Hot Comments

 

Suatu ketika, aku kan disibukkan dengan membaca berita sambil nge teh..ehh, gak, kayaknya kapan hari itu minum susu deh…tapi anyway…terserahlah, daripada para pembaca pada iri, teh atau susunya gak dibagi…anyway,,,nah, lagi asyik baca berita di internet tercinta, aku gak sadar ke link-nya para komentator berita…aku baca berita berita artikel tentang (karena sumber dan isi beritanya komplit gak mau aku masukkin dengan alasan etika, jadi gak aku tuis ya…) atlet Indo akan disiapkan ke olimpiade 2012,  lumayan banyak komentar yang disampaikan oleh para komentator. Dan, hampir semuanya adalah negatif.

Pernah juga suatu ketika, saya membaca beberapa artikel dan komentar yang ada selalu negatif. (gak selalu juga, tapi, kebanyakan bahkan dalam perbandingan 80% untuk yang negatif.), kalo tidak salah tentang kinerja pemerintah saat ini.

Ya memang, apabila kita membaca pun, tergantung dari persepsi kita dalam menilai, apakah kita setuju, atau pro dengan hal itu, atau sebaliknya kita menjadi hampir sama dengan para komentator yang menjadi kontra…^^

Saat membaca itu, pikiranku berjalan (yaaa, maksudnya gak berjalan beneran..bahasa kiasan ahhh,,,personifikasi dunk…haiiizzz…), bahwa, lucu komentar-komentar negatif tersebut. Mereka Cuma bisa berkomentar, tanpa ada justifikasi yang jelas ataupun suatu landasan yang kuat dalam menyatakannya…contoh yang paling konkrit adalah artikel tentang reward yang akan diperoleh oleh atlet yang mendapat emas di olimpiade nanti di komentari bahwa, jangankan emas, perunggu aja gak mungkin dapat…mereka gak tau apa yang terjadi, bahkan, event tersebut belum dilaksanakan…”wong iki taon 2012 kok”…tapi, inilah keunikan dari komen meng komen…hehehe….berbagai pernyataan memang sih, tidak ada benar dan salah karena benar dan salah itu sangat subjektif, meskipun ada yang salah tapi tetap kan hak mereka. Kalo pun kita mo protes, pasti alibi mereka, nih kan demokrasi, bebas dunk mo berkomentar apapun…ya, itulah fakta yang ada bila kita sering mengikuti atau paling tidak sering tahu tentang hal-hal demikian.

Kadang kala, bahkan sering, komentar yang mengandung makna yang cukup pedas, dalam arti menyinggung pihak lain, dapat memancing berbagai emosi. Berbagai emosi itu akan muncul, dan mulailah adu mulut di komen-komen tersebut. Menjadi suatu hal yang lumrah itu terjadi di Indonesia. Bukan sesuatu yang baru. Para pembacanya pun, kadang ada yang jadi panas, ada pula yang menganggap itu adalah suatu hal yang lucu. A komen A, B mulai komen karena biasanya B terpancing dengan sih A..pihak C, D, E dan seterusnya muncul dan mulai ikutan juga…tapi, yang menarik, muncul pihak-pihak super, pahlawan yang datang,,,jeng jeng jeng..bagaikan pahlawan di pagi bolong datang untuk melerai diskusi ya yang cocok juga disebut debat kusir online…keren juga yaaa…sih kusir bisa online…tapi itulah faktanya…

Banyak perkelahian bermula dari mulut, maka tidak berlebihan jika salah satu terms dari suatu iklan menyatakan, bibirmu harimaumu…yaaa, kawan, paling gak, samainlah bibir ama mulut yaaa..cincaylah…hehehe. berawal dari bahasa, dapat memicu emosi tingkat tinggi dan perkelahian…apalagi yang mulai menyinggun tentang SARA….beeehh,,,langsung banyak yang cepet panas, ada yang cepet ngajakin debat, ngajakin berantem, hina-hinaan, bahkan yang lucu, ada juga yang seolah menjadi pahlawan…

Tapi disini, aku mau menyoroti tiap mereka yang mulai terpancing emosi…mungkin, ini juga dapat menjadi refleksi buat saya pribadi, dalam hal melihat terpancingnya emosi saya tersebut memang sih, saat membaca suatu tulisan dan itu tidak berkenan dengan apa yang kita yakini, atau dasarnya, pastilah, kita akan langsung menanggapinya dengan negatif (kita tidak boleh menggeneralisasi juga sih sebenarnya…hehehe)…naaahhh, tapi, jangan kita soroti kenapa kok mereka emosi…tapi lebih ke, bagaimana supaya tidak emosi lagi…toh itu hanya omongan…yaaa,,,,salah satu yang tajam juga di dunia ini adalah kata-kata, tapi ingat, sekalipun samurai yang sangat tajam dapat juga menjadi tumpul…^^

Aku tertarik dengan kata-kata Josemaria Escriva, yang menyatakan sesuatu tentang ketika kita emosi…”Tenanglah! mengapa engkau harus  kehilangan kendali dirimu, jikalau karenanya berarti engkau menghina Tuhan, menyusahkan orang lain, membuat masalah dalam dirimu sendiri…dan pada akhirnya engkau pun harus menenangkan dirimu kembali?”

