Refleksi Segala Sesuatu Tentang Kegiatan Debat di 26 Februari 2011

Refleksi Segala Sesuatu Tentang Kegiatan Debat di 26 Februari 2011

Jujur, kecewa, aku ya emang kecewa banget…yap, sakit emang rasanya kalo apa yang kita namakan kekalahan…hmm…yaaa, emang agak lebay juga sih…tapi, yaaa kecewa…(emang gimana sih kecewa itu?), yaaa, pertanyaan selingan yang bagus. Kecewa itu bahasa “filosofi Kandy” adalah, gak bisa mikir apa-apa, modd jadi jelek, istilahnya secara subjektif, jadi pendiem, atau dalam bahasa ABR2, melankolis aktif, dan say goodbye for sanguin for awhile.

“halah, ayo donk, masa gitu aja jadi down???” yaaa, memang, saudara, rekan atau siapapunlah secara normatif, empatik, dan memang kita bagaimana seharusnya bertindak harus seperti itu, apabila melihat rekan kita apalagi rekan seperjuangan kita mengalami kekalahan.terima kasih kawan untuk semua itu. Tapi yaaa, memang tidak bisa bilang, “oke, saya sekarang keadaanya begini, saya harus terima. Tidak semudah itu memang, sekalipun kita adalah psikolog terkenal yang memang sekalipunk kita menjadi bapak Psikologi dunia pengganti Freud., muna bila kita bilang, gak, aku gak kecewa. Aku gak sedih”. Yaaa, tentu saja sebagai manusia normal, emosi itu sudah sangat wajar muncul seperti itu. Tapi yang menjadi pertanyaan, “for how long?” untuk sekarang aku bisa menjawab dengan tegas, tidak tau…itu semua proses. Yaaa, banyak bahasa “politik” memang disini. Ada kalanya kita menjadi “kuat” apabila kita mendapat reward atau apalah untuk tingkatkan “kekuatan” kita. tapi kadang, ada kalanya juga kita menjadi “kuat” untuk turunkan kelemahan kita. jika kita baca kedua statement ini tentu saja, itu sama, namun, seperti istilah yang sangat senang saya gunakan, di dalam itu ada terdapat “bahasa bersayap”.

*kok kamu ngomongin tentang kecewa-kecewa-kecewa dan sebagainya??? Yaaa, hehehe, salah satu kegiatan yang saat ini sedang dilombakan adalah kegiatan lomba debat, yang diselenggarakan oleh salah satu unit kegiatan mahasiswa. Tema yang kami lombakan adalah “adat-adat tradisional tergusur oleh budaya modern”…baru kemarin saya membahas topik tersebut di tulisan saya sebelumya dan itu pun adalah tulisan trilogi dengan judul “Trilogi Ketika Etnis di Hadapkan pada Perubahan: Pembenturan Perubahan dan Etika Etnis”. Sungguh kontras sekali mengapa kemarin bisa membahasnya dan sekarang pada saat akan “memperesentasikannya” we have failed!!!…it’s okay. Terlepas dari memang beberapa kesalahan teknis yang tidak perlu dijabarkan disini karena itu akan mengganggu kode etik… the reflection are…

Kita, memang ada menang ada kalah, tapi di samping itu semua, proses. Semua tentang proses. Okelah kita bisa ngomongi tentang hasil. “aku percaya akau menang, ini topik yang menjadi andalan saya” atau “saya memang harus menang, semua sudah saya persiapkan. Tinggal di baca aja kok apa susahnya???” atau “Ya ampun, itu topik yang selalu menjadi pokok bahasan diskusi saya dengan rekan-rekan…” yaaa, tapi kita harus kritisi kata-kata tersebut…dari ketiga perkataan tersebut, hal yang menonjol adalah kata “AKAN”…Akan means belum terjadi. Kita memiliki kemampuan untuk memperkirakan, yaaa, semua orang punya. Tapi, sejauh mana perkirakan kita akan tepat, lalu mengapa hanya terjebak di dalam perkiraan itu saja daripada menyiapkan diri lebih optimal lagi??? Proses…ya, proses…pohon anggur tidak akan menghasilkan kualitas anggur yang terbaik apabila dalam prosesnya tidak memberikan perawatan yang terbaik bagi pohon tersebut….bagaimana kita juga memaknai proses itu dan bagaimana proses itu menyatu dalam diri kita. sebagai contoh konkrit. Okelah kita memang persiapkan materi, bla bla bla. Tapi apakah hanya sekedar itu??? Hanya sekedar, “ohhh, negara Indonesia memiliki kekayaan alam yang banyak dan bla bla bla” dimanakah esensi dari proses pembelajaran kita itu??? Nothing…it’s all about proses.

