Menjadi Lebih Dekat dengan “Inspirasi”

Ada seorang anak berusia 5 tahun berkata, “Nyo ingin menjadi seperti Superman karena dia bisa terbang, atau Ultraman yang bisa kalahkan monster…beralih ke remaja berusia 15 tahun, “ Aku ingin kayak Michael Jordan. Keren maen basketnya.”…lalu mulai beranjak ke remaja semi dewasa berusia 19 tahun, “hmm, aku ingin seperti SuJu…mereka cakep-cakep, gayanya juga keren-keren…”, dan akhirnya beranjak dewasa sekitar 25 tahunan, “Andrie Wongso adalah seorang motivator yang hebat. Ia dapat menyulap para pendengarnya agar menjadi semakin termotivasi dalam bekerja. Saya ingin seperti dia.”

Yaaa, itu mungkin contoh kecil dari beberapa pengalaman tentang kekaguman seorang individu terhadap individu lain atau bahkan sekelompok individu. Yaaa, memang, sesuai perkembangan usia pun, kita dapat melihat dari contoh di atas, bahwa terjadi pemindahan kekaguman antar usia meskipun secara teori ataupun hal saklek lainnya tidak seperti itu. Dalam arti bukan tidak mungkin seorang dewasa tidak mengagumi Digimon atau penyanyi hebat yang telah mendunia.

Kita sering menyebut dengan menggunakan istilah inspirasi…orang menginspirasi atau saling menginspirasi adalah hal yang biasa terjadi. Tidak peduli usia ataupun jabatan ataupun faktor-faktor lain, semua orang bisa saja terinspirasi atau menginspirasi semua orang pula. Suatu ketika, saya menghadiri pertemuan dengan wakil rektor , para dekan, beberapa orang dosen, dan beberapa rekan mahasiswa, dimana pada saat itu, wakil rektor tersebut menyatakan bahwa ia terinspirasi dari seorang dosen yang berada di situ. Ia begitu terinspirasi oleh ide dari dosen tersebut.

Tapi, kita tentu bertanya, apa itu inspirasi???apakah sama halnya dengan motivasi??? Secara asumsi, saya dapat menggambarkan bahwa inspirasi adalah suatu sosok, dimana sosok itu menjadi idola kita, dan kita ingin untuk menjadi seperti dia, baik penampilannya, tutur katanya, ide-idenya, yang nantinya dapat mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh konkrit adalah, orang-orang yang bergaya ala Korean Style. Ketika ditanya, apa alasan kalian berbuat seperti itu atau berlaku seperti Korean? Mereka hanya menjawab bahwa, mereka terinspirasi oleh Korean Style itu sendiri di tanah ginseng tersebut.

Kekuatan inspirasi bisa menjadi sangat kuat dan bisa mengakibatkan hal yang baik dan hal buruk dan tentu saja kembali ke apa atau siapa yang menjadi inspirasi seseorang dan untuk apa dia menginspirasi hal tersebut.

Bagi kaum muda, yaaa, seperti kita-kita inilah (sudah, kita lepaskan hal-hal yang serius dulu…hehehe…), kan jujur deh, seringkali kita bilang ke calon pacar atau ke pacar kita, “hmm, kamu tahu, aku sangat terinspirasi dari dirimu. Tiap kali aku melangkah, dirimu yang terpikirkan olehku, bal bla bla…” kesan awal kita membaca atau mendengar petikan “rayuan” di atas terkesan gombal, dan tentu saja ada orang-orang yang tidak suka gombal (tapi, bukan itu poin yang dibahas disini). Dari kalimat tersebut, kita dapat melihat bahwa, inspirasi dapat melahirkan sesuatu dari diri orang ke orang lain. Para pembuat lagu atau musisi khususnya musisi-musisi muda pun setidaknya mempraktekkan hal yang sama. Dalam berkarya di blantika musik, ketika ditanya, apa dasar dari pembuatan suatu lagu tertentu, banyak dari para musisi yang menyatakan, “saya terinspirasi dari dirinya” atau “dia selalu menjadi inspirasi saya dalam berkarya”.

