Individualitas Sebagai Salah Satu Wujud Eksistensi

Menjadi makhluk sosial adalah suatu hal mutlak bagi manusia. Individu dan individu laing saling berinteraksi membentuk suatu kesatuan dalam cara pandang, perilaku, tindakan dan berbagai hal lainnya. Mengacu pada artikel sebelumnya yang berjudul “Arti Sebuah Clique (Part I dan Part II), saya menggambarkan bagaimana individu dengan individu lain saling hidup bersama bahkan membentuk clique sebagai bentuk kebersamaan yang lebih intim.

Bandura, seorang tokoh psikologi aliran behavioristik, juga menyatakan tentang Teori Belajar Sosial dimana, individu lain mengambil contoh dalam bentuk modelling untuk berperilaku. Hal ini menandakan bahwa individu juga perlu orang lain untuk berperilaku dan hidup dalam dunianya.

Namun ternyata, ada sisi lain dari manusia sebagai makhluk sosial tersebut. Individu juga memiliki sis personal and privat. Ini adalah salah satu sisi yang menurut saya sangat juga berpengaruh pada eksistensi seorang individu. Di sini saya akan membatasi hal yang akan dibahas ke individu dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk individual dan individu dalam pola pikirnya sebagai makhluk individual.

Aktivitas yang dijalani individu sehari-hari tidak bisa terlepas dengan hadirnya orang lain pula. Namun, ketika ia “masuk” ke ruang privacynya, ia akan kembali menjadi makhluk individual. Kamar adalah contoh dari bentuk privasinya. Itu memang tidak bisa terhindar bagi kos-kosan atau dormitory yang memiliki dua dan selebihnya orang tinggal dalam sekamar. Tapi, saya membicarakan tentang kamar yang hanya dihuni oleh satu orang saja. Disinilah segala individualitasnya terbangun. Dari cara ia bangun, tidur, menyiapkan segala kebutuhan pribadinya, atau bahkan membuat apa saja secara sendiri. Kamar merupakan manifestasi bentuk privasi seseorang.

Mungkin banyak yang akan berargumen bahwa, kamar sebaiknya diisi oleh beberapa orang sehingga membentuk suatu pribadi sosial yang kuat. Ya, itu memang benar. Saya sangat setuju. Tapi, kita tidak boleh lupa juga akan pentingnya kehidupan pribadi seseorang. Jika kita tiap hari dihadapkan dengan sosialitas kita, tiap hari kita “membagi ruang” dengan orang lain, kapan kita akan masuk ke ruang yang disebut privasi itu? Keseimbangan sangat diperlukan dalam kehidupan kita dan apakah kita akan menemukan keseimbangan dalam situasi dan kondisi seperti itu?

Sangat subejektif penjelasan saya di atas. Namun, itu adalah topik pertama sekaligus pengantar pada topik kedua yang akan dibahas yaitu tentang pola pikir subjektif dari diri per individu.

Mengacu pada aliran behavioristik psikologi, lingkungan sangat mempengaruhi keberadaan dan bagaimana seorang individu akan berperilaku. Tapi, ketika kita dihadapkan pada pilihan, bukan tidak mungkin pilihan subjektif tanpa mempertimbangkan pendapat lingkungan kita gunakan. Itu adalah bukti nyata dari seorang individu adalah termasuk makhluk individual. Sebagai contoh, kita akan menghadapi ujian besok, rekan-rekan yang kita anggap sebagai orang yang mampu dalam mengerjakan ujian pada keesokan harinya tidak belajar dan pergi hang out. Secara sosial kognitif dan pembelajaran sosial, kita dapat mengasumsikan, pola pikir dari individu tersebut adalah, “ahhh, saya tidak mau belajar. Lihat saja, orang yang diprediksiin bisa dalam ujian besok pun tidak belajar. Ngapaen saya belajar juga?lagipula, saya di ajak nonton, mendingan saya ikut nonton” tapi senyatanya, si individu ini memutuskan untuk tidak ikut hang out dan lebih memilih untuk belajar. Akan menjadi sangat normatif memang bahwa kesuksesan pada ujian keesokan harinya tergantung dari diri individu itu meskipun, rekan-rekannya mengajak dia untuk hang out. Ini dapat membuktikan juga bahwa pola pikir suatu individu tersebut juga akan menjadi pola pikir yang individual. Tetap kembali ke dirinya sendiri.

Kesediaan untuk melangkah maju atau tetap dalam perjalanan hidup dari tiap individu memang tidak dapat dipisahkan dari kehadiran lingkungan dan sosial, karena memang dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada manusia yang dapat tinggal sendiri di sebuah pulau kosong tanpa ada penghuni meskipun kebtuhan secara biologisnya seperti makan dan minum tersedia banyak di pulau tersebut. Abraham Maslow, dalam piramida kebutuhannya pun menjabarkan bahwa tidak hanya kebutuhan biologis yang harus dipenuhi. Kebutuhan akan love and belongingness juga sangat diperlukan oleh individu untuk mencapai apa yang dinamakan aktualitas diri.

Tapi, kita memang juga tidak bisa menghindari bahwa pada akhirnya, manusia itu akan kembali ke ruangnya masing-masing, untuk menjadi makhluk yang subjektif, dan kembali menjadi makhluk individual sebagai salah satu bentuk eksistensinya di dunia ini. Akhirnya juga, pada “malam hari”, tiap individu akan kembali ke “kamarnya” masing-masing untuk mengembangkan apa yang dinamakn individualitas menuju aktualisasi diri baik secara individual maupun secara sosial…

Selamat Pagi Kawan,

Selamat Beraktivitas

Tuhan Memberkati…GBU

2 thoughts on “Individualitas Sebagai Salah Satu Wujud Eksistensi

  1. yeah! agree.. every ppl in this world need other people, we can’t stand by ourself..
    LIKE ! LIKE this article !

    I have clique, but sometimes i feel like they have their own privacy or more to secrets..
    so if i related to this article,i know every ppl has their own privacy.. as well like me.. =)

    tapi knpa kq penjabaran ttg “individu dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk individual dan individu dalam pola pikirnya sebagai makhluk individual”
    kenapa sama?? ^^

    1. thank you for d likes, limyyy…^^
      hmm, “individu dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk individual dan individu dalam pola pikirnya sebagai makhluk individual”
      kenapa sama??

      yap, karena memang di dalam semua bidang kehidupan, semua unsur individu tetap terdiri dari dua hal, sosial karena ada orang di sekitarnya, dan individual karena ada pola kognitif yang atur diri manusia…^^

      keep reading kawan…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s