Yang kedua adalah sistem. Sistem yang saya maksud disini adalah bukan sistem yang kompleks yang seringkali kita dengar. Saya mengistilahkan persiapan kami, pemanfaatan berbagai media, dan komunikasi antar kelompok pun mennjadi sebuah sistem. Bagaimana jika salah satu sistem mati atau tidak bisa digunakan???…Doaaarrr,,,hancur…emang benar. Tapi, asumsi saya berkata bahwa, dimana-mana, sistem dibentuk menjadi dua, inti dan cadangan…the thing is, kita tidak memiliki sistem cadangan dan kita terjebak dalam sistem itu sendiri. Njelimet banget ya??? Gini, kita segala data yang telah dipersiapkan adalah lewat laptop, dan ternyata, kita tidak bisa memanfaatkannya. Byyyuuurrr…hancur…memang dari sini, sebelum orang lain juga menanggapi secara negatif, kami juga memang telah berefleksi bahwa, sistem kami tidak ada cadangannya. Kenapa kita hanya “bergantung” dengan laptop??? Kenapa tidak memikirkan sampai ke hal itu???…all about sistem dimana jika kita ingin terjun ke dunia sistem, yaaa, mulailah ber sistem dengan diri sendiri, menyangkut kehidupan yang paling kecil sistem di kehidupan pribadi tiap individu.

Yang ketiga adalah, all iz well…^^

Bolehlah karena terbawa emosi sesaat kita menyalahkan pihak lain. Itu adalah wujud nyata kita sebagai manusia. Sadar atau tidak, jika kita alami kegagalan apapun itu, hal yang paling tidak mau kita salahkan lebih dulu adalah diri kita. “mereka kok salah”, “dia yang salah”, “loh, kan alatnya gak bekerja” atau apalah. Entah manusia atau sumthing, pasti ada aja yang kita salahin. Aku bisa menerima bahwa mungkin ada orang yang gak setuju dengan pendapat saya, tapi, benarkah itu, atau hanya bentuk salah satu defence mechanism kita???hehehe…tapi, sekiranya, sebaiknya, idealnya, sebisa mungkin, simpan aja itu semua dalam hati kecil kita (pelajaran ketiga ini lebih pada ke filosofi pribadi saya)…terkesan dengan perkataan Ibunda saya, saat saya menceritakan pengalaman hari ini, ia mengatakan “ Ya sudah. Tetap pada pikiran positif, cari yang paliing menyenangkan dari peristiwa debat tadi. Berpikir tidak selamanya kamu yang terbaik, bukan? Ini kesempatan buat yang lain. Kapan-kapan kemenangan dan kekalahan datang silih berganti. Semua indah pada waktunya. Kedewasaan dalam berpikir, kematangan dalam mengolah emosi, adalah faktor yang tidak bisa dipisahkan. Perhatikan mereka yang lomba, karena mereka adalah yang akan jadi yang terbaik untuk sekarang. Semangat!” secara ringkas, saya dapat menyimpulkan. ALL IZ WELL…

Ketiga hal yang menjadi bahan refleksi saya terhadap event hari ini sangat berguna buat kedepan, entah buat saya ataupun buat para pembaca. Nah, saya teringat kata-kata Pak James pas kumpul-kumpul di Komunitas PIO dan saya menginterpretasikannya dengan “Jangan bilang hari ini adalah hari yang TER-buruk, karena, who knows, besok atau lusa atau kapanpun akan ada lagi hari yang TER tersebut.”…ini memang bukan hari yang terburuk (bukan bentuk defence mechanism loh ya…hehehe) karena, yaaa, bukan karena kalah terus non-aktif segala kegiatan…^^