Inspirasi dapat menjadi suatu kekuatan yang sangat besar bagi pribadi seorang individu. Tapi, muncul pertanyaan (haduuuhhh,,,serius lagi…huuuffft…hehe), “apakah benar itu inspirasi, atau modelling?”

Bandura, seorang ahli psikologi behavioristik menyatakan tentang teori Social Learning khususnya tentang modelling. Disini, ia menjelaskan bahwa seorang akan berperilaku sesuai dengan model yang ia lihat, dalam arti, seorang bertindak setelah ia melihat apa yang menjadi modellnya. Apakah itu sama dengan inspirasi???

Sudah, disini saya tidak akan meng-counterkan antara dua bahasa tersebut. Untuk Bandura itu sendiri, saya hanya menghadirkannya sebagai bintang tamu pada artikel kali ini. Om Bandura, makasie ya atas kehadirannya…hehehhee…

Saya pun memiliki orang yang saya inspirasi. Contohnya untuk masalah pribadi, saya seringkali terinspirasi dari seseorang yang selalu menginspirasi saya secara bayangan…(tidak usah dijelaskan siapa dan bentuk inspirasinya dan apa itu secara bayangan…rahasia…hahaha), dalam hal bertindak atau melakukan sesuatu. Ataupun dalam kerjaan saya sebagai mahasiswa dalam tiap kegiatan serta sistem kerja yang saya bangun, terinspirasi oleh dosen saya, terhadap sistemnya, dan ia menggambarkan dirinya sebagai suatu sistem juga, serta pendapat-pendapatnya dan memang benar, menurut saya itu dapat menginspirasi saya.

Itu dari saya, bagaimana dengan rekan sekalian???

Nah, yang menjadi pertanyaan selanjutnya…”lalu, kalo kita uda punya inspirasi, apa selanjutnya? Dalam artian, apa outputnya?” tentu saja tindakan kita…apa yang akan kita lakukan setelah kita terinspirasi. Dan tentu saja tergantung dari hal apa yang mau kita inspirasiin…sebagai contoh, saya terinspirasi oleh Bonda Prakoso karena kemampuannya mengolah kata-kata, menjadi suatu nyanyian ber-genre rap, namun, ramuan kata-katanya itu membentuk suatu makna yang membuat saya terkesan. Saya pun akhirnya ingin mencoba untuk merangkaikan kata-kata supaya menjadi indah meskipun tidak seindah yang ia rangkai. (indikator kata-kata indah ini, sangatlah subjektif karena contoh ini secara subjektif saya contohkan dari pengalaman saya.) dan tentu saja, tiap pribadi dari kita mengerti dan tahu, apa output setelah kita terinspirasi oleh seseorang.

Nah, rekan-rekan sekalian…inspirasi adalah sesuatu yang abstrak apabila kita ingin mencari tahu makna yang sebenarnya ataupun padanan kata yang pas sebagai pengganti kata inspirasi. Namun, poin utama disini adalah, kita bisa menginspirasi banyak orang, dan juga bisa terinspirasi oleh banyak orang, itu menandakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup bahkan berkembang tanpa orang lain baik itu langsung ataupun tidak langsung.  Inspirasi adalah salah satu sarana seseorang mengembangkan dirinya, dengan menginspirasi orang atau orang terinspirasi dari dirinya, manusia dapat mengembangkan dirinya (tentu saja terlepas dari perkembangan ke arah yang baik atau buruk (Namun, 2 arah perkembangan tersebut tidak dibahas di artikel ini.) Coba bayangkan, apabila tidak ada manusia atau no man in an island, apakah kita bisa berkembang???…

Selamat Beraktivitas…

GBU

7 thoughts on “Menjadi Lebih Dekat dengan “Inspirasi”

  1. Andhika, ketika saya membaca tulisan yang kamu tulis. saya tertarik untuk berdiskusi. jadi begini saya mempunyai banyak pertanyaan yang mungkin agak “usang”, bila memang kita sekedar terinspirasi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, apakah itu seperti sama dengan Stimulus-respon? kita melihat “wow, saya sangat-sangat terinspirasi dengan orang itu karena ini, karena itu” selanjutnya kemudian kita berlaku seperti orang itu. Kemudian pertanyaan yang kedua adalah, berarti kita sama sekali tidak kreatif, toh ketika kita terinspirasi oleh org itu dan menirunya. maka apakah sebenarnya kita tidak memahami apa yang kita lakukan?