Yaaa, bener banget…kadang kalo kita emosi, semua kita serang termasuk saat kita komen komen secara panas. Bila diskusi berjalan makin alot, kata-kata makian mulai berterbangan…hehehe…dan tentu saja, makian itu adalah suatu stimulus untuk orang lain, untuk terpancing emosinya sama dengan kita…

Hmm, kawan, gimana dengan kita???para calon psikolog (secara subjektif pada bagian ini saya dedikasikan untuk kita semua yang ada di dunia psikolog, tapi, ini semua tidak tertutup kemungkinan buat kita, untuk saling beri masukan, entah dari dunia lain, dan antah barantah kejuruan kita…), secara normatif dituntut untuk lebih sabar, dan lebih menguasai diri daripada orang lain. Itu benar juga. Kita sebagaicalon psikologi harus kontrol dulu diri kita sebelum ke orang lain. Kita harus alami dulu baru deh bisa ke orang lain…termasuk menjaga setiap emosi kita…hehehe…

Rekan-rekan sekalian, emosi adalah sesuatu yang wajar, tapi, balance…itulah yang penting…hehehe….terlalu emosian, serem, galal banget pemarah…ehhh,,,,gak emosi blas, bisa jadi, “lo lo ya gue gue…” cuek, anti sosial dan apapunlah isitilahnya…tapi yang jadi pertanyaan, lalu bagaimana hal itu dapat diwujudnyatakan??? Apa indikator kita uda tidak emosian???

Rekan-rekan…

Setidaknya dalam hidup kita, kalimat dari Josemaria Escriva bisa tertanam dalam hati, pikiran dan bisa terungkap dalam tindakan kita sehari-hari terutama dalam emosi…dimanapun kita berada, dan apapun yang kita lakukan…

Selamat Malam Guys…

GBU

7 thoughts on “Hot Comments

  1. Emosi itu wajar selama tidak berlebihan
    Dr pengalamanku… semakin aku belajar untuk mengerti cara berpikir org lain dan melihat dari berbagai perspective, kita bisa lebih ‘memaklumi’ orang lain yg bertindak ‘bodoh’…
    Misalnya:
    Kita sering ngomel ma supir bemo yang suka berhenti sembarangan.
    Kalo km jadi supir bemonya, justru kamu ingin memberikan pelayanan terbaik buat penumpang kan?
    Intinya semua harus dilihat dari berbagai sisi
    IMHO ;))

    1. Hai ce…apa kabar???
      thank you uda di komen…^^
      hehe, aku setuju sih ce…emang segala sesuatu yang berlebihan juga gak bagus, tapi sesuatu yang kurang pun gak bagus…kayak emosi…lek kita juga kurang emosi,,yaelah,,,saingan ama sih om Liberty laan..hehehe…
      yap, bener, melihat dari semua sisi perlu…tapi, jujur, saya harus banyak belajar untuk melihat dari semua sisi…hehehe…yaaa,,,masukkan dan saran ama kritik sangat diperlukan untuk itu semua demi kepntgn kita..haha (diplomatis sekali…ckck)

      oke ce,,,sukses juga ce buat karya-karyanya..heheh…mau dunk di share link blognya cece2..hehehe…
      btw, apa tuh IMHO??
      GBU…

  2. Banyak juga yang sengaja komentar ‘panas’ buat mancing kemarahan orang lain di internet… Biasanya sih iseng, buat membodoh-bodohi orang lain. Bahasa sehari-harinya provokator, tapi kalau di internet biasa disebut ‘trolling’😀

    Kadang-kadang dari para troll ini bisa belajar bagaimana cara nulis yang baik di internet, biar gak dibilang troll juga.

    1. waaahhh…ade menemukan sisi lain dari topik yang saya tulis…trims yaa de…^^..tuh masukkan yang berarti banget..hehehe…hmm, tapi bener juga sih, kalo kita liat dari sisi itu, munkgin aja ada orang yang sengaja provokasiin…mereka ini nih yang bisa juga di sebut spam, troll atau apapun…aku kmrn baca yang ada di fb, ckckck..paraah banget…dari maen agama ampe SARA..ampe apapun lah…namun, ada juga yang soksok jadi pahlawan..sudahlah, jangan begini jangan begitu..hehehe..hidup itu seni ya??hehehe…

      keep reading n comments de…thank you for the new infrmtion..^^

  3. ”Tenanglah! mengapa engkau harus kehilangan kendali dirimu, jikalau karenanya berarti engkau menghina Tuhan, menyusahkan orang lain, membuat masalah dalam dirimu sendiri…dan pada akhirnya engkau pun harus menenangkan dirimu kembali?” —> I love it🙂
    ~~~ kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa ~~~
    (I Pet. 4:7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s