Guys, selamat bertanding buat yang sedang berkompetisi, khususnya kali ini saya support secara pribadi buat kelompok saudari saya, Tirza Lang…semoga menang dan jang lupa, ngana ba traktir neh…hehehe…buat Budi Santoso, and Robertus Chandra, ama backingan dari Raymond Agung Susilo, thank you banget uda sama-sama partisipasi buat tim kita…hehehe…sekarang, siap2 buat Kuanti yooo…hahaha

Selamat Beraktivitas…

GBU

6 thoughts on “Refleksi Segala Sesuatu Tentang Kegiatan Debat di 26 Februari 2011

  1. pusing ah ken. hahaha. gw kurang bisa nangkep sih lu mau bilang apa, mungkin it’ll help if you reiterate the main points at the end ato restate your conclusion at the end of each paragraph gitu.

    gw mo komen tapi. hahaha. sok2 komen.
    1. proses?
    yang gw tangkep dari yg lu tulis proses = persiapan? jadi kyk lu kurang siapin gitu? klo emg gitu, gw agak kurang setuju sih. soalnya klo misalnya lu kyk tau gitu lu ga siapin dgn baik, you won’t feel that disappointed.

    menurut gw yg lebih contribute ke kekecewaan itu kyk kita punya mindset, ato anggapan sendiri lah soal things that are going to happen. nah, kadang2 kita kepedean gitu lah, jadi when things don’t go how we want them to be, kita jadi kecewa banget.

    jadi mungkin lebih ke kalo kita siapin buat sesuatu, jgn cuma siapin materi nya aja kali ya, tapi siapin juga mental kita. supaya ga terlalu kecewa dan bisa anggep apa pun yg bakal terjadi as a valuable experience which can help us be a better person.

    2. sistem
    ribet ah lu bilangnya, intinya mau bilang harus ada back up plan dan think out of the box kan ya? ato ada yg lain yg gw ga nangkep?

    3. all is well!
    setuju banget kalo semua indah pada waktunya. there’s a time for everything. so in times of trouble don’t complain, reflect instead, look into yourself, that way you can be a better person🙂 mungkin selalu inget juga klo ‘diatas langit masih ada langit’ haha.

    maaf ya klo komen gw geje. hahahaha. iseng nih sebelum tidur.

    God Bless!

    1. Hehehe…emang jujur untuk yang artikel itu, gw tulis penuh dengan emosional banget ta,,,kan ceritanya habis kalah dalam perang, jadi munkgin pemaknaan akan sesuatu gt agak kabur jg…tapi masukan2 dari lw sangat berguna buat gw, untuk lebih koreksi lagi dalam ketiga tahap n tiga unsur yang gw tulis di atas..hehehe…thx ya ta…

      GBU, n keep reading..eheheheeh

  2. hmm, mau ngmngin kecewa dan ya kaya tata blg think out of the box gitu nih maksudnya yah?

    jadi tiap ada masalah musti inget diri bla bla yah nangkep lah walau gw skiming bacanya (hehe)

    kalo mnrt gw kecewa tuh ya lu merasa benar dan ditidak benarkan.

    cara atasinnya yah jangan ngerasa bener, jadilah netral, lagipula siapa yang bisa menyebutkan itu salah atau benar?

    selow lah jadi org, liat dari dua pihak, kiri kanan, cwe cowo, atas bawah, depan belakang.

    lagipula, siapa yang bisa bilang ini benar itu salah?
    “nothing is true, everything is permited”

    1. hehehe…yaaa, sama kayak komen gw ke Tata Bet, emang error banget gw pas itu…semua emosi nympur jadi satu..heheh..kok jadi ajang curhat gw..hahahaha…anyway, emang bener c dalam hadapi suatu masalah kita harus jadi netral..jangan pro kanan atau pro kiri…pasti akan sangat subjektif klo kita bergeser ke kanan atau ke kiri gt..hehehe..tp emang kita gak sadar kalo kita seringkali begitu..hehehe…

      thx ya bet…keep reading bro..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s