    Menurut saya, ketika terinspirasi dengan orang yang kita miliki sebagai tokoh inspirator. maka saya akan menemukan asumsi dari diri sendiri kemudian berpikir dari sudut pandang lain atau dengan kata lain ini adalah insight (yah, itulah yang sering ada dalam Psikologi Umum). lalu dengan sudut pandang yang berbeda itulah kita baru melakukan dengan cara yang berbeda pula.

    1. Hehe,,,hai Ko…btw salam kenal…aku kandy, 09…km psikologi juga t???
      thank you buat commentnya…

      hmm, okay,,,kita bahas satu per satu menurut opiniku yaa…(kalo ada yang kurang, saya mohon revisi dan saran yang berguna bagi perkembangan kita semua…hohoho)

      1. bila memang kita sekedar terinspirasi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, apakah itu seperti sama dengan Stimulus-respon? kita melihat “wow, saya sangat-sangat terinspirasi dengan orang itu karena ini, karena itu” selanjutnya kemudian kita berlaku seperti orang itu.

      — menurutku, tidak juga, karena aku lebih menyukai menggunakan modelling. karena biar gimanapun di dalam itu semua ada proses berpikir, ada proses motivasi (tahap keempat proses modelling menurut Bandura), dan ada proses “memikirkan kembali” apakah inspiring yang saya lakukan adalah benar, tepat, sesuai, atau apalah yang pada intinya adalah proses kognitif. jadi, tidak sekedar stimulus-responn.tapi mau klarifikasi, apakah yang ko2 mxd stimulus respons om Pavlov???

      2. kita sama sekali tidak kreatif, toh ketika kita terinspirasi oleh org itu dan menirunya. maka apakah sebenarnya kita tidak memahami apa yang kita lakukan?

      — menyangkut ini, kita perlu tau tahapan usia yang kita bahas, soalnya kan saya sempat singgung juga tentang masa anak-anak. kalo kita berbicara masa anak-anak, saya kebetulan membuat ini berdasarkan pengalaman pribadi. saya ingin menjadi superman. superman kuat, bisa lawan yang jahat, dan bisa terbang. aku ingin seperti dia. tapi saya tidak mengerti, kenapa kok saya terinspirasi dari dia…tapi kalo uda dewasa, menurutku, kita tahu apa yang kita lakukan…ya, kita sadar, kita terinspirasi oleh seseorang dan bisa melakukan lebih, karena inspirasi tersebut. misalnya, aku mau ujian besok nih. ujian PU1. trus, saya sudah belajar, saya yakin dapat 100…nah,,,inspirasi saya adalah ko2 misalnya yang selalu dapat nilai 100 100 100…saya terinspirasi dari ko2…dia bisa, aku harus bisa, aku terinspirasi dari ko2 untuk belajar lebih giat giat giat untuk supaya dapat menjadi seperti ko2…
      tapi disini, jadi pertanyaan buat pribadi saya, jadi, apa sih sebenarnya inspirasi itu (lagi…hehehe)

      tentang kreatif atau gak, itu tergantung dari kita setelah kita terinspirasi dari orang. misalnya, seseorang melakukan cara A untuk mendapatkan B, saya juga karena terininspirasi dari orang tersebut makanya saya pake cara A untuk dapatkan B…itu mah…plagiat..hoho,,bagi saya pribadi…ada beberapa hal ketika kita terinspirasi dari orang kita melakukan sama seperti orang itu lakukan,,,yaa memang,jujur aku juga gitu, tapi, kadang kala, kita gak sadar, bahwa, ada juga yang kita lakukan yang tidak mereka lakukan tapi hasilnya sama…hehehe…

      mohon revisinya dari KO Nielsen…thank you..btw, aku uda add facebookmu ko…hehehe

  2. Nice post! Ini lebih punya framework retoric yang tajam. Keep up the improvement!

    Itu pertemuan Sabtu kemarin ya? Kalau iya, wah itu pasti pas aku belum datang ya. Inspirasinya apa, Kandy? Yang begini-begini ini yang bikin agak nyesel kalo telat hehe….

