semua yang kudapat selama live in 5-6 Maret 2011 ini tidak hanya sekedar pengalaman yang begitu saja lewat setelah beberapa waktu memakan. Ini tidak hanya sekedar live-in, keluar dari kegiatan keseharian aktivitas dan terjun ke dunia orang lain. Tidak hanya sekedar rekreasi singkat di akhir minggu penghapus kebosanan kuliah. Tapi, ini adalah pengalaman menyenangkan yang mengubah itu menjadi pelajaran yang pada sisi normatif memang sangat berguna bagi kita untuk belajar lebih pahami tentang diri sendiri dan orang lain…

Semoga Bermanfaat…Brilian…!!!

GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s