Bisa Gak Kita???

Dalam peperangan, ataupun suatu kompetisi apapun, bertahan dan menyerang adalah sesuatu yang berbeda. Dari padanan katanya pun berbeda, apalagi makna subjektif yang menurut saya terkandung di dalamnya. Menyerang adalah kita mengerahkan seluruh kekuatan, kemampuan, akal pikiran untuk beating something, untuk menang, untuk mencapai apa yang kita namakan goal, tujuan. Tapi, tidak dengan bertahan. Bertahan, adalah sesuatu yang kita perlukan untuk “melindungi” apa yang ada, apa yang kita punya, tidak untuk diberikan, dan sebisa mungkin itu tidak diambil oleh pihak lain. Itupun dalam bertahan, segala kekuatan, akal, pikiran dan apapun itu kita kerahkan untuk mempertahankan tujuan kita yang hanya satu…defence…

Bagaimana dengan hidup? Tentu banyak pandangan hidup kita, ataupun filosofi hidup kita yang menyatakan hidup adalah peperangan. Terserah apapun kita memaknasi hidup kita, dan memang secara pribadi aku menggangap hidup adalah peperangan, dimana kita harus tahu kapan kita menyerang dan kapan kita bertahan. Bagiku, menyerang adalah di saat kita meng-invade apa yang belum ada dalam diri kita, segala kemampuan yang telah kita miliki, kita kembangkan, segala pengetahuan kita punya, kita tingkatkan. Sedangkan bertahan, apa yang kita punya sekarang kita pertahankan agar orang lain, sesuatu yang laiin mengambil dari diri kita, dan juga apa yang kita pertahankan itu suatu saat nanti dapat kita gunakan untuk melakukan penyerangan.

Simpelnya, dalam kehidupan kita, apapun bidang yang sementara kita tekuni, tentu kan kita semua ingin berkembang disitu, kita semua ingin meningkatkan segala kemampuan dan apa yang kita punya. Orang yang bekerja di perusahaan ingin untuk naik pangkat, dosen tidak tetap mungkin saja ingin diangkat menjadi dosen tetap, ataupun para pelajar ingin untuk mengembangkan pengetahuan atau softskillnya dalam perkuliahan. Ada pula tentang bertahan dimana kita sebagai mahasiswa contohnya, kita memiliki kemampuan untuk berorganisasi yang cukup baik, kita mempertahankan kemampuan kita itu. Tidak hanya itu, dengan mempertahankan itu, kita ingin untuk mengembangkan kemampuan kita.

Tapi, dalam prosesnya, seringkali kita menemui beberapa halangan, apapun itu, baik dari diri sendiri, lingkungan ataupun halangan yang tidak terduga. Kesemuanya itu akan mempengaruhi how we fight and how we defence…tapi, semampu apa kita menghadapinya dan seberapa sanggup kita melalui itu semua?

Semua hal itu akan menyinggung ke comfort zone kita. zona nyaman. Apa itu zona nyaman? Dalam persepsiku sendiri, zona nyaman adalah dimana di suatu keadaan tertentu kita merasa seakan tidak mau keluar, kita begitu nyaman, dan karena kenyamanan itu kita dapat berhasil menggapai sesuatu atau sebaliknya karena kita menggapai sesuatu dan berhasil, kita memakai cara itu untuk menggapai hal yang lain. Contoh, kita belajar dengan cara menghafal sehingga kita dapat nilai bagus, maka zona nyaman kita adalah menghafal untuk hadapi ujian. Ataupun, kita kalo kuliah Cuma kuliah kos kuliah…

Yang menjadi tantangan kita, keluar dari comfort zone untuk dapat sesuatu yang baru, setidaknya salah satu cara untuk yaaa, dapat “peperangan dalam bentuk penyerangan yang baru”…tapi, sanggup gak kita? atau, pas kita mau bertahan, apakah kita Cuma mau bertahan dengan cara yang sama?

Guys, keluar dari comfort zone gak sekedar kata-kata. Perlu kesadaran dari kita pribadi apa aja sih yang jadi comfort zone kita, apa aja sih kemauan kita, dan apalah….refleksi teman-teman, refleksi dulu. Mau kita tuh gimana, kita tuh gimana sekarang, and kita tuh ya apa…trus,,,langkahkan kaki aja teman-teman…

Comfort zone adalah zona yang paling menyiksa meskipun yang paling menyenangkan. Kenapa? Kalo suatu kondisi kita dihadapkan dengan kondisi yang selalu comfort zone, dan akhirnya kita tidak bisa? Ya apa? Blowing up…hancur…hancur lebur…gagal total…ya apapun kata-kata negatif dari kita. karena apa? We don’t act like usual, kita tidak biasa keluar dari zona nyaman kita…

Teman-teman…gimana sih caranya kita mo keluar dari comfort zone???

