Arti sebuah Clique: Part 1 – Ketika Semua Emosi Bercampur di Saint John’s School, BSD

Manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial memang tidak dapat terpisahkan dengan kebersamaannya bersama orang lain. Selalu hidup bersama dalam tiap kehidupan yang terus bergulir. Namun, ada juga yang terkait khusus dengan yang lain, dan manusia pun mengenal arti kebersamaan. Clique, seperti judul yang saya gunakan merupakan salah satu bentuk dari kebersamaan manusia itu.

Teman-teman, asing tidak di telinga kita mendengar kata sahabat atau best friends atau teman terbaik atau apalah. Ya, memang, berbagai kisah dan pengalaman tentu saja pernah kita alami termasuk pengalaman kita memiliki teman yang sering kita sebut sebagai teman, rekan, partner, konco, atau apalah namanya. Namun dalam artikel saya kali ini, saya tidak akan menggunakan kata “Friendship” atau “Best friends” karena belum pernah saya melihat friendship antara Ibu saya dengan rekan terbaiknya, Agnes Femmy Raturamis. Sehingga, saya lebih cenderung menggunakan kata clique. Kata clique saya ambil dari salah satu materi mata kuliah Psikologi Perkembangan II tentang remaja dimana clique merupakan paduan antara beberapa orang yang menjadi dekat satu sama lain karena berbagai faktor.

Saat saya memainkan jari jemari saya di atas kibord putih netbook saya, teringat akan 2 tahun lalu, tepat di awal bulan Maret ini akan kedua rekan terbaik saya di saat kita akan mempersiapkan kelulusan. Dennis sih Ulat Bulu dan Edbert sih Beruang. 3 tahun melewati kebersamaan bersama kedua manusia (entah bisa disebut manusia atau bukan karena kita adalah “penggila” gila bersama #joke ) tersebut tidak menjadi suatu yang dapat memperlambat waktu. Akhirnya kita bertiga menuju ke kehidupan masing-masing, Dennis di kedokteran UnTar, Eddbert di teknik UI, dan saya di Psikologi UKWMS. Teringat pula berbagai kegilaan, kegembiraan dan tawa, kesedihan dan amarah yang memang yaaa, seperti musim yang terus berganti namun tidak seperti roda kehidupan. Terus berganti…

Terkenang, hari-hari pertama ketika saya menginjakkan kaki di Jakarta, kota modern dengan segala kemewahan dan membuat saya seakan mengecil di antara kemegahannya metropolitan. Disitulah saya bertemu dengan kedua orang gila tersebut. Pada awalnya memang bahasa adalah menjadi kesulitan yang utama bagi saya. Dan celotehan serta canda tawa serta pengejekan dari mereka tidak pernah sirna. Namun, meskipun begitu, mereka tetap membantu saya untuk mengerti bagaimana berbicara dengan mereka tidak hanya dalam arti sebenarnya namun juga bagaimana mask dari hati ke hati. Yaaa, begitu pula dengan pelajaran-pelajaran sekolah yang kami tempuh bersama. Selalu belajar bersama, menikmati segala kesulitan rumus kimia dan fisika, hingga menggoda guru biologi yang baru yang akhirnya kami menjadi salah satu anak kesayangan guru tersebut.

Denis yang lumayan dalam kimia menjadi rekan khusus bagi kami untuk ajarkan kami bagaimana kimia itu, dan Edbert sebagai fisikawan, dan I am di bidang biologi, perpaduan antara kami bertiga memang bisa dikatakan sempurna, tapi tidak begitu dengan hasil berupa nilai yang kami peroleh. Hehehehe, tapi, denga begitu, sampai sekarang pun masih teringat dengan jelas rekam memori tentang ketika kami belajar bersama dan saling mengajarkan sesuai dengan bidang kami masing-masing

Melakukan tindakan gila bersama seperti menghentikan laju lift yang sedang berjalan di sekolah kami dan membuka pintu ketika lift berada antara lantai 3 dan 4 merupakan salah satu kegiatan yang makin memperat kami. Bahkan, apabila reader ingin membuktikannya, di antara lantai 3 dan 4 itu, ada batu bata yang kita tanda tangani. Namun, itu hanya dapat dilihat apabila kita membuka lift yang sedang berjalan secara paksa. Teringat juga tragedi pemadam kebakaran dimana kita memainkan alat pemadam kebakaran di lantai 4 sekolah SJ. Dan pada akhirnya kami harus menggantinya. Dan berbagai kegilaan lainnya, seperti ber-narsis ria di jalan raya. Sungguh, jalan raya, kami tidur-tiduran dan berfoto dsitu. Setelah habis basket baik latihan atau tanding singkat, tidak lupa kita semua mandi di SJ sambil berteriak-teriak dan masih banyak kegiatan gila lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu-satu.

