Ketika Usia Menginjak Senja…^^

Saat itu jam menunjukkan pukul 16.00…yaaa, pas jam 4 sore..tanggal 18 Februari 2011…(duuuh,,,kayak apaan aje dah…)…hehe,,,hmm tapi ini, aku kayaknya mau dalam sikon serius buat bahas nih artikel. Ceileh,,,gaya, palingan juga ada bercanda-bercandanya…hehe..

Tapi, anyway, kita, tim dari UKWMS yang berjumlah sekitar 20 orang turun di depan Panti Werdha Asih. Jalannya sih aku gatau…mungkin kita bisa tanya ke orang Surabaya asli atau mereka yang mengerti daerah itu…tapi, memang kok, deket Pasar Atom…sebenarnya sih bukan kegiatan resmi yang harus ikut. Lagian memang aku tidak ikut organisasi yang mengurus tentang itu. Tapi, aku berpikir, apa salahnya, sekali-kali mengunjungi mereka…mereka siapa???cieee…ehmmm…reader, tolong dibaca, panti werdha, tempat oma-opa yang uda tue tue…

Pas aku kabarin itu ke mamaku, mamaku bilang, “wih, kok kesitu? Gak ada yang bening tuh disitu, cuma ada omaoma n opaopa…”…haduh mam, saya kesana bukan untuk tujuan itu..hehe..anyway, gak penting ahhh…ckckck..

Jujur, nih dari lubuk perut,,,eh, hati yang paling dangkal…dalam kaleee…aku deg-degan masuk sana…pas di depannya, kayaknya so specious (bener gak tulisannya tuh?). suspicious dingk…hehehe…tapi, pas aku masuk ke dalam…woooawww…suatu taman yang indah, yang dipenuhi dengan rerumputan hijau nan segar karena diguyur oleh air bening nan sejuk…cielahh…hehehe…di seputaran taman itu dikelilingi oleh kamar-kamar tempat para manula itu beristirahat setelah hari yang meskipun pendek terasa panjang bagi mereka yang telah termakan oleh usia dan mengukir dalam pena sejarah….^^

Setelah itu, kan kayakna acaranya tidak diramu dengan baik oleh pihak panitia, jadi ktia Cuma bernyanyi saja dan berdoa lalu makan bersama…tapi, disitulah makna dari apa yang kita lakukan dengan durasi sekitar 2 jam itu…lihatlah senyum tipis dari mereka yang telah terawut oleh usia mereka…kulit yang dulunya kuat dan indah, sekarang berubah menjadi keriput…tapi, semangat mereka terlihat tidak terlalu padam. Yaa mungkin karena ada tamu yang berkunjung juga…

Kunjungan ke panti werdha tersebut benar membuat saya merasa miris…oke emang saya suka bercanda dan gokil-gokilan…begitu juga tadi…canda tawa berlangsung meriah ketika kita saling berinteraksi dengan mereka…senyum pun hanya bisa ditebarkan bagi para manula yang memang secara fisik tidak terlalu optimal lagi…tapi, dari kesemuanya itu, di saat sanguin saya keluar dengan hebatnya, melankolis saya juga keluar, perasan miris juga entah kenapa keluar…kenapa saya begitu terhanyut dalam emosi terharu yang begitu membahana diriku…hmm, terlalu puitis, tapi itulah senyatanya…mereka tua, rentan, dan bisa dibilang tidak terlalu berdaya, ya, gak terlalu berdaya untuk sekedar berjalan-jalan mengitari mall-mall besar, atau pasar tradisional…kekuatan fisik yang dulunya kuat, kini rapuh, tergantung di kursi roda, ataupun tergantung dengan bantuan orang lain atu keeper mereka.

Dan lebih miris lagi ketika aku mendapat informasi bahwa, semua yang ada disitu adalah tidak memiliki keluarga. Dalam arti, mereka adalah sebatang kara, dan teman hidup mereka yaitu yaa, mereka sendiri dan teman sekamar mereka disamping teman satu panti jompo tersebut (di dalam satu kamar terdapat dua orang). Mereka yang masuk di situ tidak dikenai biaya apapun.

Kawan, itulah hidup..siklus hidup tentunya…ada yang muda, ada juga yang tua…^^

Kita bertolak ke tempat lain dan berkaca ke hal yang lain…dimana, di pinggir jalan, di bawah jembatan, dan dimanapun pasti kita akan melihat hal yang serupa dengan situasi dan kondisi berbeda…ketika aku berkeliling kota Surabaya dengan sepeda ontel kesayanganku pada malam hari, aku susuri tiap kelokan jalan (meskipun gak semua…bisa tewas saya…ckckck), tapi, apa kawan yang aku lihat???seorang nenek, dengan baju yang orang manado bilang piama robe robe n kabaya, duduk di pinggir jalan sambil memakan secuil nasi bungkus yang ikannya Cuma ikan kecil…bayangkan, Cuma makan itu, dan duduk di pinggir jalan dengan segala resiko yang ada dan bahaya…mobil kesana kemari, asap beracun beredar dimana-mana, malam yang makin dingin…hmmm…sungguh menyedihkan…membuat perasaan ini makin sedih…jujur, aku gak tahan lihat gitu-gitu…kelemahanku itu, tegaan untuk yang tua dan yang muda banget (kayak anak kecil banget jadi anak jalanan)…

Tapi inilah hidup…memang mereka sama tua…tapi, lihatlah keadaan mereka berbeda…kawan, bagaimana dengan kita???tentu kita tidak akan ngomongin apa yang terjadi apabila kita tua…bagaimana dengan kita yang masih muda…sudah cukupkah apa yang telah kita torehkan di dalam dan di sepanjang hidup kita???

Mungkin mereka sudah tua, tapi, mungkin banyak pengalaman yang telah mereka alami apapun itu…berbagai kenangan telah mereka simpan di dalam memori mereka yang seakan akan segera berakhir tertelan usia…berkaca dari hal tersebut, saya teringat kata-kata yang tertulis di buku yang berjudul “A Way”…buku itu menyatakan…”Janganlah biarkan hidupmu menjadi sia-sia. Jadilah manusia yang berguna. Tinggalkanlah jejak. Pancarkan cahaya iman dan cinta kasihmu.”

Rekan-rekan…artikel ini mungkin mengarah ke renungan atau ada yang menganggap cerita saja tentang kegiatanku atau, apalah. Tapi semoga lewat artikel ini, kita bisa pahami apa maksud dan inti dari ini semua, apa esensinya…hmm..

Sukses selalu buat kita semua, terutama dalam jalani hari-hari kita…semoga selalu bermakna…

Selamat Malam…
Tuhan Berkati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s