Yaaa,langkahkah kakimu, komitmen, langkahkan kakimu, komitmen…yaaa..itu itu aja…mo gagal atau berhasil pasti ada…jika kita gagal, yasudah, sedih, kecewa, sakit hati, itu hal yang biasa. Kita manusia…it’s okay…kalo berhasil???puas???janganlah…itu akan membentuk zona nyaman yang baru lagi..(tapi, bagi yang suka untuk bertahan, it’s ur choice sih…up to you…)

Tapi, kembali ke pribadi masing-masing, kita tuh kayak apa sih…mungkin reader akan bertanya, gimana dengan aku? Emang uda berhasil praktekkan keluar dari zona nyaman? Ehmmm…dari pertanyaan itu,saya dengan senyum bisa bilang, of course…gak mungkin aku nulis ini tanpa ada justifikasi jelas…kemalasan nulis blog adalah zona nyamanku…ide emang banyak, tapi pas mau mulai..duuuh,,,banyak tugas nih, duhhh, ngantuk nih, duuuh lapar nih…kebanyakan duhhh hingga akhirnya ide tersebut…duaaarrr..lenyap…gagal total. Tapi aku refleksiin…”katanya pengen jadi penulis? Katanya banyak ide? Mana buktinya? Omong doang mah percuma, kandy!”…ya di tentanglah suara hatiku…hehe, tercambuklah diriku untuk lawan itu semua…prove it u can…

Guys…let’s we develope together…

Aku gak mau ngegurui soal comfort zone, banyak tokoh bahkan orang yang disekitar kita yang lebih expert dalam hal ini semua…i just want to share my opinion…bila ada yang gak berkenan mohon maaf, dan komennya ditunggu loh…hehe…anyway…ini hari yang berat bagiku, di tuntut untuk memanagement semua yang ada, waktu, tenaga, pikiran, emosi,,apapun itu…tapi, ini adalah bentuk nyata aku lagi dihadapkan keluar dari zona nyamanku…how I can survive today…Aku yakin aku pasti bisa keluar…pasti bisa…karena apa? Karena kita manusia…

Kita semua sama…kita pasti bisa, yang jadi pertanyaan, kapan kita langkahkan kaki kita dan action???

Silahkan share pengalaman rekan-rekan sekalian…

Met siang kawan…met beraktivitas…

GBU

6 thoughts on “Bisa Gak Kita???

  1. Yaah…kalau mau berbagi pengalaman…Kandy bisa liat ada beberapa refleksi yang saya tulis di FB. saya tidak pernah membuat Blog Kandy, karena saya sangat terbatas untuk akses internetnya. tapi kalau di rumah saya ada akses internet, ya bisa jadi saya setiap hari akan mengupdate selama perminggu…

    ya, itu pertanyaan Kandy mengenai alamat saya di blog hehehe…maaf ya, mungkin lain kali, kalau saya punya blog ya saya beritahu kok…

    Nah, ini pernah saya komen di blognya Pak James. waktu itu saya menulis bahwa comfort Zone dan akhirnya berubah adalah seperti lingkaran yang bercabang. ketika kita bergerak keluar dari comfort zone, maka hasilnya akan jadi comfort zone yang kedua. kemudian ini berubah lagi dan akhirnya menjadi comfort zone yang ketiga begitu seterusnya. Lalu gimana caranya untuk bisa keluar dari comfort zone adalah bila kita berlatih untuk mencari jawaban, tidak ada jawaban yang benar tp juga tidak ada jawaban yang salah. menurut saya, Outgoing questions better answers itulah cara keluar dr zona nyaman….sisanya adalah kemauan sendiri seperti yang kamu bilang :)….kenyataannya, kita sendiri selalu melihat perubahan adalah sesuatu yang harus dirubah pokoknya yg penting berubah, bukan melihat apa yang sesungguhnya menyebabkan harus dirubah…tp itu juga membutuhkan kepekaan serta pengalaman…