Yaaa, memang, apabila kita membaca apa yang saya tulis di atas, secara singkat bisa dikatakn bandel. Tapi bukannya membela diri, tidak loh…hehe…itu hanya sebagian kisah kita saat kita bersama di samping, kita bertiga membuat produk entrepreneur Yoghurt, yang kita namakan “Yo Good” ataupun membuat CPU dari galon air mineral yang dibantu oleh guru fisika tercinta, Sir Elman. Begitu juga dengan bumerang yang kita buat di sebelah rumahnya Sir Julius dan akhirnya tidak ada satupun bumerang yang jadi karena semuanya patah…^^

Hingga akhirnya memang, hidup tidak hanya stuck di satu daerah tertentu. Kehidupan terus bergulir. Di tengah kegembiraan itu, tidak terasa kita sudah berada di ujung perpisahan…Graduation.

Hari pelepasan yang begitu emosional memang sangat terekam di tiap memori anak-anak, kami ber-11 sebagai lulusan pertama Saint John’s School. Masih terekam hangat ketika emosi tangis tidak dapat diluapkan dan hanya dipantulkan dalam tawa dan canda.

2 tahun sudah kami menjalani hidup masing-masing meskipun memang ada yang beberapa melanjutkan kuliah bersama. Begitu pula dengan sih Ulat Bulu dan Beruang. Mereka berdua tetap menjadi cliqueku hingga saat ini. Dan saya sangat setuju apabila dikatakan, globalisasi membawa keuntungan bagi telekomunikasi. Fasilitas teknologi sangat berkembang sehingga membuat jarak Jakarta-Surabaya tidak terasa jauh. Meskipun ada kerinduan di hati untuk bertemu dengan semua anak SJ khususnya mereka berdua, ada semacam gunung es yang siap menghadang di depan. Semua demi cita-cita. Tapi, saya yakin, dimanapun kita berada, saya dapat berkata, saya pernah hidup di zamannya anak SJ angkatan pertama,

Agnes si pentium 100 à lw ajarin gw buat tetap belajar rajin

Andrew pencinta Jepang à my lovely brother, thank you buat 3 tahun bersamamu, keep contact!!!

Gita si gigi patah à makanya, jangan ketawain gigi gw…hehe

Fia si blo à harusnya kita ketemu di sana fi^^

Rena si pendek à ketulusan lw dalam memasak selalu buat gw lapar…

Tata si bengkok à lw emang pintar ta…thank you yaaa buat saran-sarannya

Ika si petenis, Ina si kuat à biar kalian kembar bukan berarti kalian sama, kalian ajarin gw untuk terima segala perbedaan dalam persamaan

Khaira si penulis à Khai, susul ke malay dunkkk…hehehe

Verdian sang pemimpi à lw ajarin gw bermimpi tinggi dan berhasil untuk gapai itu. Thank you banget, karena lw, gw bisa kesana Ver…

Stephen si Gay à belajar kehiduan Jakarta dari ini orang nih….hahaha

Laura si tinggi àparnter pasikbra selama 3 tahun berturut-turut…seringkali jadi incaran pengledekan

Gloria si Gorilla hutan à ide-ide lw n kritikan lw membuat gw jadi makin dewasa…hehehe…, thank you glo

Fani si fantat à paling seneng kalo kita bertiga ledekin fantat2 gitu deh…hahaha

KC si rohaniwan à lw berkembang seiring perkembangan kedewasaan lw. Lw modelling yang keren buat kita-kita kawan

Kelvin Yo yang di bully tapi sangat membantu untuk tugas psikologiku…^^thx yooo)

dan Edbert si Beruang, Dennis si Ulat Bulu à gw gak bisa lupain lw berdua khususnya

saya pernah hidup di zaman kegilaan bercampur dengan keseriusan dan gelak tawa bercampur dengan kesedihan, saya pernah hidup di zaman itu…2007-2009 in memory fo everlasting…^^

4 thoughts on “Arti sebuah Clique: Part 1 – Ketika Semua Emosi Bercampur di Saint John’s School, BSD

  1. ngaku dosa ini mah, hahaha, ga skalian aj lu bilang suruh ganti fire extinguisher tapi malah kita tuker sama yang di lobby, udh gitu headset balikin noh! punya gw udh patah, wakakakakakakak, mecahin kpala julius, jangan lupa reader kalo ke st john turunlah dari lantai 3 ke 4 menggunakan tangga, itu tanda bukti kamu pernah ada d st john, waahahaha,, (kalo masih ada sih cat tangan berwarna ungu milik saya) hahahaha,,

    1. hahaha….tuh kan, bahkan banyak sekali pengalaman yang qt da lalui bro. cm gak isa gw sebutin satu2…mungkin di next aritcle pas gw mau re-post ttg SJ, kita bahas lebih dalam n banyak lagi ttg kegilaan dulu..hehehe…toh SJ juga uda almamater kita ini..hehehe..amaaann…hahaahaha..

      tapi emang ya, banyak banget peninggalan kita..astga…kalo lw masih ingat, di beberapa tmpt tertntu kita tanda tangn juga kan..hahahaha..parahhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s