Unexplainable Song Influence Us…

Unexplainable Song Influence Us…

“Nothing gonna change my love for you. You ougth to know by now how much I love you. One thing you can be sure of, I’ll never ask for more than your love.” Itu adalah salah satu lirik dari lagu lawas dari George Benson yang kemudian di populerkan oleh Westlife, Nothing Gonna Change My Love For You. Atau mungkin lagu rohani dimana pada saat mendengarnya, kita akan merasakan sesuatu.

Hmm, pernah tidak kita merasakan seperti itu? Pernah tidak kita berdiam sejenak untuk merenungkan, “kok bisa sebuah lagu yang notabene hanya sekedar kumpulan musik, penyanyi, alat yang dipadukan dengan bantuan teknologi pengaturan musik bisa menjadi suatu yang dapat sangat mempengaruhi kita?”

Pernah tidak kita melewati suatu masa-masa indah seperti halnya pacaran lalu ada sebuah atau beberapa lagu yang menjadi “our song”? naaah, setelah suatu hubungan itu berakhir atau ketika kita sedang sendiri, dan lagu tersebut dimainkan pernah muncul suatu ingatan dari dalam pikiran kita tentang kenangan atau yang telah kita lalui bersama subjek itu? Atau mungkin bagi para perantau, misalnya pada anak kos, mendengarkan suatu lagu lalu teringat akan keluarganya di rumah…

Pengaruh seperti apa, tentu saja tiap pribadi dapat menjelaskan pada dirinya sendiri. Dari berbagai hasil diskusi penulis baik dengan rekan pria maupun wanita, semuanya menyatakan bahwa apabila mendengar suatu lagu tertentu, akan muncul suatu perasaan atau suatu rasa, entah ada yang mengatakan tentang kegembiraan ataupun kesedihan ataupun berbagai perasaan lainnya. Kecenderungan dari rekan-rekan penulis menyatakan bahwa melalui suatu lagu tersebut seakan ada memori yang terangkat ke pikiran mereka tentang apa yang telah dicapai atau dilaksanakan atau yang telah dilalui.

Sebagai contoh, salah satu rekan penulis yang merupakan bukan penduduk asli Surabaya mengatakan akan sangat merindukan keluarga bertepatan saat ia mendengarkan suatu lagu yang ia anggap menjadi lagu kenangannya bersama orang tuanya. Sebagai ungkapan dari perasaanya itu, ia pun mengeluarkan emosinya tersebut lewat tangisan tanpa disengaja.

Kembali ke pertanyaan awal, “kok bisa ya?”

Yap, itu memang menjadi suatu hal yang menarik ketika lagu-lagu tersebut terprogram di dalam memori kita lalu dapat terungkap lewat emosi kita sendiri. Untuk prosesnya sendiri, dari berbagai hasil diskusi tersebut, belum ada yang dapat menjawab mengapa dan bagaimana prosesnya. Unexplainable topic i think…^^

Ada yang menyatakan bahwa, lagu merupakan ungkapan perasan dan suasana hati. Waktu kita mengalami sesuatu dan tepat ada suatu lagu diputar disitu, akan ada suatu konektisitas antara pendegar dan lagu tersebut lalu kemudian tersimpan di memori. Nah, lalu, ini bisa terungkap dalam bentuk perasaan atau emosi.

Ada pula salah seorang rekan penulis yang mengaitkan hal ini dengan proses kognitif dan alam bawah sadar dan dikarenakan hal ini dapat menimbulkan suatu emosi tertentu. Proses kognitif itu sendiri adalah pola pikir suatu individu. Tapi, selanjutnya karena proses kognitif merupakan proses terbesar yang sangat mempengaruhi individu, dan emosi juga sulit untuk dikontrol, ia menambahkan bahwa dari dalam diri kita sendiri harus melawan apabila tidak ingin memori dalam bentuk emosi itu muncul lagi, suatu hal yang sangat simpel tapi sangat kompleks ketika kita menarik ke belakang lebih jauh lagi.

Dari penulis sendiri, memang benar, karena penulis pun merasakan hal yang sama, dimana kekuatan lagu tersebut sangat mempengaruhi kita saat mendengarnya. Hingga artikel ini dimuat pun, dan juga telah diproses dari hasil diskusi dengan rekan-rekan, kita sepakat belum dapat menjelaskan secara pasti kenapa bisa seperti ini. Tapi, dari pribadi penulis juga, ternyata tidak hanya lagu-lagu atau alunan musiknya yang dapat mempengaruhi kita. Lirik atau kata-kata dari suatu lagu tersebut juga sangat berpengaruh juga.

Memang bagi sebagian orang lagu atau musik dapat mempengaruhi mood, perasaan, kinerja atau kepirbadian ataupun hingga aktivitas individu tersebut. Syukur-syukur lagu tersebut menjadikan atau menambahkan semangat bagi yang mendengarnya, tapi bagaimana jika yang terjadi adalah kebalikannya?

Mungkin disini, tinggal kita yang akan bertanggung jawab terhadap emosi kita masing-masing, dan ya, kitalah yang mengontrolnya sendiri sehingga emosi tersebut tidak akan terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas kita terlebih pada saat melakukan suatu hal.

Dalam dunia psikologi terkenal dengan adanya emosi, motivasi, dan proses kognitif. Dari ketiga unsur ini dijelaskan topik yang dibahas di atas. Namun, penulis tidak hanya ingin membahas dari sudut pandang psikologi saja. Bagaimana tanggapan teman-teman terhadap topik ini dari berbagai sudut pandang dan lintas ilmu???hehehe

 

Selamat beraktivitas semuanya…GBU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s