    Untuk content-nya, saya sepakat. Inspirasi itu menyentuh diri kita melalu contoh tindakan. Itu yang sesungguhnya menjadi drive dalam berbagai proses belajar, entah itu di sekolah, di pekerjaan ataupun di setting-setting lainnya.

    1. Pertama, thanks Pak buat komennya,,,hmm, Pak James ditunggu loh postingan baru di blog Bapak..hehe…yap, benar, pertemuan kemarin…kan waktu itu “pimpinan” rapat kegiatan kita itu lagi ngbrol sama salah seorang dosen inisial “JWS”, nah,,,si “pimpinan” tersebut kan menyatakan bahwa dia terinspirasi dengan sih “JWS” ini. lalu saya berpikir, kok sama yaa pas dengan kuliah TnD kapan hari kan pernah dibahas juga tentang inspirasi…aku masih ingat banget kata dosen waktu itu, “siapa inspirasimu?” dan kita semua dipancing untuk berbicara…hehe..kebetulan, saya merahasiakannya, dan baru sekarang speak up…

      tapi maap nih pak, framework retoric itu apa ya?hehe

      nah, tidak hanya itu juga, memang benar, kalo inspirasi dapat menjadi drive atau motivasi atau apalah istilah kita masing-masing yang intinya dengan adanya inspirasi, kita dapat “lebih” melakukan sesuatu…tapi hal yang menarik juga, seperti pertanyaan refleksi dari saudara Nielsen…kita juga harus berkaca ke hal-hal demikian,,,

      nanti coba kita berdiskusi dengan saudara Nielsen juga tentang hal-hal ini…hehee…

      1. Yaaahhhh….lha ternyata JWS. Tapi aku kok tidak dengar omongan kayak gitu ya? Bahkan aku tidak ingat ada kata inspirasi terucap oleh siapapun. Ini kayaknya halusinasimu deh.

        Rhetoric framework itu kerangka dalam berargumen dan menuangkan gagasan.

        Aku pikir, untuk melengkapi apa yang dikatakan Nielsen, bahwa inspirasi itu bisa terkait juga dengan modelling. Tapi lebih dalam lagi, apa sebenarnya yang membuat seseorang memilih seseorang lain sebagai inspirasi? Karena seorang yang inspirational bagi si A bisa jadi biasa saja di mata si B.

      2. nda mungkin salah pak dan halusinasi…soalnya itu ngepas beliau ngomong saya dengerin beneran,,,justifikasinya..pada saat si WK ngomongn itu, JWS langsung mengklarifikasi bahwa itu adalah ucapan Mr. Gab…hehehe…

        hmm,,,okay pak, thank you untuk info rethoricnya..hehe..nambah vocab iki..^^

        menurutku, perbedaan itu terjadi ya karena pengalaman yang dirasakan tiap individu itu berbeda pak…dan itu sangat subjektif..hehehe..apa yang dirasakan dan dialami individu A sehingga terinspirasi B, akan berbeda dengan C yang mengalami pengalaman yang sama namun yang dirasakan berbeda, sehingga dia gak terinspirasi sama B…(kalo kurang, mohon di reevsi pak…hehe)

  3. he4..maaf baru balas yang Kandy…soalnya terlalu banyak pekerjaan selama ini di kantor…yah menurut saya, memang semuanya adalah inspirasi. terjadinya perbedaan inspirasi dan sebagainya adalah dikarenakan kita memahami kenapa saya dapat meniru orang A dan B. nah, berarti inspirasi dianggap sebagai inspirasi, dikarenakan menuntut pada apa yang kita pahami mengenai diri kita sendiri, karena ada “Goal” yang ingin dia sendiri ciptakan. mungkin Modelling memang menjadi sesuatu yang penting di sini. tetapi karna ada “Goal” itulah, maka org itu akan memikirkan bahwa itulah inspirasi…saya lupa kalo teorinya sapa yg membahas tentang Goal hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s