    1. kalo yang tentang artikel yang saya tulis ini, memang rada sedikit emosional, karena menyangkut suatu hal yang sngat membuat yaaa…panaaas…hehe..berkenaan dng yang mau keluar dari comfort zone, dan tentang masalah komitmen…tidak mau berkomitmen dan tidak mau meng-follow up yang yang dikatakan, tapi mau sukses dengan instant..begitu emosional karena daripada emosi, mdngn di curahi di blog ini aja…hehehe…yang penting tetap tau etika dalam menulis…toh bisa juga buat kepentingan kita bersama…oleh sebab itu, mungkn tulisan aku kali ini tidak sistematis atau pun tidak runtut..karena memang saat menulis pun apa yang ada di kepala langsung dicurahin…hehehehe…^^…gmn tanggapan ko2? apakah ini benar untuk dilakukan atau kurang tepat?

      1. Oh..bro, kalau dari saya sih tidak ada masalah ya dalam penulisan..toh kita juga terus akan ada feedback dari gaya penulisan dan sebagainya hehehe..

        Mengenai benar atau tidak…itu tidak menjadi masalah bagi aku, dan aku cuma bisa memberikan 4 jempol kali (sama jempol kaki hahahaha)…untuk menuliskan apa yang ada di kepala kamu. Semua adalah tentang berani menghadapi resiko, toh kalau kita tidak berani maka kita tidak akan peka🙂
        aku dulu awal2 kuliah malahan gak pernah berani untuk menghadapi resiko loh…
        Keep it Up, bro!

      2. haha…bener ko…semua tentang berani hadapi resiko..tapi, in this case…dimana c subjek ini juga bisa mmpertahankan komitmen dan siap menanggung segala konsekuensinya…peka…hmm, aku tertarik dengan peka..tuh kayak gimna ya ko??hehehe,,,,

        sipp, thank you ya…jangan pernah ragu untuk kritik pedas sekalipun ampe kebakar sekalipun ko…aku lebih seneng belajar dari kelemahan daripada kesuksesan…karena setidaknya,,,kesuksesan lahir setelah mencoba belajar dari beberapa kegagalan…orang yang sekali sukses, mungkin krn fktr hoki atw krn emg dy expert bgt dstu..sklipun xpert, bias aj failed..hehehe…^^

  2. Peka itu kayak gimana? wah ini sulit dijelaskan. bagi saya kepekaan itu sama kayak kita berpikir layaknya cewek. Cewek menggunakan intuisi untuk dapat berhubungan dengan orang lain, jadi terkadang mereka tahu bagaimana hrs bersikap di beberapa orang yang berbeda. contoh kepekaan yang aq coba lakuin adalah apa yang aku rasakan dan pikirkan ketika aku berada di kantorq, ketika aku berperilaku seperti ini maka orang akan bersikap seperti apa…so kenapa mereka bersikap seperti itu…
    nah ini semua butuh pengalaman bro, trutama ketika kamu sekarang di perkuliahan..kalau dulu aku sama sekali ndak pernah melakukan ini, jadinya ketika waktu kerja, ini merupakan hal yang baru dan menantang hehehe…ini juga harus dimiliki oleh seorang penulis loh bro hahaha…rencana mau menulis tentang apa bro?

    Mengenai kegagalan itu menurutku sih itu sebuah kesempatan…kalau memang kita gagal, itu bukan berarti kita salah melakukan sesuatu. itu berarti kita menemukan sesuatu yang baru dalam hidup.🙂

    Oh ya bro, nek jadi buku segala tulisanmu. beritahu aku ya, nanti aku pingin baca.🙂

    1. hehehe….yaaa,,,emang, pengalaman adalah guru yang palling berharga untuk kita temuin nilai-nilai kehidupan. Tpi ngmgn nilai kehidupan itu pun masih sagnt abstrak..hehehe…hmm, rncanan mau nulis ttg apa yaaa let it flow aja, coz skrg kan juga kita uda jadi penulis bro…hehehehe…biar pun gak terkenal kyk novelis ataupun kritikus terkenal tp yaa stdknya kan uda mulai..hehehe..

      tentan buku, hmm, emang bisa gak ko semua tulisan ini dijadiin satu buku??caranya gimana ko???

      ko, blogmu gak bisa aku buka, opoo ya??? share aja linknya juga ke facebook ko, supaya sapatau bisa di buka dari situ..hehehe…

      btw ngmgn kantor, ko2 kerja dimana nih??dku ambil bidang minat apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s